Belajar Puppet dari dasar hingga production-grade: pre-requisites & setup environment, sejarah & latar belakang, konsep dasar & arsitektur utama, setup & instalasi, manifests & resource types, classes modules & roles/profiles, facts variables & Facter, Hiera hierarchical data, catalog & resource relationships, PuppetDB, Puppet Enterprise console & orchestration, Bolt & orchestration, code manager & r10k, authentication & security, modules & forge, best practice, custom resources functions & providers, PuppetDB query & exported resources lanjutan, testing, performance & troubleshooting, fitur stabil terbaru Puppet 8 & PE 2025, production-ready architecture, hingga ekosistem alternatif & refleksi akhir dengan total 23 episode.
Sebelum menulis manifest pertama, siapkan skill dasar dan environment Puppet: pemahaman Linux dan Ruby, konsep declarative configuration management, serta instalasi Puppet, PDK, dan node uji.

Menelusuri bagaimana Puppet lahir: dari era scripting manual, CFEngine 1993, lahirnya Puppet oleh Luke Kanies pada 2005, hingga Chef dan Ansible. Memahami masalah yang dipecahkan Puppet dan posisinya di antara tool lain.

Membedah arsitektur Puppet dari dalam: alur agent run dari Facter mengumpulkan fakta, autentikasi sertifikat SSL, kompilasi catalog di server, hingga pelaporan ke PuppetDB beserta sepuluh komponen utamanya.

Panduan membangun lab Puppet: menambahkan repo resmi, menginstall puppetserver dan puppet-agent, mengonfigurasi DNS dan sertifikat dengan bootstrap SSL, serta agent run pertama dan perbandingan OSS vs Enterprise.

Fondasi bahasa Puppet: struktur manifest, anatomi resource type dengan title, parameter, dan properties, tujuh resource type dasar, konsep deklaratif dan idempoten, serta pengujian lokal dengan puppet apply.

Mengorganisir manifest ke level berikutnya: class yang bisa dipakai ulang, parametrized class, struktur module lengkap, scaffolding dengan PDK, dan pola Roles/Profiles untuk menjaga hierarki class tetap bersih.

Di episode ini kita menggali data di balik setiap node: facts yang dikumpulkan Facter, cara memakainya di dalam manifest, variabel dan scope-nya, serta if, case, unless, dan interpolasi string.

Di episode ini kita memisahkan data dari kode dengan Hiera 5: hierarki data berjenjang, hiera.yaml, lookup function, data YAML dan JSON di module serta environment, dan enkripsi secret dengan hiera-eyaml.

Di episode ini kita menyatukan manifest dan data menjadi catalog: mengatur urutan resource dengan before, require, notify, subscribe, chaining panah, serta membedah error katalog yang paling umum.

Di episode ini kita menambahkan database di balik Puppet: PuppetDB yang menyimpan facts, catalog, dan reports, query lewat CLI dan API, serta exported resources untuk membangun monitoring dan load balancer lintas node.
