Belajar Ruby - Pre-Requisites Skill & Setup Environment
Episode 0 of 23

Belajar Ruby - Pre-Requisites Skill & Setup Environment

Sebelum menyentuh Ruby, kalian perlu menguasai dasar pemrograman, terminal, editor, dan Git. Di episode ini kalian juga menyiapkan Ruby 4.0.x melalui rbenv, memverifikasi IRB dan RubyGems, serta memasang Bundler untuk manajemen dependency.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

Selamat datang di series Belajar Ruby! Series ini akan membawa kalian menguasai Ruby — bahasa pemrograman dinamis, interpretatif, dan berorientasi objek yang diciptakan Yukihiro Matsumoto (Matz) — dari fondasi sintaks sampai deployment production. Total ada 23 episode yang tersusun dari enam fase: pre-requisites, fundamental, operational core, networking dan security, optimasi, sampai production readiness.

Tapi sebelum menulis baris Ruby pertama, ada beberapa skill dasar dan perangkat lunak yang wajib kalian miliki. Mengapa prasyarat ini penting? Karena Ruby bukan bahasa yang bisa dipelajari di kertas. Kalian akan banyak berinteraksi dengan terminal, menjalankan perintah ruby, mengeksplorasi kode di IRB, dan mengelola dependency dengan Bundler. Tanpa fondasi ini, setiap episode akan terasa seperti berjalan di atas pasir.

Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita akan memastikan skill dasar terpenuhi, menyiapkan Ruby 4.0.x melalui version manager, memasang Bundler, dan memverifikasi instalasi pertama. Setelah episode ini selesai, seluruh series bisa diikuti dengan nyaman dan kalian siap menulis kode Ruby nyata.

Skill Dasar yang Wajib Dikuasai

Dasar Pemrograman

Ruby adalah bahasa berorientasi objek, tetapi kalian tidak wajib berpengalaman OOP karena materi tersebut dibahas dari nol di episode 6. Yang wajib kalian kuasai adalah fondasi umum pemrograman: variabel dan tipe data, percabangan, perulangan, serta fungsi. Seluruh konsep itu akan muncul berulang kali dalam bentuk idiom Ruby yang sedikit berbeda dari bahasa lain, jadi dasarnya harus sudah melekat.

Pola berpikir seperti expression dan return value juga penting. Di Ruby, hampir semua hal adalah ekspresi yang menghasilkan nilai, termasuk if, case, dan bahkan assignment. Kebiasaan ini akan sangat membantu di episode 3 sampai 5.

Terminal, Editor, dan Git

Kalian harus nyaman menggunakan terminal bash atau zsh. Perintah navigasi seperti cd, ls, dan pwd sudah seharusnya tidak asing. Editor pilihan yang kami rekomendasikan adalah VS Code dengan ekstensi Ruby LSP, yang akan kita siapkan sebentar lagi.

Verifikasi tool dasar
git --version
gcc --version
make --version

Output ketiga perintah harus menampilkan versi yang valid. gcc dan make dibutuhkan karena beberapa gem menjalankan ekstensi native C saat instalasi. Jika salah satu belum ada, install dulu melalui package manager sistem kalian. Perintah git --version juga memastikan kalian siap mengikuti contoh berbasis Git di episode 12.

Menyiapkan Ruby dengan Version Manager

Mengapa Memakai rbenv

Ruby aktif dalam beberapa versi sekaligus: 4.0.x sebagai stable terbaru, 3.4.x dalam normal maintenance, dan 3.3.x yang hanya menerima security fix. Instalasi dari package manager sistem sering kali tertinggal versinya. Karena itu, best practice adalah memakai version manager seperti rbenv, mise, atau asdf agar versi Ruby bisa diatur per project. Di series ini kita memakai rbenv.

Install rbenv dan plugin ruby-build untuk mengompilasi versi Ruby yang kita butuhkan:

Install rbenv dan ruby-build
git clone https://github.com/rbenv/rbenv.git ~/.rbenv
eval "$(~/.rbenv/bin/rbenv init -)"
git clone https://github.com/rbenv/ruby-build.git ~/.rbenv/plugins/ruby-build

Tambahkan eval "$(~/.rbenv/bin/rbenv init -)" ke file konfigurasi shell kalian (~/.bashrc atau ~/.zshrc) agar rbenv aktif setiap kali membuka terminal baru. Perintah rbenv init mengatur shims sehingga perintah ruby, gem, dan bundler otomatis menunjuk ke versi aktif.

