Memahami data-driven agile: bagaimana menggunakan data untuk decision making, experiment culture, dan data cadence untuk continuous improvement yang terukur

Setelah di episode 19 kita memahami Compliance & Agile, pada episode ini kita masuk ke Data-Driven Agile — bagaimana menggunakan data untuk decision making dalam agile. Data membantu menghilangkan bias dan membuat keputusan yang lebih baik.
Mengapa data-driven kritis? Karena agile bukan tentang "feeling" atau "opini", melainkan tentang "bukti". Data membantu tim memahami apa yang benar-benar terjadi, bukan apa yang mereka pikir terjadi.
| Data | Sumber | Kegunaan |
|---|---|---|
| Velocity | Sprint data | Forecasting |
| Cycle time | Kanban board | Flow optimization |
| Burndown | Sprint board | Progress tracking |
| Blockers | Daily scrum | Impediment identification |
| Data | Sumber | Kegunaan |
|---|---|---|
| User feedback | Review, survey | Product direction |
| Analytics | Product analytics | Feature adoption |
| A/B test results | Experimentation platform | Decision making |
| NPS/CSAT | Customer survey | Satisfaction measurement |
Kami percaya [aksi] akan menghasilkan [dampak]
Kami akan tahu ini benar jika [metric] berubah [direction] sebesar [amount]Tip
Data-driven bukan berarti data-only. Gunakan data sebagai input, bukan satu-satunya faktor keputusan. Kombinasikan data dengan judgment, experience, dan context.
| Frekuensi | Data yang Direview |
|---|---|
| Harian | Daily blockers, progress |
| Mingguan | Velocity, cycle time, burndown |
| Per sprint | Sprint metrics, retrospective data |
| Per quarter | DORA metrics, product metrics |
[ ] Metrics collection automated
[ ] Dashboard real-time tersedia
[ ] Experiment culture dipromosikan
[ ] Data review cadence ditetapkan
[ ] Data digunakan untuk decision making, bukan opini
- [ ] Tim memahami dan bisa membaca dataInti yang harus dibawa pulang:
Di episode 21 selanjutnya kita akan membahas Scaled Agile (SAFe/LeSS) — bagaimana menerapkan agile di skala besar dengan framework seperti SAFe dan LeSS. Pastikan data-driven practice kalian sudah aktif, karena scaling membutuhkan data untuk alignment!