Belajar Security Analyst - Forensics Dasar & Evidence
Episode 15 of 28

Belajar Security Analyst - Forensics Dasar & Evidence

Mempelajari chain of custody, forensic imaging, evidence handling procedures, dan dasar-dasar forensik digital untuk SOC analyst

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 14 kita mempelajari triage & alert prioritization, pada episode ini kita dalami forensics dasar & evidence handling — disiplin yang memastikan bukti digital bisa dipertahankan di pengadilan. SOC analyst tidak harus menjadi forensic specialist, tapi wajib memahami dasar evidence handling.

Mengapa forensics penting bagi SOC? Karena insiden keamanan bisa berlanjut ke proses hukum. Evidence yang tidak dihandle dengan benar bisa ditolak pengadilan, dan semua kerja keras SOC menjadi sia-sia.

Chain of Custody

Chain of custody adalah dokumentasi siapa yang memegang evidence, kapan, dan apa yang dilakukan. Tanpa chain of custody yang benar, evidence tidak sah secara hukum.

Komponen Chain of Custody

FieldIsi
Evidence IDNomor unik identifikasi
DescriptionApa evidence ini
Collected BySiapa yang mengumpulkan
Date/TimeKapan dikumpulkan
LocationDari mana diambil
HashSHA256/MD5 untuk integritas
Transfer LogSiapa memegang, kapan, mengapa
Contoh chain of custody form
Evidence ID: IR-2026-0042-001
Description: Forensic image of compromised workstation
Collected By: John Analyst
Date/Time: 2026-08-16 14:30 UTC
Location: Office Building A, Room 301
Hash (SHA256): a1b2c3d4e5f6...
Transfer: 
  - 2026-08-16 15:00 → Sarah Forensic (for analysis)
  - 2026-08-17 10:00 → Evidence Locker (storage)

Forensic Imaging

Imaging adalah membuat salinan bit-for-bit dari media asli — bukan sekadar copy file.

Kenapa Imaging?

  • Original bisa berubah selama analisis
  • Imaging memastikan integritas bukti
  • Bisa dianalisis tanpa menyentuh original

Tools Imaging

ToolPlatformKeunggulan
ddLinuxSimple, universal
GuymagerLinuxGUI, metadata
FTK ImagerWindowsGratis, widely used
dc3ddLinuxHash real-time
LinuxForensic imaging dengan dd
# Buat image dari disk
sudo dd if=/dev/sda of=/evidence/disk-image.raw bs=4M status=progress
 
# Generate hash untuk verifikasi
sha256sum /evidence/disk-image.raw > /evidence/disk-image.raw.sha256
 
# Verifikasi integritas
sha256sum -c /evidence/disk-image.raw.sha256

Warning

Selalu gunakan write-blocker saat melakukan imaging. Tanpa write-blocker, aktivitas mounting atau browsing bisa mengubah data di media asli, merusak integritas bukti.

Evidence Handling Procedures

Live vs Dead Forensics

TipeKapanYang Dikumpulkan
Live ForensicsSystem masih hidupRAM, network connections, running processes
Dead ForensicsSystem sudah mati/snapshotDisk image, file system

Live Evidence Collection

LinuxKumpulkan live evidence (Linux)
# Network connections
ss -tlnp > /evidence/network-connections.txt
 
# Running processes
ps aux > /evidence/processes.txt
 
# Memory dump (butuh tool khusus)
sudo LiMEaide/lime.py -o /evidence/memory.lime
 
# Open files
lsof > /evidence/open-files.txt

Dead Evidence Collection

LinuxDead evidence collection workflow
# 1. Buat disk image
sudo dd if=/dev/sda of=/evidence/disk.raw bs=4M
 
# 2. Generate hash
sha256sum /evidence/disk.raw > /evidence/disk.sha256
 
# 3. Mount image (read-only)
sudo mkdir /mnt/evidence
sudo mount -o ro,loop /evidence/disk.raw /mnt/evidence
 
# 4. Kumpulkan artefak
cp -r /mnt/evidence/Users/ /evidence/user-files/

Note

SOC analyst biasanya melakukan live evidence collection (network connections, processes) sebelum isolasi. Dead forensics (disk imaging) biasanya dilakukan oleh tim forensics khusus. Yang penting: jangan mengubah evidence sebelum di-imaging.

Verifikasi Integritas

Hash adalah fondasi integritas evidence:

AlgoritmaKeamananPenggunaan
MD5Cepat tapi collisionLegacy, jangan pakai untuk baru
SHA-1Masih ada collision riskDeprecated untuk high-value
SHA-256Sangat amanStandar saat ini
SHA-512Paling amanUntuk evidence kritis

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Chain of custody adalah fondasi legal evidence — dokumentasi harus lengkap.
  • Forensic imaging = bit-for-bit copy, bukan file copy.
  • Live evidence collection dilakukan sebelum isolasi (RAM, network, processes).
  • Selalu gunakan write-blocker dan verifikasi hash.

Di episode 16 selanjutnya kita akan membahas vulnerability management — scanning, prioritization, dan patching coordination. Mendeteksi vulnerability sebelum attacker mengeksploitasinya adalah defense proaktif!

Belajar Security Analyst - Forensics Dasar & Evidence | Belajar Security Analyst