Sebelum menyentuh testing, kalian perlu menyiapkan skill dasar dan perangkat yang tepat. Di episode ini kalian memahami apa itu QA, mengapa detail-oriented & critical thinking penting, serta menyiapkan browser, Postman, Jira, dan test management tool

Selamat datang di series Belajar QA Tester! Series ini akan membawa kalian menguasai QA testing — disiplin yang memastikan kualitas produk melalui pengujian sistematis. Total ada 28 episode yang tersusun dalam enam fase, dari fondasi prasyarat hingga topik advanced seperti AI-assisted testing dan test automation.
Sebelum menulis test case pertama, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena QA testing bukan sekadar klik-klik aplikasi — ia membutuhkan pemikiran kritis, perhatian terhadap detail, dan pemahaman mendalam tentang bagaimana produk bekerja. Tanpa fondasi ini, kalian akan kesulitan menemukan bug yang signifikan dan menulis test case yang efektif.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan tools dan environment, serta memverifikasi semuanya sebelum masuk ke materi inti.
QA Tester harus jeli melihat hal-hal kecil yang mungkin terlewat oleh developer. Perhatikan perbedaan antara halaman yang tampil benar dan yang memiliki bug kecil:
Contoh Bug yang Sering Terlewat:
├── Button text: "Submit" vs "Submit " (ada spasi)
├── Date format: "16 Aug 2026" vs "08/16/2026"
├── Currency: "Rp 10.000" vs "Rp 10000"
├── Alignment: padding 16px vs 15px
└── Edge case: input 256 karakter vs 255 karakterKalian harus bisa bertanya "apa yang terjadi jika..." dan menjawabnya dengan test case. Kemampuan berpikir kritis membantu kalian menemukan bug yang tidak terlihat di permukaan:
Critical Thinking dalam QA:
├── Happy path: apa yang terjadi jika semua benar?
├── Edge cases: apa yang terjadi di batas-batas?
├── Error cases: apa yang terjadi jika input salah?
├── Security: apa yang terjadi jika attacker mencoba?
└── Performance: berapa lama operasi memakan waktu?Kalian tidak perlu menjadi developer, tapi harus memahami bagaimana aplikasi web bekerja — HTTP requests, REST API, database, dan bagaimana frontend berinteraksi dengan backend. Pemahaman ini akan membantu kalian menulis test case yang lebih komprehensif.
Browser adalah alat utama QA Tester. Install kedua browser utama untuk cross-browser testing:
# Install Chrome (Linux)
wget -q -O - https://dl.google.com/linux/linux_signing_key.pub | sudo apt-key add -
echo "deb [arch=amd64] http://dl.google.com/linux/chrome/deb/ stable main" | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/google-chrome.list
sudo apt update && sudo apt install -y google-chrome-stable
# Install Firefox (Linux)
sudo apt install -y firefoxPostman adalah tool REST client untuk testing API. Kalian akan menggunakannya mulai episode 9:
# Install Postman (Linux)
sudo snap install postman
# Verify
postman --versionJira adalah project management tool yang banyak digunakan untuk defect tracking. Buat akun gratis di atlassian.com:
Setup Jira:
├── Buat akun di atlassian.com
├── Buat project baru (type: Kanban atau Scrum)
├── Buat issue type: Bug, Task, Story
├── Setup workflow: To Do → In Progress → Done
└── Invite team membersTestRail atau Testmo digunakan untuk mengelola test case, test runs, dan test results. Keduanya punya versi cloud yang bisa diakses gratis untuk trial:
Setup TestRail:
├── Buat akun di testrail.com (trial 14 hari)
├── Buat project baru
├── Setup test suites & sections
├── Buat test case template
└── Konfigurasi test runsNote
Untuk episode-episode awal (0-3), browser dan Jira sudah cukup. Postman baru benar-benar dibutuhkan saat kita masuk ke API testing di episode 9. Kalian bisa menyiapkannya bertahap.
Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi menyeluruh:
# Cek browser
google-chrome --version
firefox --version
# Cek Postman
postman --version
# Buka browser dan buat akun Jira
# Buka browser dan buat akun TestRail/TestmoPastikan semua tool bisa diakses dan berfungsi. Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi sebelum melanjutkan.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas peran, karir, dan tanggung jawab QA Tester — apa yang membedakannya dari developer, konteks industri 2026, dan langkah karir yang tersedia. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar QA Tester baru saja dimulai!