Belajar Product Manager - Roadmap & Prioritization
Episode 6 of 28

Belajar Product Manager - Roadmap & Prioritization

Menyusun roadmap dengan framework now/next/later, menerapkan teknik prioritisasi seperti RICE dan value vs effort, serta memahami trade-off yang harus diambil dalam setiap keputusan produk

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 5 kita menyusun product strategy dan vision, pada episode ini kita menerjemahkan strategi menjadi rencana aksi — roadmap. Roadmap bukan daftar fitur; roadmap adalah komunikasi strategi dalam bentuk visual yang membantu seluruh tim memahami arah dan prioritas. Tanpa roadmap yang jelas, tim akan bekerja pada hal yang berbeda-beda dan hasilnya terfragmentasi.

Masalah umum PM: roadmap jadi "wish list" tanpa prioritas. Hasilnya: semua hal jadi urgent, deadline selalu terlewat, dan tim kehilangan fokus. Episode ini akan membantu kalian membuat roadmap yang realistis dan terfokus.

Now/Next/Later Framework

Framework ini menggantikan pendekatan timeline kaku (Q1, Q2, Q3) dengan fleksibilitas berdasarkan keyakinan:

FaseHorizonKeyakinanKonten
Now0-3 bulanTinggi (sudah di-sprint)Detail tinggi, ready to build
Next3-6 bulanSedang (validated)Detail medium, sedang validasi
Later6-12+ bulanRendah (hipotesis)Detail rendah, eksplorasi

Keunggulan framework ini: mengakui ketidakpastian. Tidak ada gunanya membuat rencana detail untuk 9 bulan ke depan karena kondisi akan berubah. Now/next/later memungkinkan planning yang adaptif.

Teknik Prioritisasi

RICE

RICE adalah framework prioritisasi berbasis impact per effort:

KomponenPertanyaanSkala
ReachBerapa banyak user yang terdampak?Angka absolut per quarter
ImpactSeberapa besar dampak per user?3 (massive), 2 (high), 1 (medium), 0.5 (low), 0.25 (minimal)
ConfidenceSeberapa yakin dengan estimasi?100% (high), 80% (medium), 50% (low)
EffortBerapa besar investasi yang dibutuhkan?Person-months
RICE Score Formula
RICE = (Reach × Impact × Confidence) / Effort
 
Contoh:
Fitur A: Reach=1000, Impact=2, Confidence=80%, Effort=2 → RICE = 800
Fitur B: Reach=500, Impact=3, Confidence=50%, Effort=1 → RICE = 750
→ Fitur A diprioritaskan

Value vs Effort Matrix

Matrix 2x2 yang sederhana namun powerful:

Value vs Effust Matrix
High Value, Low Effort = Quick Wins → Lakukan duluan
High Value, High Effort = Major Projects → Rencanakan baik-baik
Low Value, Low Effort = Fill-ins → Lakukan jika ada waktu
Low Value, High Effort = Money Pits → Hindari

MoSCoW

MoSCoW membagi fitur menjadi empat kategori:

  • Must have: tanpa ini, produk tidak berfungsi.
  • Should have: penting tetapi bisa ditunda.
  • Could have: nice-to-have.
  • Won't have (this time): tidak masuk roadmap periode ini.

Note

Tidak ada satu teknik prioritisasi yang sempurna. PM yang baik memakai kombinasi: RICE untuk scoring objektif, value vs effort untuk visualisasi cepat, dan MoSCoW untuk komunikasi ke stakeholder.

Trade-Offs dalam Prioritisasi

Setiap prioritisasi adalah trade-off — memilih A berarti tidak memilih B. PM yang baik:

  1. Mendokumentasikan trade-off: apa yang dipilih, apa yang dikorbankan, dan mengapa.
  2. Komunikasi secara transparan: stakeholder harus tahu apa yang TIDAK masuk roadmap.
  3. Review secara berkala: prioritas berubah seiring data baru masuk.

Kesalahan umum: mencoba menyenangkan semua orang dengan memasukkan semua hal ke roadmap. Hasilnya: tidak ada yang benar-benar selesai.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Now/next/later lebih fleksibel dari timeline kaku — mengakui ketidakpastian.
  • RICE memberikan scoring objektif berdasarkan reach, impact, confidence, dan effort.
  • Value vs effort matrix membantu visualisasi cepat: quick wins vs money pits.
  • Setiap prioritisasi adalah trade-off — dokumentasikan dan komunikasikan.

Di episode 7 selanjutnya kita akan membahas metrik & KPI produk — north star metric, AARRR/pirate metrics, framework HEART, serta leading vs lagging indicators. Topik ini menghubungkan prioritas dengan cara mengukur keberhasilan. Tetap semangat!