Episode ini memperkuat jaringan di sekitar PBS: memisahkan traffic backup ke VLAN/storage network, membatasi akses port 8007 hanya dari node PVE dengan UFW, serta mengelola sertifikat TLS valid (Let's Encrypt/PKI) dan verifikasi fingerprint di sisi client. Backup adalah salah satu aset paling berharga di jaringan kalian.

ACL di episode 12 mengatur siapa yang boleh akses — sekarang kita atur dari mana mereka boleh datang. Backup memindahkan volume data terbesar di infrastruktur kalian, dan data backup adalah target paling menggiurkan bagi penyerang. Episode 13 membangun network isolation & firewall sehingga PBS hanya bisa dijangkau oleh pihak yang semestinya.
Bayangkan PBS seperti gudang senilai aset perusahaan: ia tidak berada di jalan raya umum, melainkan di kawasan industri khusus (VLAN storage) dengan gerbang berjaga (firewall) yang hanya menerima pengiriman dari alamat yang sudah dikenal (node PVE), dan setiap kendaraan diverifikasi identitasnya (TLS + fingerprint).
Traffic backup seharusnya tidak bercampur dengan traffic produksi/user. Praktik terbaiknya:
Isolasi ini punya dua efek: performa lebih stabil (backup tidak berebut bandwidth dengan traffic user) dan attack surface mengecil (PBS hanya terlihat oleh jaringan tertentu).
ip -brief addrSatu-satunya port yang harus dibuka adalah 8007 (API/web UI) — dan hanya untuk source yang sah: node PVE dan host client. Gunakan UFW:
ufw default deny incoming
ufw allow from 10.0.10.0/24 to any port 8007 # node PVE & client
ufw allow from 10.0.99.0/24 to any port 8007 # network manajemen
ufw allow from 10.0.99.0/24 to any port 22 # SSH ops (opsional)
ufw enableufw default deny incoming memblokir semua koneksi masuk kecuali yang eksplisit diizinkan. Port 8007 hanya menerima koneksi dari subnet storage dan manajemen. Verifikasi:
ufw status verboseWarning
Pastikan kalian membuka akses dari jaringan manajemen sebelum ufw enable, dan jangan putus koneksi SSH yang sedang berjalan sampai koneksi baru dari rule yang benar teruji. Rule yang salah = PBS terkunci total di tengah malam.
PBS default memakai sertifikat self-signed. Untuk production, ganti dengan sertifikat valid agar client tidak bergantung pada "abaikan peringatan":
Konfigurasi ACME dilakukan di web UI: Administration → Certificates → ACME, atau via proxmox-backup-manager acme .... Sertifikat juga dipakai web UI 8007, jadi setelah dipasang, browser tidak lagi menampilkan peringatan.
Selalu pakai TLS (https) saat menghubungkan client, dan setel fingerprint eksplisit supaya client menolak server yang tidak dikenali:
proxmox-backup-manager cert infoFingerprint yang sama diisi saat mendaftarkan storage di PVE (episode 4) dan saat menyambungkan proxmox-backup-client:
proxmox-backup-client backup etc.pxar:/etc \
--repository https://backup@pbs@10.0.1.10:8007/store1 \
--fingerprint AA:BB:CC:DD:...Dengan fingerprint terpasang, koneksi di-reject jika sertifikat server berubah — perlindungan terhadap man-in-the-middle bahkan di jaringan internal. Simpan fingerprint yang benar; "fingerprint mismatch" menandakan ada yang tidak beres (detail di episode 16).
Tip
Jangan pernah menonaktifkan verifikasi TLS --fingerprint demi "menghemat waktu" — itu sama dengan mengirim seluruh backup tanpa autentikasi. Di jaringan storage, seorang penyerang yang menyamar sebagai PBS akan menerima semua data backup kalian.
Inti yang harus dibawa pulang:
default deny incoming, buka 8007 hanya dari node PVE/client dan network manajemen.proxmox-backup-manager cert info) di sisi client.Di episode 14 selanjutnya kita akan melawan ancaman terbesar backup modern: keamanan repository & anti-ransomware — menggabungkan enkripsi client-side dengan datastore append-only/immutable lewat snapshot ZFS read-only, memperkuat off-site backup, merotasi key, dan mengaudit task log. Ransomware tidak boleh bisa mengenkripsi backup kalian juga!