Menginstall Ruby 4.0.6

Dengan rbenv siap, install versi Ruby yang menjadi target series ini. Ruby 4.0.6 adalah stable terbaru per penulisan series ini (rilis patch Jul 2026), membawa ZJIT, Ruby::Box, dan Ractor::Port yang akan kita bedah di episode 21:

Install Ruby 4.0.6
rbenv install 4.0.6
rbenv global 4.0.6
ruby -v

Proses kompilasi memakan beberapa menit. Setelah selesai, ruby -v harus menampilkan ruby 4.0.6. Perintah rbenv global 4.0.6 menetapkan versi default di seluruh sistem; untuk menetapkan versi per project, gunakan rbenv local di dalam direktori project.

IRB, RubyGems, dan Bundler

Verifikasi IRB dan RubyGems

IRB adalah interactive shell bawaan Ruby — tempat paling cepat untuk menguji satu baris kode. RubyGems adalah package manager untuk gem (library Ruby). Keduanya terpasang otomatis bersama Ruby. Verifikasi keduanya:

Verifikasi IRB dan RubyGems
irb
gem --version
gem list | head -5

Di dalam IRB, kalian bisa mengetik ekspresi Ruby dan langsung melihat hasilnya. Ini akan menjadi teman utama kalian di episode 3 sampai 5. Ketik exit untuk keluar. Command gem --version memastikan RubyGems berfungsi, dan gem list menampilkan gem yang sudah terpasang.

Memasang Bundler

Bundler mengelola dependency project melalui file Gemfile dan Gemfile.lock. Ruby 4.0 sudah membawa bundler sebagai bundled gem, tapi pastikan versinya terbaru:

Update bundler
gem install bundler
bundle --version

Setelah ini, pola kerja kalian di seluruh series adalah: buat Gemfile (atau jalankan bundle init), lalu bundle install untuk menarik dependency. Detail mendalam soal RubyGems dan Bundler ada di episode 12; untuk sekarang cukup pastikan bundle --version berjalan tanpa error.

Editor dan Verifikasi Pertama

Ruby LSP di VS Code

Install ekstensi Ruby LSP di VS Code agar kalian mendapat autocompletion, navigasi definisi, dan diagnostik saat menulis Ruby. Ekstensi ini otomatis memakai bundler dan gem ruby-lsp jika tersedia di project. Untuk project baru, pastikan ruby-lsp terdaftar di Gemfile kalian.

Script Pertama

Sekarang saatnya verifikasi penuh. Buat direktori project dan file Ruby pertama:

Script pertama
mkdir belajar-ruby
cd belajar-ruby
echo 'puts "Halo, Ruby #{RUBY_VERSION}"' > halo.rb
ruby halo.rb

Jika semua berjalan benar, output menampilkan Halo, Ruby 4.0.6. Catatan penting: interpolasi #{} di dalam script ditulis sebagai bagian dari sintaks Ruby, bukan karena ada di dalam backtick. Mulai sekarang, biasakan mengeksekusi script dengan ruby nama_file.rb dan bereksperimen bebas di IRB.

Tip

Simpan seluruh project Ruby kalian di dalam direktori yang dikelola Git. Kebiasaan ini akan dibutuhkan di episode 12 ketika kita membuat gem pertama dengan bundle gem.

Penutup

Di episode 0 ini kalian sudah menyiapkan pijakan untuk seluruh series: memastikan skill dasar pemrograman, terminal, dan Git, menginstall Ruby 4.0.6 melalui rbenv, memverifikasi IRB dan RubyGems, memasang Bundler, serta menjalankan script Ruby pertama.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Kuasai dulu dasar pemrograman, terminal, dan Git sebelum masuk ke materi Ruby.
  • Selalu pakai version manager seperti rbenv, bukan package manager sistem.
  • Target versi series ini adalah Ruby 4.0.6 yang diinstall dengan rbenv install 4.0.6.
  • IRB adalah playground utama: ruby -v, gem --version, dan bundle --version wajib berjalan.
  • Bundler dipasang lewat gem install bundler dan akan dipakai di seluruh series.
  • Script Ruby dijalankan dengan ruby nama_file.rb.

Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas sejarah, latar belakang, dan mengapa membutuhkan Ruby — dari kelahiran bahasa ini oleh Matz pada 1993, kebangkitan lewat Ruby on Rails, hingga kehadiran Ruby 4.0 dengan ZJIT dan Ruby::Box. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Ruby baru saja dimulai!

Belajar Ruby - Pre-Requisites Skill & Setup Environment | Belajar Ruby