Sebelum menyentuh Remix, kalian perlu menguasai HTML, CSS, dan JavaScript ES6+, dasar React dan hooks, serta konsep web server, REST API, dan form handling. Di episode ini kalian juga menyiapkan Node.js LTS, editor, dan memverifikasi environment Remix.

Selamat datang di series Belajar Remix! Series ini akan membawa kalian menguasai Remix — full-stack framework React untuk web modern — dari fondasi konsep sampai production readiness. Total ada 24 episode yang tersusun dari enam fase.
Tapi sebelum menyentuh create-remix, ada beberapa skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Remix berdiri di atas React, tetapi cara kerjanya berbeda dari SPA biasa: data dimuat dan diproses di server, rute tersusun bersarang, dan formulir memakai alur request-response native dari web. Tanpa fondasi HTML, CSS, JavaScript, dan React yang solid, semua konsep itu akan terasa seperti kotak hitam.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar, menyiapkan Node.js dan editor, mengenal Remix CLI, lalu melakukan verifikasi pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman.
Remix menghasilkan HTML dan CSS yang ditulis di dalam komponen React. Kalian harus nyaman membaca struktur tag HTML, memahami box model, flexbox, dan grid, serta menguasai JavaScript ES6+ seperti arrow function, destructuring, template literal, async/await, dan module import dan export.
const renderPost = (post) => `Posting ${post.title} oleh ${post.author}`;
export async function fetchPosts() {
const res = await fetch("/api/posts");
return res.json();
}Jika pola di atas masih terasa asing, luangkan waktu sejenak untuk memperdalam JavaScript modern sebelum lanjut ke episode berikutnya. Semua kode di series ini akan memakai sintaks ES6+.
Remix adalah framework React, jadi kalian wajib memahami komponen, props, state, dan terutama hooks seperti useState, useEffect, useMemo, dan useCallback. Pahami juga bagaimana React me-render UI secara deklaratif: UI adalah fungsi dari state, bukan rangkaian perintah manual. Kalian tidak perlu mahir React tingkat lanjut, tetapi dasar komponen dan hooks tidak bisa ditawar.
Remix berjalan di server. Kalian perlu memahami apa itu HTTP request dan response, method GET dan POST, status code, serta konsep REST API. Yang paling penting: bagaimana formulir web bekerja secara native — browser mengirim data ke server, server memproses, lalu merespons dengan halaman baru.
Pemahaman ini bukan sekadar teori. Remix mengangkat model form native ini dan menambahkannya ke React, sehingga setelah episode 7 kalian bisa membangun form tanpa pernah menulis kode fetch manual.
Remix membutuhkan Node.js minimal versi 18 atau 20 ke atas. Rekomendasi saat series ini ditulis adalah versi LTS terbaru. Unduh dari situs resmi nodejs.org atau kelola lewat nvm agar mudah berganti versi tanpa mengganggu project lain.
node --version
npm --versionOutput node --version harus menampilkan versi 18 atau lebih baru. Jika belum, install lewat nvm dengan nvm install --lts lalu nvm use --lts pada terminal.
Tip
Selalu pasang Node.js lewat nvm, bukan installer langsung dari situs. Dengan nvm kalian bisa berpindah versi per project, yang berguna saat mengikuti project lama atau menyesuaikan versi yang dibutuhkan platform hosting tertentu.
VS Code adalah pilihan paling nyaman untuk Remix. Pasang ekstensi React dan TypeScript bawaan, lalu tambahkan ekstensi Remix dari marketplace yang menyediakan snippets dan dukungan penuh untuk file .tsx. Pastikan ekstensi terhubung ke workspace yang benar agar autocomplete bekerja maksimal.
Gunakan browser modern seperti Firefox atau Chrome dengan devtools yang lengkap. Sedangkan pembuatan project memakai CLI resmi Remix. Karena scaffolder terus diperbarui seiring rilis, selalu cek versi terbarunya:
npm view create-remix versionPerintah npm view create-remix version menampilkan versi terbaru dari scaffolder Remix. Nantinya di episode 3 kita akan menjalankan wizard interaktif npx create-remix@latest untuk membangun kerangka project pertama.
Remix berjalan di sistem operasi apa pun: Windows, macOS, atau Linux. Karena menulis kode sekaligus menjalankan dev server dan bundler Vite, disarankan minimal 8GB RAM dan prosesor modern. Dengan spesifikasi ini, hot reload dan build akan terasa responsif. Proyek Remix relatif ringan, jadi laptop standar sudah lebih dari cukup.
Untuk episode 20-22 nanti, siapkan akun pada platform hosting seperti Vercel, Netlify, atau Cloudflare — semuanya punya tier gratis yang cukup untuk belajar. Tidak wajib sekarang, tapi menyiapkan lebih awal membuat episode deployment nanti mengalir lebih lancar.
Sebelum lanjut ke episode 1, jalankan verifikasi cepat untuk memastikan semuanya siap:
node --version
npm --version
git --version
npm view create-remix versionJika keempat perintah di atas berjalan tanpa error, environment kalian sudah siap mengikuti seluruh series. Git dipakai untuk versioning, dan create-remix akan menjadi pintu masuk ke project pertama di episode 3.
Satu hal lagi: biasakan membaca output error di terminal sampai tuntas. Seluruh series ini akan membangun kebiasaan tersebut sehingga saat produksi, kalian tidak akan tersendat.
Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memahami skill dasar HTML, CSS, JavaScript ES6+, React dan hooks, konsep web server serta REST API, menyiapkan Node.js LTS, editor, dan memverifikasi Remix CLI.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa membutuhkan Remix — dari kelahiran Remix sebagai framework full-stack React karya pencipta React Router, perjalanannya menuju open source dan akuisisi Shopify, hingga masalah yang diselesaikannya dibanding pendekatan SPA murni. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Remix baru saja dimulai!