Episode ini menceritakan asal-usul restic: proyek komunitas yang lahir tahun 2016 sebagai jawaban atas keterbatasan tar dan rsync. Kalian juga memahami mengapa restic disebut "backups done right" — deduplication global, enkripsi AES-256 bawaan, snapshot immutable, dan dukungan banyak backend dari S3 sampai REST server.

Di episode 0 kalian sudah menyiapkan environment: binary restic 0.19.1 terinstall, direktori repository siap, dan otomasi menunggu. Sebelum mengetik perintah pertama, penting untuk memahami mengapa alat ini ada. Keputusan memilih tool backup bukan sekadar soal fitur — ia soal kepercayaan: apakah data kalian benar-benar terselamatkan saat server terbakar atau disk rusak?
Episode ini menjawab pertanyaan itu: dari mana restic lahir, masalah apa yang ia pecahkan, dan mengapa ia dirancang sebagai "backups done right".
Restic dikembangkan oleh komunitas open source dan dirilis pertama kali pada tahun 2016. Ditulis dalam Go, restic dirancang sebagai alternatif modern untuk tar dan rsync — dua tool yang hampir berusia setengah abad dan punya kelemahan mendasar untuk workload backup modern.
Filosofinya sederhana dan tegas: backup harus automatic, encrypted, dan verifiable. Dari sana lahir tiga pilar yang menjadi identitas restic — snapshots, deduplication, dan enkripsi — yang kalian bedah satu per satu mulai episode 2.
Coba pikirkan cara backup tradisional dengan tar dan rsync:
Restic dibangun dengan prinsip sebaliknya: restore diutamakan. Setiap fitur dievaluasi dengan pertanyaan "apakah ini membuat restore lebih andal?".
Restic memecah file menjadi chunk (potongan data) berbasis isi — bukan posisi byte — sehingga file yang sama, file yang mirip, atau file yang sama dipindah-pindahkan, hanya disimpan sekali di repository. Backup kedua dan seterusnya hanya mengunggah delta. Mekanisme ini dibahas tuntas di episode 6.
Semua data dienkripsi sebelum meninggalkan mesin kalian dengan AES-256. Penyedia storage, admin server, bahkan rest-server sekalipun, tidak bisa membaca isi repository tanpa password. Detail kriptografinya ada di episode 13.
Setiap restic backup menghasilkan snapshot — state direktori pada waktu tertentu yang tidak bisa diubah secara diam-diam. Ransomware atau kesalahan manusia yang mengubah file tidak akan merusak riwayat backup.
Binary tersedia untuk Linux, macOS, Windows, dan BSD — sementara backend-nya mencakup direktori lokal, SFTP, S3-compatible, B2, Azure, GCS, hingga REST server. Satu tool, banyak target: dari laptop pribadi sampai server produksi.
Perjalanan rilis menunjukkan kedewasaan proyek:
--compression auto menjadi default.Riwayat rilis yang lebih lengkap akan dibahas di episode 17.
Di episode 2 selanjutnya kita membedah konsep dasar & arsitektur utama — repository, snapshot, dan content-defined chunking, plus struktur direktori repository dan alur data dari file sumber hingga blob terenkripsi. Setelah episode ini, kalian tidak sekadar "menjalankan perintah", tapi memahami apa yang terjadi di balik layar.