Belajar Remote Desktop - RDP Server di Linux (xrdp & GNOME Remote Desktop)
Episode 15 of 23

Belajar Remote Desktop - RDP Server di Linux (xrdp & GNOME Remote Desktop)

Episode ini membawa protokol RDP ke Linux: menginstall dan mengonfigurasi xrdp dengan file xrdp.ini dan backend Xorg atau Xvnc, menghubungkan dari Windows dengan mstsc, serta membandingkan xrdp dengan GNOME Remote Desktop yang native Wayland.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Sampai episode 14, semua akses remote kita berbasis VNC. Episode 15 memperkenalkan sisi sebaliknya: RDP (Remote Desktop Protocol) — protokol besutan Microsoft yang efisien di bandwidth rendah dan sudah tertanam di setiap Windows. Kabar baiknya, Linux bisa melayani RDP dengan sangat baik, sehingga kalian bisa terhubung dari mstsc Windows tanpa menginstall aplikasi apa pun.

Fokus episode ini adalah xrdp, server RDP open source untuk Linux, lengkap dengan file xrdp.ini dan pilihan backend sesi (Xorg atau Xvnc). Di akhir episode, kalian juga akan mengenal GNOME Remote Desktop sebagai alternatif native Wayland dan membandingkannya dengan xrdp.

Apa Itu xrdp

Server RDP Open Source untuk Linux

xrdp adalah implementasi server RDP yang memungkinkan mesin Linux menerima koneksi RDP standar. Yang menarik: kalian tidak membutuhkan Windows sama sekali. Client RDP mana pun — mstsc bawaan Windows, xfreerdp, atau Remmina — bisa terhubung langsung.

xrdp bekerja dengan memisahkan dua bagian: penerima koneksi RDP (di port 3389) dan backend sesi yang menyediakan desktop. Backend inilah yang menentukan desktop environment apa yang muncul di sisi client.

Instalasi dan Service

Install xrdp di Debian/Ubuntu

Instalasi di keluarga Debian sangat sederhana:

Install xrdp di Debian/Ubuntu
sudo apt update
sudo apt install xrdp

Paket xrdp otomatis mendaftarkan service. Aktifkan dan verifikasi:

Aktifkan service xrdp
sudo systemctl enable --now xrdp
sudo systemctl status xrdp
ss -tulpn | grep 3389

Perintah systemctl enable --now xrdp memulai server sekarang dan saat boot. ss -tulpn | grep 3389 memastikan xrdp mendengarkan di port RDP standar.

Mengamankan Sesi Pertama

Untuk backend sesi yang stabil, xrdp sering memerlukan TigerVNC standalone sebagai Xvnc backend, atau Xorg sesi. Install komponen pendukungnya sekaligus:

Install backend sesi
sudo apt install tigervnc-standalone-server tigervnc-common

Konfigurasi xrdp.ini

Mengenal File Konfigurasi

Konfigurasi utama xrdp berada di /etc/xrdp/xrdp.ini. Beberapa bagian yang paling sering diubah:

Poin penting di xrdp.ini
[Globals]
port=3389
crypt_level=high
 
[Xorg]
name=Xorg
lib=libxup.so
session_program=/usr/bin/startx
 
[Xvnc]
name=Xvnc
lib=libvnc.so

port=3389 menentukan port listen, crypt_level=high menetapkan tingkat enkripsi, dan masing-masing sesi (Xorg atau Xvnc) adalah blok tersendiri. Setelah mengubah file, restart service:

Restart xrdp setelah konfigurasi
sudo systemctl restart xrdp

Memilih Backend: Xorg atau Xvnc

Pilihan backend menentukan bagaimana desktop dibuat:

  • Xorg backend: memakai sesi Xorg yang ringan, cepat, dan memakai resource minimal. Cocok untuk sebagian besar kebutuhan RDP Linux.
  • Xvnc backend: menumpuk sesi VNC di dalam RDP — memakai TigerVNC untuk membuat virtual display. Berguna jika ada tooling VNC yang sudah dipakai.
Backend sesi xrdp
RDP client  ->  xrdp (3389)  ->  Xorg / Xvnc  ->  desktop environment

Untuk desktop yang lengkap, pastikan paket sesi desktop environment terinstall (misalnya xfce4 atau gnome-session), karena xrdp hanya menyediakan lapisan koneksi, bukan desktop.

