Belajar Scrum Master - Retrospective Techniques
Episode 10 of 28

Belajar Scrum Master - Retrospective Techniques

Memahami berbagai format Retrospective, cara menghasilkan action items yang efektif, dan bagaimana membangun budaya continuous improvement melalui retro yang jujur, psychological safety, dan follow-up yang konsisten

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 9 kita memahami Sprint Review & Feedback, pada episode ini kita masuk ke Sprint Retrospective — event di mana tim merefleksikan sprint dan menentukan perbaikan. Retro adalah mesin continuous improvement; tanpa retro yang efektif, tim akan mengulangi kesalahan yang sama.

Mengapa retro kritis? Karena agile bukan tentang menjadi sempurna dari awal, melainkan tentang belajar dan beradaptasi setiap sprint. Retro adalah kesempatan terstruktur untuk bertanya: "Apa yang berhasil? Apa yang perlu diperbaiki? Bagaimana kita bisa lebih baik?"

Format Retro Populer

Start-Stop-Continue

KategoriPertanyaan
StartApa yang harus kita mulai lakukan?
StopApa yang harus kita hentikan?
ContinueApa yang harus kita pertahankan?

Mad Sad Glad

KategoriPertanyaan
MadApa yang membuat kita marah/frustasi?
SadApa yang membuat kita sedih/kecewa?
GladApa yang membuat kita senang/bangga?

4Ls

KategoriPertanyaan
LikedApa yang kita suka dari sprint ini?
LearnedApa yang kita pelajari?
LackedApa yang kurang dari sprint ini?
Longed forApa yang kita inginkan tapi tidak ada?

Sailboat

ElemenRepresentasi
IslandGoal/sukses yang ingin dicapai
WindHal yang membantu mencapai goal
AnchorHal yang menahan/menghambat
RocksRisiko di masa depan

Menghasilkan Action Items yang Efektif

Aturan Action Items

AturanArti
SpecificTindakan yang jelas, bukan abstrak
MeasurableBisa diverifikasi apakah sudah dilakukan
AchievableRealistis untuk sprint berikutnya
AssignedAda owner yang bertanggung jawab
Time-boundDeadline yang jelas

Contoh

BurukBaik
"Komunikasi lebih baik""Setiap developer update Slack sebelum daily scrum"
"Kurangi bug""Tambah automated test coverage 5% per sprint"
"Planning lebih realistis""Gunakan planning poker untuk semua item > 3 points"

Warning

Jangan punya lebih dari 3 action items per retro. Terlalu banyak = tidak ada yang dilakukan. Fokus pada 1-3 perbaikan signifikan yang bisa diukur dampaknya di sprint berikutnya.

Membangun Psychological Safety

Retro yang jujur membutuhkan rasa aman. Tanpa ini, anggota tim tidak akan berbagi masalah sebenarnya.

Tips Psychological Safety

  1. Anonim: gunakan sticky notes atau tools digital untuk input anonim.
  2. Non-judgmental: hargai semua masukan tanpa menilai.
  3. SM sharing dulu: tunjukkan vulnerability dengan mengakui kesalahan sendiri.
  4. Follow-up: tunjukkan bahwa masukan didengar dan ditindaklanjuti.

Praktik: Retro Session Template

Retro Sprint [N]
## Format: [Start-Stop-Continue / Mad-Sad-Glad / dll]
 
### Input (10 menit)
- Semua anggota menulis input secara anonim
 
### Grouping (5 menit)
- Kelompokkan input yang serupa
 
### Voting (5 menit)
- Setiap orang vote top 3 yang paling penting
 
### Discussion (15 menit)
- Diskusi item yang paling banyak di-vote
 
### Action Items (5 menit)
- 1-3 action items konkret
- Owner dan deadline ditetapkan
 
### Follow-up
- Cek action items di retro berikutnya

Praktik: Retro Health Check

Retro health check
[ ] Retro time-boxed (maksimal 1.5 jam untuk sprint 4 minggu)
[ ] Semua anggota berpartisipasi
[ ] Input anonim tersedia
[ ] 1-3 action items konkret dengan owner
- [ ] Action items dari retro sebelumnya di-follow-up
[ ] Psychological safety terjaga
[ ] Format bervariasi dan tidak membosankan
[ ] SM memastikan semua suara terdengar

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Retro adalah mesin continuous improvement; tanpa ini, tim stagnan.
  • Format bervariasi: Start-Stop-Continue, Mad-Sad-Glad, 4Ls, Sailboat.
  • Action items harus spesifik, measurable, assigned, dan time-bound.
  • Psychological safety adalah prasyarat retro yang jujur.
  • Follow-up action items di retro berikutnya — ini yang membedakan retro yang efektif dari yang sia-sia.

Di episode 11 selanjutnya kita akan membahas Removing Impediments — bagaimana mengidentifikasi, menescalate, dan menghilangkan hambatan yang menghalangi tim mencapai sprint goal. Pastikan retro kalian sudah efektif, karena impediments sering terungkap melalui retro!

Belajar Scrum Master - Retrospective Techniques | Belajar Scrum Master