Belajar Security Tester - Security Testing Strategy & Framework
Episode 2 of 28

Belajar Security Tester - Security Testing Strategy & Framework

Memahami berbagai jenis security testing (SAST/DAST/SCA/manual), framework OWASP, dan cara merancang security test plan yang terintegrasi dalam SDLC

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 1 kita memahami peran security tester, pada episode ini kita membangun strategi — kerangka kerja yang menentukan kapan, bagaimana, dan tools apa yang dipakai untuk menguji keamanan. Tanpa strategi yang jelas, security testing menjadi reaktif dan tidak efisien.

Mengapa strategi penting? Karena tidak ada satu tools yang bisa menemukan semua kerentanan. Kombinasi SAST, DAST, SCA, dan manual testing masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan. Tugas security tester adalah mengkombinasikan pendekatan ini secara efektif.

Jenis-Jenis Security Testing

SAST (Static Application Security Testing)

SAST menganalisis source code tanpa menjalankan aplikasi. Tools seperti Semgrep, CodeQL, dan SonarQube memindai kode untuk pola-pola yang berpotensi vulnerable.

bash
# Contoh: Semgrep scan
semgrep --config p/owasp-top-ten --json .
KelebihanKekurangan
Dapat dijalankan di awal developmentBanyak false positives
Tidak membutuhkan running appTidak menemukan runtime issues
Terintegrasi CI/CD dengan mudahTerbatas pada bahasa yang didukung

DAST (Dynamic Application Security Testing)

DAST menguji aplikasi yang sudah berjalan dari luar — perspektif attacker. Tools seperti OWASP ZAP dan Burp Suite scanner melakukan ini.

bash
# Contoh: ZAP baseline scan
docker run -t ghcr.io/zaproxy/zaproxy:stable zap-baseline.py \
  -t http://localhost:3000 -r report.html
KelebihanKekurangan
Testing dari perspektif attackerMembutuhkan aplikasi berjalan
Menemukan runtime vulnerabilitiesLambat untuk aplikasi besar
Bahasa-agnostikTidak bisa melihat source code

SCA (Software Composition Analysis)

SCA memindai dependencies untuk vulnerability yang sudah diketahui. Tools seperti Snyk, Trivy, dan npm audit.

bash
# Contoh: npm audit
npm audit --json

Manual Testing

Manual testing dilakukan oleh security tester untuk menemukan vulnerability yang tidak terdeteksi oleh tools otomatis — terutama business logic flaws dan chained attacks.

Tip

Kombinasikan keempat pendekatan ini: SAST di awal development, SCA di setiap dependency update, DAST di staging environment, dan manual testing sebelum release.

Framework OWASP

OWASP Testing Guide

OWASP Testing Guide menyediakan methodology testing terstruktur — checklist untuk testing authentication, authorization, input validation, dan banyak lagi. Gunakan ini sebagai dasar security test plan.

OWASP ASVS (Application Security Verification Standard)

ASVS menyediakan requirements keamanan yang terverifikasi — dari level 1 (dasar) hingga level 3 (advanced). Cocok untuk compliance testing dan benchmarking.

OWASP Top 10

Daftar 10 vulnerability paling kritis. Security tester harus memahami dan bisa menguji setiap kategori — kita bahas mendalam di episode 4.

Merancang Security Test Plan

text
Security Test Plan
├── Scope: Aplikasi/API yang diuji
├── Timeline: Kapan testing dilakukan
├── Methods: SAST + DAST + SCA + Manual
├── Tools: Burp Suite, ZAP, Semgrep, Snyk
├── Entry Criteria: Aplikasi deployed di staging
├── Exit Criteria: Zero critical/high findings
├── Report Format: Severity + CVSS + Remediation
└── Responsible: Security tester + Developer

Integrasi ke SDLC

Fase SDLCAktivitas Security Testing
PlanningTentukan security requirements
DevelopmentSAST scan di IDE, pre-commit hooks
BuildSCA scan, SAST di CI
TestingDAST scan di staging, manual testing
DeploymentContainer scan, config review
MonitoringRuntime protection, logging

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Empat pendekatan: SAST (source code), DAST (running app), SCA (dependencies), Manual (logic & chained attacks).
  • Framework OWASP: Testing Guide untuk methodology, ASVS untuk requirements, Top 10 untuk fokus utama.
  • Security test plan: scope, timeline, methods, tools, entry/exit criteria, dan responsible persons.
  • Integrasi SDLC: security testing bukan aktivitas terisolasi, tetapi terintegrasi di setiap fase development.

Di episode 3 selanjutnya kita akan membahas web security testing basics — HTTP, cookies, CORS, security headers, dan cara review header aplikasi kalian. Sampai jumpa di episode 3!