Memahami estimation dan velocity secara mendalam: teknik estimasi seperti planning poker dan t-shirt sizing, penggunaan story points, velocity tracking, dan forecasting sprint berikutnya menggunakan data historis

Setelah di episode 12 kita memahami Definition of Done & Quality, pada episode ini kita masuk ke Estimation & Velocity — bagaimana memperkirakan effort dan menggunakan data historis untuk perencanaan yang lebih baik. Estimation bukan ilmu pasti, melainkan seni berbasis data.
Mengapa estimation kritis? Karena tanpa estimasi yang realistis, planning hanya tebakan. Velocity memberikan data empiris yang memungkinkan forecasting lebih akurat dari waktu ke waktu. Ingat: estimasi yang terus membaik lebih berharga daripada estimasi yang sempurna dari awal.
| Langkah | Aktivitas |
|---|---|
| 1 | PO menjelaskan item |
| 2 | Setiap anggota memilih kartu secara tersembunyi |
| 3 | Semua kartu dibuka bersamaan |
| 4 | Jika ada perbedaan besar, diskusi singkat |
| 5 | Vote ulang sampai ada kesepakatan |
1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, ?
? = terlalu besar, harus dipecah| Ukuran | Approximate Points | Kapan Digunakan |
|---|---|---|
| XS | 1 | Quick fix |
| S | 2 | Small feature |
| M | 5 | Medium feature |
| L | 8 | Large feature |
| XL | 13 | Harus dipecah |
Tip
Jangan gunakan jam untuk estimasi. Story points mengukur effort relatif, bukan waktu absolut. Satu story point bisa = 2 jam untuk developer senior, 4 jam untuk junior. Yang penting adalah konsistensi relatif, bukan akurasi absolut.
Velocity adalah rata-rata story points yang diselesaikan per sprint.
Sprint 1: 21 points (selesai semua)
Sprint 2: 24 points (selesai semua)
Sprint 3: 22 points (2 item tidak selesai)
Velocity = (21 + 24 + 22) / 3 = 22.3 ≈ 22 pointsBacklog: 88 story points
Velocity: 22 points/sprint
Forecast: 88 / 22 = 4 sprintGunakan range berdasarkan variasi velocity:
Best case: 3 sprint (jika velocity 30)
Most likely: 4 sprint (jika velocity 22)
Worst case: 5 sprint (jika velocity 18)[ ] Semua anggota tim berpartisipasi dalam estimation
[ ] Planning poker atau t-shirt sizing digunakan
[ ] Item > 13 points dipecah menjadi lebih kecil
[ ] Velocity historis tersedia untuk forecasting
[ ] Estimasi dicatat dan di-track per sprint
[ ] Velocity dihitung hanya untuk item yang "done"Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 14 selanjutnya kita akan membahas Agile Metrics & Reporting — burndown, cycle time, flow metrics, dan DORA: bagaimana mengukur dan melaporkan performa tim menggunakan data. Pastikan estimation kalian sudah berbasis data, karena metrics akan memberikan gambaran lebih luas tentang performa!