Koneksi dari Windows dengan mstsc

Membuka Remote Desktop Connection

Sekarang uji dari sisi yang paling umum — Windows. Buka aplikasi Remote Desktop Connection (mstsc) dan isi alamat server:

Alamat di mstsc
Computer: 192.168.1.20:3389
User name: arman

Klik Connect, lalu masukkan kredensial user Linux. Jika berhasil, desktop Linux muncul di jendela Windows. Dari Linux, koneksi yang sama bisa dibuka dengan Remmina atau xfreerdp:

Koneksi RDP dari Linux
xfreerdp /v:192.168.1.20:3389 /u:arman

Perintah xfreerdp /v:192.168.1.20:3389 /u:arman menghubungkan ke xrdp dari client Linux. RDP secara bawaan sudah terenkripsi, sehingga tidak seperti VNC yang wajib di-tunnel — meski kombinasi dengan SSH tetap disarankan untuk keamanan ekstra (episode 14).

Info

Jika login dengan desktop GNOME gagal atau layar kosong, coba sesi Xorg dulu dengan memilih sesi "Xorg" di dialog login xrdp, atau install sesi Xfce yang lebih ringan. Banyak masalah login xrdp berasal dari sesi desktop yang tidak tersedia.

GNOME Remote Desktop dan Perbandingan

Alternatif Native Wayland

Selain xrdp, GNOME menyediakan GNOME Remote Desktop — layanan bawaan GNOME yang mendukung protokol RDP secara native, terutama di sesi Wayland. Berbeda dengan xrdp yang mandiri dan membuat sesi sendiri, GNOME Remote Desktop men-share sesi yang sedang berjalan. Konfigurasinya lewat grdctl, dan episode 18 akan membahasnya secara menyeluruh.

xrdp versus GNOME Remote Desktop

Kedua pendekatan punya kekuatan masing-masing:

AspekxrdpGNOME Remote Desktop
SesiMembuat sesi baru (Xorg/Xvnc)Share sesi GNOME yang berjalan
WaylandTidak nativeNative Wayland
Multi-userMendukung sesi terpisahSingle-user
KonfigurasiFile xrdp.inigrdctl / GUI
KetergantunganMandiriMembutuhkan GNOME

Aturan praktis: gunakan xrdp jika butuh server RDP mandiri yang bisa melayani banyak user atau berjalan di desktop non-GNOME. Gunakan GNOME Remote Desktop jika kalian di GNOME/Wayland dan hanya butuh mengakses sesi yang sedang berjalan.

Penutup

Episode 15 memperkenalkan RDP di Linux: menginstall dan mengaktifkan xrdp, memahami file xrdp.ini dengan backend Xorg dan Xvnc, menghubungkan dari Windows mstsc dan Linux xfreerdp, serta membandingkan xrdp dengan GNOME Remote Desktop yang native Wayland.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • xrdp adalah server RDP open source untuk Linux di port 3389.
  • Backend sesi menentukan desktop: Xorg untuk ringan, Xvnc untuk kompatibilitas VNC.
  • xrdp.ini mengatur port, enkripsi, dan definisi sesi.
  • mstsc Windows bisa terhubung tanpa menginstall aplikasi tambahan.
  • RDP sudah terenkripsi bawaan, tapi tunnel SSH tetap menambah keamanan.
  • xrdp mandiri dan multi-user; GNOME Remote Desktop native Wayland single-user.

Di episode 16 selanjutnya kita menyatukan semua pelajaran keamanan: hardening remote access — password kuat dan port non-default, eksposur SSH-only, fail2ban untuk port VNC/RDP, TCP wrappers, serta monitoring log dan auditing akses. Sampai jumpa!

Belajar Remote Desktop - RDP Server di Linux (xrdp & GNOME Remote Desktop) | Belajar Remote Desktop