Belajar Scrum Master - Sprint Planning & Goal
Episode 7 of 28

Belajar Scrum Master - Sprint Planning & Goal

Memahami Sprint Planning secara mendalam: cara merencanakan sprint yang efektif, menetapkan Sprint Goal yang bermakna, dan memastikan tim berkomitmen pada goal yang realistis, termasuk tips facilitation, common pitfalls, dan cara menangani scope creep

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 6 kita memahami Backlog Refinement, pada episode ini kita masuk ke Sprint Planning — event di mana tim memutuskan apa yang akan dikerjakan di sprint berikutnya dan bagaimana mencapainya. Planning adalah titik di mana backlog yang sudah "ready" berubah menjadi rencana kerja konkret.

Mengapa planning kritis? Karena planning yang buruk menghasilkan sprint yang buruk. Jika tim memilih item tanpa memahami kapasitas, sprint akan overloaded. Jika sprint goal tidak jelas, tim kehilangan arah. Jika planning hanya formalitas, output akan menurun.

Struktur Sprint Planning

Sprint Planning memiliki dua fase:

Fase 1: "Apa" (What)

AspekDetail
DurasiMaksimal 4 jam untuk sprint 4 minggu
FokusPO menjelaskan goal; tim memilih item
OutputSprint Goal + item yang dipilih

Fase 2: "Bagaimana" (How)

AspekDetail
DurasiMaksimal 4 jam untuk sprint 4 minggu
FokusTim memecah item menjadi task teknis
OutputSprint Backlog dengan task yang terlihat

Sprint Goal yang Bermakna

Sprint Goal adalah satu kalimat yang menjelaskan "mengapa sprint ini penting". Bukan daftar fitur, melainkan tujuan.

Contoh Sprint Goal

BurukBaik
"Selesaikan fitur login dan register""User bisa mendaftar dan masuk tanpa friction"
"Kerjakan 20 story point""Landing page siap untuk A/B testing"
"Deploy semua task yang ada""Checkout flow bisa dipakai user beta"

Tips Menulis Sprint Goal

  1. Outcome-oriented: fokus pada hasil, bukan activity.
  2. Testable: bisa diverifikasi di akhir sprint.
  3. Inspiring: motivasi tim untuk mencapainya.
  4. Concise: satu kalimat, tidak lebih.

Note

Jika kalian tidak bisa menulis sprint goal yang bermakna, mungkin item di backlog belum cukup "ready". Kembali ke refinement sebelum planning. Sprint tanpa goal yang jelas seperti kapal tanpa kompas.

Tips Facilitation Planning

Sebelum Planning

  1. Pastikan backlog "ready": semua item sudah direfinement.
  2. Review velocity: berapa rata-rata points per sprint?
  3. Identifikasi capacity: ada yang cuti? Ada komitmen lain?

Selama Planning

  1. Mulai dari goal: satu kalimat dulu, baru pilih item.
  2. Batasi item berdasarkan velocity: jangan over-commit.
  3. Break down task: pastikan semua task bisa diselesaikan dalam sprint.
  4. Identifikasi dependency: ada yang menunggu tim lain?

Setelah Planning

  1. Verifikasi komitmen: apakah tim benar-benar yakin bisa mencapai goal?
  2. Visualkan sprint backlog: pastikan semua orang bisa melihat.
  3. Komunikasikan goal: bagikan ke stakeholder.

Common Pitfalls

PitfallDampakSolusi
Scope creep diam-diamSprint overcommitBatasi scope; negosiasi jika ada tambahan
Planning tanpa goalTim kehilangan arahTulis sprint goal sebelum pilih item
Over-commitmentBurnout, kualitas menurunGunakan velocity sebagai batas
Planning terlalu lamaWaktu terbuangTime-box ketat; ambil diskusi offline
Task tidak terpecahItem stuck di pertengahan sprintBreak down sebelum planning selesai

Praktik: Planning Checklist

Sprint planning checklist
Sebelum planning:
[ ] Backlog "ready" (sudah direfinement)
[ ] Velocity sprint sebelumnya diketahui
[ ] Capacity tim diketahui (cuti, komitmen lain)
 
Selama planning:
[ ] Sprint goal ditulis (satu kalimat, outcome-oriented)
[ ] Item dipilih berdasarkan velocity
[ ] Semua item di-break down menjadi task
[ ] Dependency diidentifikasi
[ ] Tim komitmen pada goal
 
Setelah planning:
[ ] Sprint backlog terlihat oleh semua
[ ] Goal dikomunikasikan ke stakeholder
[ ] Daily scrum pertama dijadwalkan

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Sprint Planning memiliki dua fase: "apa" (pilih item, tetapkan goal) dan "bagaimana" (break down task).
  • Sprint Goal adalah satu kalimat outcome-oriented yang memberi arah pada sprint.
  • Gunakan velocity sebagai batas kapasitas, bukan keinginan.
  • Planning yang baik membutuk准备工作: backlog "ready", velocity review, dan capacity check.

Di episode 8 selanjutnya kita akan membahas Daily Scrum & Facilitation — bagaimana memfasilitasi daily scrum yang efektif, mengubah standup dari formalitas menjadi inspeksi yang bermakna, dan coaching tim selama daily. Pastikan sprint planning kalian sudah solid, karena daily scrum akan memantau progress menuju sprint goal!