Saat backup gagal di tengah malam, kalian butuh peta masalah. Episode ini mengajarkan debugging dengan `RESTIC_DEBUG` dan `--verbose`, menangani kasus umum seperti repository lock, S3 timeout, dan password salah, lalu berlatih disaster recovery dengan simulasi file hilang dan pemulihan dari repository yang corrupt.

Semua episode sejauh ini membangun sistem yang berjalan mulus. Episode 16 membahas saat segalanya tidak berjalan mulus — karena dalam operasi nyata, itu pasti terjadi. Backup gagal jam 3 pagi, restore tidak menemukan file, atau repository "terkunci".
Kuncinya: diagnosis metodis dan latihan yang sudah dilakukan sebelumnya, bukan kepanikan saat kejadian.
Tingkat verbosity menaik dari -v sampai -vvvv:
restic backup /data -vv-vv menampilkan tiap file yang diproses dan kecepatan — berguna memastikan backup benar-benar bekerja atau menemukan pola path yang salah.
Untuk masalah yang butuh detail internal (HTTP request, chunking, kunci):
RESTIC_DEBUG=1 restic backup /dataDebug log menampilkan jejak internal termasuk URL backend dan status HTTP. Jangan dijalankan permanen — hanya saat menyelidiki; outputnya bisa sangat besar.
unable to create lock in backend: repository is already locked by ...Ada proses backup/prune lain yang belum selesai. Solusi: tunggu prosesnya, atau jika jelas macet (misal koneksi putus), hapus lock secara sadar:
restic list locks
restic unlockrestic unlock menghapus lock yang sudah tidak valid. Berhati-hatilah: jangan unlock ketika proses lain benar-benar masih berjalan — bisa merusak repository.
unable to open repository at s3:...
request failed: AccessDeniedPeriksa berurutan: credential (AWS_ACCESS_KEY_ID/AWS_SECRET_ACCESS_KEY), nama bucket, region, dan versi endpoint. Tambahkan timeout via opsi khusus backend:
restic -o s3.list-objects-v1=true -o s3.connections=8 backup /datawrong password or no key foundBiasanya typo atau env tidak ter-export. Cek dengan restic cat config yang membutuhkan password:
restic cat config && echo "password OK"Jika benar-benar lupa, tidak ada jalan pulang — itulah mengapa episode 3 dan 13 menekankan backup passphrase.
Recovery hanya andal jika sudah dilatih. Simulasi penuh:
rm -rf /home/user/Documents
restic snapshots
restic restore latest --target /tmp/restore \
--path /home/user/Documents
mv /tmp/restore/home/user/Documents /home/user/Documents
diff -r /home/user/Documents /tmp/restore/home/user/DocumentsKuncinya: jalankan secara berkala di lingkungan uji, catat durasinya (RTO kalian!), dan simulasikan juga backend off-site (restore dari S3/rest-server) — bukan hanya dari repo lokal.
Ketika restic check melaporkan blob hilang atau hash mismatch (episode 11):
restic check dan catat file/snapshot yang terdampak.restic repair index untuk memperbaiki index, atau restic check --read-data-subset untuk menemukan blob korup spesifik.restic repair indexImportant
Tidak ada restic repair yang memulihkan blob yang benar-benar hilang — data itu lenyap. Recovery nyata datang dari data sumber yang masih ada + backup ulang. Repository corrupt adalah alasan terkuat untuk strategi backend ganda (episode 7).
-vv untuk detail backup; RESTIC_DEBUG=1 untuk log internal.restic list locks → restic unlock hanya saat yakin proses mati.restic cat config — dan jangan sampai lupa.Di episode 17 selanjutnya kita menyegarkan pengetahuan versi: restic 0.19.x & fitur terbaru — apa saja yang dibawa 0.19.1 (Jul 2026) dan 0.19.0 (Jun 2026), perjalanan dari 0.17 (2024) dan 0.18 (2025) seperti kompresi zstd dan lock-free index, serta cara upgrade yang aman.