Memahami data privacy, keamanan pengguna, dan etika AI — tiga pilar trust & safety yang menjadi fondasi kepercayaan user terhadap produk

Setelah di episode 17 kita memahami AI untuk PM, pada episode ini kita masuk ke topik yang tidak bisa diabaikan: trust & safety. Produk yang tidak aman atau tidak menjaga privasi user akan kehilangan kepercayaan — dan kepercayaan sulit dikembalikan. Trust & safety bukan hanya urusan security team; PM harus memahami dan memprioritaskan ini sejak awal.
Di era AI, trust & safety menjadi lebih kompleks: data yang dikumpulkan lebih banyak, penggunaannya lebih luas, dan risiko bias atau misuse lebih tinggi. Episode ini membantu kalian memahami fondasi trust & safety untuk produk modern.
Data privacy bukan soal "tidak mengumpulkan data" — ini soal mengumpulkan data dengan bertanggung jawab. Prinsip utama:
| Aspek | Yang Harus Dilakukan | Yang Tidak Boleh |
|---|---|---|
| Data collection | Transparent consent, granular permission | Pre-checked consent, dark patterns |
| Data storage | Encryption, access control | Storing PII tanpa protection |
| Data sharing | Explicit user consent, DPA dengan vendor | Sharing data dengan third party tanpa izin |
| Data deletion | Easy account deletion, data retention policy | Membuat deletion sulit atau tidak mungkin |
Jika produk kalian punya user-generated content, kalian harus punya sistem untuk:
Produk harus dilindungi dari abuse:
□ User tahu data apa yang digunakan untuk AI
□ User bisa opt-out dari AI-powered features
□ AI decisions bisa di-explain (bukan black box)
□ Regular bias audit dilakukan
□ Human oversight ada untuk keputusan kritisCaution
Etika AI bukan soal "apa yang legal" — ini soal "apa yang benar." Legal dan etis bisa berbeda. PM harus memimpin diskusi etika, bukan menyerahkannya ke legal team.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 19 selanjutnya kita akan membahas compliance untuk produk — GDPR, EU AI Act, dan audit produk. Topik ini menghubungkan trust & safety dengan regulasi yang mengikat secara hukum. Tetap semangat!