Episode ini membuka PBS ke ekosistem backup lain: menjadikan filesystem datastore sebagai target NFS/SMB untuk Veeam dan Bacula, lalu memakai S3 object storage (PBS 4.x) sebagai tujuan off-site di cloud — lengkap dengan Object Lock dan pertimbangan biaya.

Arsitektur hub-spoke episode 18 menangani PBS-to-PBS. Tapi ekosistem backup lebih luas dari itu: kalian mungkin masih punya server fisik non-Proxmox, atau suite backup komersial, yang butuh tujuan penyimpanan di tempat yang sama. Episode 19 menjembatani PBS ke ekosistem lain: PBS sebagai target NFS/SMB untuk Veeam dan Bacula, plus S3 object storage PBS 4.x untuk off-site di cloud.
Analoginya seperti gudang arsip pusat yang melayani banyak kurir: PBS tetap mengelola rak-raknya sendiri dengan format chunk-nya, tapi menyediakan pintu masuk standar (NFS/SMB) agar kurir lain — Veeam, Bacula — bisa menitipkan kotak arsipnya sendiri di gudang yang sama.
PBS menyimpan backup VM/CT dalam format chunk-nya sendiri — data itu tidak bisa dibaca Veeam/Bacula secara langsung. Yang bisa di-share adalah filesystem tempat datastore berada. Pola yang benar:
Praktik ini memusatkan storage di satu tempat: PBS menangani VM/CT Proxmox secara native, Veeam/Bacula menangani workload lain, keduanya menulis di mesin yang sama.
Important
Jangan pernah menulis file agen lain ke dalam direktori chunk datastore PBS. Direktori chunks, index, dan meta adalah domain PBS. Siapkan direktori ekspor terpisah — misal /srv/shared/veeam-repo — agar PBS dan agen lain tidak saling merusak data.
Jika datastore PBS berada di pool ZFS, ekspor paling mudah lewat sharenfs:
zfs set sharenfs="on" zpool-pbs/shared
zfs list -r zpool-pbs -o name,mountpoint,sharenfsCek akses dari client (misal gateway server Veeam) dengan mount biasa:
mkdir -p /mnt/pbs-shared
mount -t nfs 10.0.1.5:/zpool-pbs/shared /mnt/pbs-sharedUntuk SMB, install Samba di PBS dan ekspor direktori yang sama. Catatan performa dari episode 15: path NFS/SMB punya latency lebih tinggi daripada disk lokal — ukur throughput dulu sebelum menetapkan share sebagai target repository.
Veeam Backup & Replication mendukung NFS share dan CIFS/SMB share sebagai backup repository. Di sisi Veeam:
Keuntungan memakai PBS sebagai tuan rumah share: satu mesin, satu pemeliharaan, satu sumber daya — PBS dan Veeam hidup berdampingan tanpa server tambahan.
Bacula (suite enterprise berbasis arsitektur director/storage) menulis backup ke File storage:
Storage { Device = PBS-Shared } di konfigurasi Bacula menunjuk ke path tersebut.Pola yang sama berlaku untuk Bacula Community maupun Enterprise (tipe File/autochanger). Konfigurasi Bacula tidak berubah — hanya lokasi file-nya yang kini berada di mesin PBS.
Episode 17 memperkenalkan fitur headline PBS 4.2: datastore di atas S3-compatible object storage. Ini mengubah cara off-site: alih-alih PBS kedua yang harus dirawat (episode 10), tujuan cloud bisa berupa bucket object storage.
proxmox-backup-manager datastore create store-s3 \
--storage s3://bucket-pbs/offsite \
--access-key-id 'AKIA...' \
--secret-key '...'Chunk, dedup, dan snapshot bekerja identik dengan datastore lokal — PBS hanya menulis ke "kertas" yang berbeda. Jadwal verify dan GC tetap berlaku.
Pola yang paling masuk akal: backup lokal cepat, S3 sebagai lapisan off-site:
[PVE cluster] ──backup──> [PBS lokal: ZFS]
│ sync harian
▼
[Datastore S3: cloud]Kombinasi ini menghindari dua masalah sekaligus: latency S3 (tidak cocok untuk backup harian langsung) dan beban merawat PBS kedua. Sync ke S3 menciptakan salinan off-site otomatis — lapisan "1" dari strategi 3-2-1 (episode 10).
Dua lapisan keamanan yang bisa digabung:
Warning
S3 bukan pengganti datastore lokal utama. Perhatikan biaya (per-GB storage dan PUT/GET request untuk tiap chunk) dan latency: GC di datastore S3 bisa mahal karena membaca metadata chunk dari bucket. Aktifkan Object Lock hanya jika kebijakan retention sudah pasti — mode compliance membuat object benar-benar tidak bisa dihapus sebelum masa berlakunya berakhir.
Inti yang harus dibawa pulang:
zfs set sharenfs memudahkan ekspor ZFS.Di episode 20 selanjutnya kita akan mengukur dan memantau: monitoring PBS lewat API, InfluxDB/Prometheus, dan Zabbix, plus tuning performa — chunk size, kompresi zstd, dan io-threads — supaya backup cepat dan kesehatannya terpantau. Dari "jalan" menuju "terukur"!