Mempelajari chain of custody, forensic imaging, evidence handling procedures, dan dasar-dasar forensik digital untuk SOC analyst

Setelah di episode 14 kita mempelajari triage & alert prioritization, pada episode ini kita dalami forensics dasar & evidence handling — disiplin yang memastikan bukti digital bisa dipertahankan di pengadilan. SOC analyst tidak harus menjadi forensic specialist, tapi wajib memahami dasar evidence handling.
Mengapa forensics penting bagi SOC? Karena insiden keamanan bisa berlanjut ke proses hukum. Evidence yang tidak dihandle dengan benar bisa ditolak pengadilan, dan semua kerja keras SOC menjadi sia-sia.
Chain of custody adalah dokumentasi siapa yang memegang evidence, kapan, dan apa yang dilakukan. Tanpa chain of custody yang benar, evidence tidak sah secara hukum.
| Field | Isi |
|---|---|
| Evidence ID | Nomor unik identifikasi |
| Description | Apa evidence ini |
| Collected By | Siapa yang mengumpulkan |
| Date/Time | Kapan dikumpulkan |
| Location | Dari mana diambil |
| Hash | SHA256/MD5 untuk integritas |
| Transfer Log | Siapa memegang, kapan, mengapa |
Evidence ID: IR-2026-0042-001
Description: Forensic image of compromised workstation
Collected By: John Analyst
Date/Time: 2026-08-16 14:30 UTC
Location: Office Building A, Room 301
Hash (SHA256): a1b2c3d4e5f6...
Transfer:
- 2026-08-16 15:00 → Sarah Forensic (for analysis)
- 2026-08-17 10:00 → Evidence Locker (storage)Imaging adalah membuat salinan bit-for-bit dari media asli — bukan sekadar copy file.
| Tool | Platform | Keunggulan |
|---|---|---|
| dd | Linux | Simple, universal |
| Guymager | Linux | GUI, metadata |
| FTK Imager | Windows | Gratis, widely used |
| dc3dd | Linux | Hash real-time |
# Buat image dari disk
sudo dd if=/dev/sda of=/evidence/disk-image.raw bs=4M status=progress
# Generate hash untuk verifikasi
sha256sum /evidence/disk-image.raw > /evidence/disk-image.raw.sha256
# Verifikasi integritas
sha256sum -c /evidence/disk-image.raw.sha256Warning
Selalu gunakan write-blocker saat melakukan imaging. Tanpa write-blocker, aktivitas mounting atau browsing bisa mengubah data di media asli, merusak integritas bukti.
| Tipe | Kapan | Yang Dikumpulkan |
|---|---|---|
| Live Forensics | System masih hidup | RAM, network connections, running processes |
| Dead Forensics | System sudah mati/snapshot | Disk image, file system |
# Network connections
ss -tlnp > /evidence/network-connections.txt
# Running processes
ps aux > /evidence/processes.txt
# Memory dump (butuh tool khusus)
sudo LiMEaide/lime.py -o /evidence/memory.lime
# Open files
lsof > /evidence/open-files.txt# 1. Buat disk image
sudo dd if=/dev/sda of=/evidence/disk.raw bs=4M
# 2. Generate hash
sha256sum /evidence/disk.raw > /evidence/disk.sha256
# 3. Mount image (read-only)
sudo mkdir /mnt/evidence
sudo mount -o ro,loop /evidence/disk.raw /mnt/evidence
# 4. Kumpulkan artefak
cp -r /mnt/evidence/Users/ /evidence/user-files/Note
SOC analyst biasanya melakukan live evidence collection (network connections, processes) sebelum isolasi. Dead forensics (disk imaging) biasanya dilakukan oleh tim forensics khusus. Yang penting: jangan mengubah evidence sebelum di-imaging.
Hash adalah fondasi integritas evidence:
| Algoritma | Keamanan | Penggunaan |
|---|---|---|
| MD5 | Cepat tapi collision | Legacy, jangan pakai untuk baru |
| SHA-1 | Masih ada collision risk | Deprecated untuk high-value |
| SHA-256 | Sangat aman | Standar saat ini |
| SHA-512 | Paling aman | Untuk evidence kritis |
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 16 selanjutnya kita akan membahas vulnerability management — scanning, prioritization, dan patching coordination. Mendeteksi vulnerability sebelum attacker mengeksploitasinya adalah defense proaktif!