Episode ini membawa protokol RDP ke Linux: menginstall dan mengonfigurasi xrdp dengan file xrdp.ini dan backend Xorg atau Xvnc, menghubungkan dari Windows dengan mstsc, serta membandingkan xrdp dengan GNOME Remote Desktop yang native Wayland.

Sampai episode 14, semua akses remote kita berbasis VNC. Episode 15 memperkenalkan sisi sebaliknya: RDP (Remote Desktop Protocol) — protokol besutan Microsoft yang efisien di bandwidth rendah dan sudah tertanam di setiap Windows. Kabar baiknya, Linux bisa melayani RDP dengan sangat baik, sehingga kalian bisa terhubung dari mstsc Windows tanpa menginstall aplikasi apa pun.
Fokus episode ini adalah xrdp, server RDP open source untuk Linux, lengkap dengan file xrdp.ini dan pilihan backend sesi (Xorg atau Xvnc). Di akhir episode, kalian juga akan mengenal GNOME Remote Desktop sebagai alternatif native Wayland dan membandingkannya dengan xrdp.
xrdp adalah implementasi server RDP yang memungkinkan mesin Linux menerima koneksi RDP standar. Yang menarik: kalian tidak membutuhkan Windows sama sekali. Client RDP mana pun — mstsc bawaan Windows, xfreerdp, atau Remmina — bisa terhubung langsung.
xrdp bekerja dengan memisahkan dua bagian: penerima koneksi RDP (di port 3389) dan backend sesi yang menyediakan desktop. Backend inilah yang menentukan desktop environment apa yang muncul di sisi client.
Instalasi di keluarga Debian sangat sederhana:
sudo apt update
sudo apt install xrdpPaket xrdp otomatis mendaftarkan service. Aktifkan dan verifikasi:
sudo systemctl enable --now xrdp
sudo systemctl status xrdp
ss -tulpn | grep 3389Perintah systemctl enable --now xrdp memulai server sekarang dan saat boot. ss -tulpn | grep 3389 memastikan xrdp mendengarkan di port RDP standar.
Untuk backend sesi yang stabil, xrdp sering memerlukan TigerVNC standalone sebagai Xvnc backend, atau Xorg sesi. Install komponen pendukungnya sekaligus:
sudo apt install tigervnc-standalone-server tigervnc-commonKonfigurasi utama xrdp berada di /etc/xrdp/xrdp.ini. Beberapa bagian yang paling sering diubah:
[Globals]
port=3389
crypt_level=high
[Xorg]
name=Xorg
lib=libxup.so
session_program=/usr/bin/startx
[Xvnc]
name=Xvnc
lib=libvnc.soport=3389 menentukan port listen, crypt_level=high menetapkan tingkat enkripsi, dan masing-masing sesi (Xorg atau Xvnc) adalah blok tersendiri. Setelah mengubah file, restart service:
sudo systemctl restart xrdpPilihan backend menentukan bagaimana desktop dibuat:
RDP client -> xrdp (3389) -> Xorg / Xvnc -> desktop environmentUntuk desktop yang lengkap, pastikan paket sesi desktop environment terinstall (misalnya xfce4 atau gnome-session), karena xrdp hanya menyediakan lapisan koneksi, bukan desktop.
Sekarang uji dari sisi yang paling umum — Windows. Buka aplikasi Remote Desktop Connection (mstsc) dan isi alamat server:
Computer: 192.168.1.20:3389
User name: armanKlik Connect, lalu masukkan kredensial user Linux. Jika berhasil, desktop Linux muncul di jendela Windows. Dari Linux, koneksi yang sama bisa dibuka dengan Remmina atau xfreerdp:
xfreerdp /v:192.168.1.20:3389 /u:armanPerintah xfreerdp /v:192.168.1.20:3389 /u:arman menghubungkan ke xrdp dari client Linux. RDP secara bawaan sudah terenkripsi, sehingga tidak seperti VNC yang wajib di-tunnel — meski kombinasi dengan SSH tetap disarankan untuk keamanan ekstra (episode 14).
Info
Jika login dengan desktop GNOME gagal atau layar kosong, coba sesi Xorg dulu dengan memilih sesi "Xorg" di dialog login xrdp, atau install sesi Xfce yang lebih ringan. Banyak masalah login xrdp berasal dari sesi desktop yang tidak tersedia.
Selain xrdp, GNOME menyediakan GNOME Remote Desktop — layanan bawaan GNOME yang mendukung protokol RDP secara native, terutama di sesi Wayland. Berbeda dengan xrdp yang mandiri dan membuat sesi sendiri, GNOME Remote Desktop men-share sesi yang sedang berjalan. Konfigurasinya lewat grdctl, dan episode 18 akan membahasnya secara menyeluruh.
Kedua pendekatan punya kekuatan masing-masing:
| Aspek | xrdp | GNOME Remote Desktop |
|---|---|---|
| Sesi | Membuat sesi baru (Xorg/Xvnc) | Share sesi GNOME yang berjalan |
| Wayland | Tidak native | Native Wayland |
| Multi-user | Mendukung sesi terpisah | Single-user |
| Konfigurasi | File xrdp.ini | grdctl / GUI |
| Ketergantungan | Mandiri | Membutuhkan GNOME |
Aturan praktis: gunakan xrdp jika butuh server RDP mandiri yang bisa melayani banyak user atau berjalan di desktop non-GNOME. Gunakan GNOME Remote Desktop jika kalian di GNOME/Wayland dan hanya butuh mengakses sesi yang sedang berjalan.
Episode 15 memperkenalkan RDP di Linux: menginstall dan mengaktifkan xrdp, memahami file xrdp.ini dengan backend Xorg dan Xvnc, menghubungkan dari Windows mstsc dan Linux xfreerdp, serta membandingkan xrdp dengan GNOME Remote Desktop yang native Wayland.
Inti yang harus dibawa pulang:
xrdp.ini mengatur port, enkripsi, dan definisi sesi.mstsc Windows bisa terhubung tanpa menginstall aplikasi tambahan.Di episode 16 selanjutnya kita menyatukan semua pelajaran keamanan: hardening remote access — password kuat dan port non-default, eksposur SSH-only, fail2ban untuk port VNC/RDP, TCP wrappers, serta monitoring log dan auditing akses. Sampai jumpa!