Memahami lima Scrum Events secara mendalam: Sprint sebagai wadah, Planning untuk perencanaan, Daily untuk inspeksi harian, Review untuk demonstrasi, dan Retro untuk adaptasi, termasuk time-box, tujuan, dan tips facilitation untuk setiap event

Setelah di episode 3 kita memahami Scrum Roles secara mendalam, pada episode ini kita masuk ke Scrum Events — lima event yang membentuk kerangka kerja Scrum. Events ini bukan sekadar meeting, melainkan kesempatan terstruktur untuk inspeksi dan adaptasi.
Mengapa event ini kritis? Karena tanpa event yang terstruktur, tim akan kehilangan ritme, transparansi menurun, dan masalah menumpuk tanpa terdeteksi. Setiap event memiliki tujuan spesifik, time-box, dan output yang harus dicapai.
Sprint adalah wadah untuk semua event lainnya. Durasi tetap (1-4 minggu), dan setiap sprint menghasilkan increment yang berpotensi releasable.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Durasi | 1-4 minggu (konsisten, tidak berubah) |
| Tujuan | Menghasilkan increment yang memenuhi DoD |
| Aturan | Tidak ada perubahan goal; scope bisa dinegosiasi |
| Kualitas | Tidak pernah dikorbankan demi waktu |
Planning adalah event untuk merencanakan sprint: apa yang akan dikerjakan dan bagaimana mencapai sprint goal.
| Fase | Durasi (sprint 4 minggu) | Fokus |
|---|---|---|
| Apa | 2 jam | PO menjelaskan goal; tim memilih item |
| Bagaimana | 2 jam | Tim memecah item menjadi task teknis |
Daily scrum adalah inspeksi harian tim terhadap progress menuju sprint goal. Bukan status report ke SM, melainkan percakapan antar Developers.
1. Apa yang saya kerjakan kemarin untuk membantu sprint goal?
2. Apa yang akan saya kerjakan hari ini?
3. Apa hambatan yang saya hadapi?Tip
Jika daily scrum menjadi membosankan atau formalitas, ubah formatnya: walking daily (sambil jalan), topic-based (fokus satu topik per hari), atau asynchronous daily via Slack untuk tim remote. Yang penting adalah transparansi dan inspeksi, bukan format spesifik.
Review adalah event untuk mendemonstrasikan increment kepada stakeholder dan mendapatkan feedback.
| Fase | Aktivitas |
|---|---|
| Demo | Tim menunjukkan apa yang selesai |
| Feedback | Stakeholder memberikan masukan |
| Adaptasi | PO mempertimbangkan perubahan backlog |
Retro adalah event untuk refleksi dan adaptasi tim: apa yang berhasil, apa yang perlu diperbaiki, dan aksi konkret untuk sprint berikutnya.
| Format | Cara Kerja |
|---|---|
| Start-Stop-Continue | Apa yang mulai dilakukan, berhenti, dan dipertahankan? |
| Mad Sad Glad | Apa yang membuat marah, sedih, dan senang? |
| 4Ls | Liked, Learned, Lacked, Longed for |
| Sailboat | Anchor (hambatan), Wind (dukungan), Island (goal), Rocks (risiko) |
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 5 selanjutnya kita akan membahas Scrum Artifacts & Commitments — Product Backlog, Sprint Backlog, dan Increment: bagaimana bentuknya, siapa yang bertanggung jawab, dan komitmen yang menyertainya. Pastikan pemahaman kalian tentang events sudah solid, karena artifacts adalah output dari setiap event!