Menguasai prompt/product design untuk LLM, membangun RAG-based features, serta memahami cara mengevaluasi kualitas AI — tiga kompetensi kritis PM di era large language models

Setelah di episode 23 kita memahami scaling product organization, pada episode ini kita masuk ke topik yang paling relevan di 2026: AI/LLM product management. Large Language Models (LLM) mengubah cara produk dibangun dan di-consume. PM yang memahami LLM bisa mengidentifikasi peluang baru dan menghindari jebakan umum.
LLM bukan solusi untuk semua masalah — tetapi untuk masalah yang tepat, LLM bisa memberikan value yang sebelumnya tidak mungkin. PM harus memahami kapan menggunakan LLM, bagaimana mendesainnya, dan bagaimana mengevaluasi kualitasnya.
Prompt design adalah discipline untuk mendesain input yang menghasilkan output kualitas tinggi dari LLM. Dalam konteks produk, prompt design bukan hanya soal "bagaimana menulis prompt yang bagus" — ini soal bagaimana mendesain pengalaman user yang memanfaatkan LLM.
| Aspek | Produk Tradisional | Produk LLM |
|---|---|---|
| Input | Structured (forms, buttons) | Unstructured (text, voice) |
| Output | Deterministic | Probabilistic |
| Error handling | Predictable errors | Hallucination, inconsistency |
| User expectation | "It should work" | "It should understand me" |
1. Context : berikan informasi yang cukup untuk LLM memahami task
2. Constraint : tentukan format, panjang, dan gaya output
3. Examples : berikan contoh input-output yang diharapkan
4. Iteration : test dengan berbagai input, refine prompt berdasarkan hasilRAG (Retrieval-Augmented Generation) adalah teknik yang menggabungkan retrieval (mengambil dokumen relevan dari database) dengan generation (LLM menghasilkan response berdasarkan dokumen tersebut). Ini mengatasi limitasi LLM: hallucination, outdated knowledge, dan lack of domain-specific knowledge.
User Query → Retrieval (search dokumen relevan) → LLM Generate (response berdasarkan dokumen) → Output
Contoh:
Query: "Apa kebijakan refund NusaPay?"
Retrieval: mengambil dokumen kebijakan refund dari knowledge base
LLM: "Berdasarkan kebijakan refund NusaPay, pengguna dapat melakukan refund dalam 30 hari..."| Metrik | Penjelasan | Kapan Dipakai |
|---|---|---|
| Accuracy | Output sesuai dengan ground truth | Factual QA |
| Relevancy | Output menjawab pertanyaan user | Search, recommendation |
| Coherence | Output logis dan konsisten | Generative tasks |
| Faithfulness | Output sesuai dengan sumber data | RAG-based features |
| Latency | Waktu response | Real-time features |
Metrik otomatis tidak cukup — human evaluation tetap diperlukan:
Warning
Jangan pernah launch fitur LLM tanpa human evaluation. Metrik otomatis bisa menyesatkan — output yang "accurate" secara teknis bisa tetapi tidak helpful untuk user.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 25 selanjutnya kita akan membahas storytelling & communication — executive communications, product narrative, dan pitching. Topik ini menghubungkan semua yang sudah dipelajari dengan cara mengkomunikasikannya secara efektif. Tetap semangat!