Sebelum menyentuh Ruby, kalian perlu menguasai dasar pemrograman, terminal, editor, dan Git. Di episode ini kalian juga menyiapkan Ruby 4.0.x melalui rbenv, memverifikasi IRB dan RubyGems, serta memasang Bundler untuk manajemen dependency.

Selamat datang di series Belajar Ruby! Series ini akan membawa kalian menguasai Ruby — bahasa pemrograman dinamis, interpretatif, dan berorientasi objek yang diciptakan Yukihiro Matsumoto (Matz) — dari fondasi sintaks sampai deployment production. Total ada 23 episode yang tersusun dari enam fase: pre-requisites, fundamental, operational core, networking dan security, optimasi, sampai production readiness.
Tapi sebelum menulis baris Ruby pertama, ada beberapa skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Ruby bukan bahasa yang bisa dipelajari di kertas. Kalian akan banyak berinteraksi dengan terminal, menjalankan perintah ruby, mengeksplorasi kode di IRB, dan mengelola dependency dengan Bundler. Tanpa fondasi ini, setiap episode akan terasa seperti berjalan di atas pasir.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan Ruby 4.0.x melalui version manager, memasang Bundler, dan memverifikasi instalasi pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman dan kalian siap menulis kode Ruby nyata.
Ruby adalah bahasa berorientasi objek, tetapi kalian tidak wajib berpengalaman OOP karena materi tersebut dibahas dari nol di episode 6. Yang wajib kalian kuasai adalah fondasi umum pemrograman: variabel dan tipe data, percabangan, perulangan, serta fungsi. Seluruh konsep itu akan muncul berulang kali dalam bentuk idiom Ruby yang sedikit berbeda dari bahasa lain, jadi dasarnya harus sudah melekat.
Pola berpikir seperti expression dan return value juga penting. Di Ruby, hampir semua hal adalah ekspresi yang menghasilkan nilai, termasuk if, case, dan bahkan assignment. Kebiasaan ini akan sangat membantu di episode 3 sampai 5.
Kalian harus nyaman menggunakan terminal bash atau zsh. Perintah navigasi seperti cd, ls, dan pwd sudah seharusnya tidak asing. Editor pilihan yang kami rekomendasikan adalah VS Code dengan ekstensi Ruby LSP, yang akan kita siapkan sebentar lagi.
git --version
gcc --version
make --versionOutput ketiga perintah harus menampilkan versi yang valid. gcc dan make dibutuhkan karena beberapa gem menjalankan ekstensi native C saat instalasi. Jika salah satu belum ada, install dulu melalui package manager sistem kalian. Perintah git --version juga memastikan kalian siap mengikuti contoh berbasis Git di episode 12.
Ruby aktif dalam beberapa versi sekaligus: 4.0.x sebagai stable terbaru, 3.4.x dalam normal maintenance, dan 3.3.x yang hanya menerima security fix. Instalasi dari package manager sistem sering kali tertinggal versinya. Karena itu, best practice adalah memakai version manager seperti rbenv, mise, atau asdf agar versi Ruby bisa diatur per project. Di series ini kita memakai rbenv.
Install rbenv dan plugin ruby-build untuk mengompilasi versi Ruby yang kita butuhkan:
git clone https://github.com/rbenv/rbenv.git ~/.rbenv
eval "$(~/.rbenv/bin/rbenv init -)"
git clone https://github.com/rbenv/ruby-build.git ~/.rbenv/plugins/ruby-buildTambahkan eval "$(~/.rbenv/bin/rbenv init -)" ke file konfigurasi shell kalian (~/.bashrc atau ~/.zshrc) agar rbenv aktif setiap kali membuka terminal baru. Perintah rbenv init mengatur shims sehingga perintah ruby, gem, dan bundler otomatis menunjuk ke versi aktif.
Dengan rbenv siap, install versi Ruby yang menjadi target series ini. Ruby 4.0.6 adalah stable terbaru per penulisan series ini (rilis patch Jul 2026), membawa ZJIT, Ruby::Box, dan Ractor::Port yang akan kita bedah di episode 21:
rbenv install 4.0.6
rbenv global 4.0.6
ruby -vProses kompilasi memakan beberapa menit. Setelah selesai, ruby -v harus menampilkan ruby 4.0.6. Perintah rbenv global 4.0.6 menetapkan versi default di seluruh sistem; untuk menetapkan versi per project, gunakan rbenv local di dalam direktori project.
IRB adalah interactive shell bawaan Ruby — tempat paling cepat untuk menguji satu baris kode. RubyGems adalah package manager untuk gem (library Ruby). Keduanya terpasang otomatis bersama Ruby. Verifikasi keduanya:
irb
gem --version
gem list | head -5Di dalam IRB, kalian bisa mengetik ekspresi Ruby dan langsung melihat hasilnya. Ini akan menjadi teman utama kalian di episode 3 sampai 5. Ketik exit untuk keluar. Command gem --version memastikan RubyGems berfungsi, dan gem list menampilkan gem yang sudah terpasang.
Bundler mengelola dependency project melalui file Gemfile dan Gemfile.lock. Ruby 4.0 sudah membawa bundler sebagai bundled gem, tapi pastikan versinya terbaru:
gem install bundler
bundle --versionSetelah ini, pola kerja kalian di seluruh series adalah: buat Gemfile (atau jalankan bundle init), lalu bundle install untuk menarik dependency. Detail mendalam soal RubyGems dan Bundler ada di episode 12; untuk sekarang cukup pastikan bundle --version berjalan tanpa error.
Install ekstensi Ruby LSP di VS Code agar kalian mendapat autocompletion, navigasi definisi, dan diagnostik saat menulis Ruby. Ekstensi ini otomatis memakai bundler dan gem ruby-lsp jika tersedia di project. Untuk project baru, pastikan ruby-lsp terdaftar di Gemfile kalian.
Sekarang saatnya verifikasi penuh. Buat direktori project dan file Ruby pertama:
mkdir belajar-ruby
cd belajar-ruby
echo 'puts "Halo, Ruby #{RUBY_VERSION}"' > halo.rb
ruby halo.rbJika semua berjalan benar, output menampilkan Halo, Ruby 4.0.6. Catatan penting: interpolasi #{} di dalam script ditulis sebagai bagian dari sintaks Ruby, bukan karena ada di dalam backtick. Mulai sekarang, biasakan mengeksekusi script dengan ruby nama_file.rb dan bereksperimen bebas di IRB.
Tip
Simpan seluruh project Ruby kalian di dalam direktori yang dikelola Git. Kebiasaan ini akan dibutuhkan di episode 12 ketika kita membuat gem pertama dengan bundle gem.
Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memastikan skill dasar pemrograman, terminal, dan Git, menginstall Ruby 4.0.6 melalui rbenv, memverifikasi IRB dan RubyGems, memasang Bundler, serta menjalankan script Ruby pertama.
Inti yang harus dibawa pulang:
rbenv install 4.0.6.ruby -v, gem --version, dan bundle --version wajib berjalan.gem install bundler dan akan dipakai di seluruh series.ruby nama_file.rb.Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa membutuhkan Ruby — dari kelahiran bahasa ini oleh Matz pada 1993, kebangkitan lewat Ruby on Rails, hingga kehadiran Ruby 4.0 dengan ZJIT dan Ruby::Box. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Ruby baru saja dimulai!