Belajar semantic-release & Conventional Commits dari dasar hingga siap produksi: pre-requisites & setup environment, sejarah & mengapa menggunakan semantic release, konsep dasar & arsitektur utama, conventional commits & commit message standard, Git Flow branching strategy, semantic release setup dasar, GitHub Actions workflow basics, staging vs production release flow, commit analyzer & release rules, linting & build automation, semantic release dry run & verification, branch-based release conditions, GitHub Actions security best practices, protected branches & PR policies, audit changelog & release notes, multi-branch release strategy, custom release plugins & extensions, migrasi existing repo ke conventional commits, release monitoring & post-release checks, GitOps dan release automation, organization standards & training, scaling release automation in teams, hingga production hardening & best practices dengan total 23 episode.
Menyiapkan fondasi untuk otomatisasi release: skill Git, dasar CI/CD, dan familiaritas Node.js sebagai runtime semantic-release. Lalu memasang Node.js, VS Code dengan ekstensi GitHub, dan GitHub CLI agar environment siap menulis commit berformat Conventional Commits sejak hari pertama.

Mengupas masalah release manual: menentukan versi, menulis changelog, publish, dan tagging yang rentan error. Kemudian bagaimana Conventional Commits mengubah riwayat commit menjadi data yang bisa dianalisis mesin, dan mengapa semantic-release mengalahkan semver-script seadanya.

Memahami aturan SemVer, cara commit analyzer menentukan jenis rilis, dan alur pipeline dari lint, build, dry run, hingga release. Lalu membedah sembilan langkah plugin pipeline beserta peran plugin inti semantic-release.

Menguasai format commit type, scope, dan subject beserta sepuluh type yang umum dipakai. Termasuk cara menandai breaking change agar rilis major terdeteksi, dilengkapi contoh commit yang benar dan salah.

Memahami strategi branching Git Flow dan adaptasinya ke dua branch: staging sebagai release candidate dengan suffix rc, dan main sebagai release stable. Termasuk diagram siklus hidup branch dan urutan perintah git dari fitur hingga rilis.

Memasang semantic-release beserta plugin intinya lalu menyusun release.config.cjs dengan branch main dan staging rc. Termasuk custom rules commit analyzer untuk memetakan type commit ke jenis rilis dan alternatif konfigurasi lewat package.json.

Membuat workflow GitHub Actions dengan trigger push, pull request, dan workflow_dispatch. Lalu memisahkan job ci untuk lint dan build, job release yang berjalan hanya di main dan staging, serta pengelolaan secret seperti GITHUB_TOKEN dan NPM_TOKEN.

Membedah alur rilis dua jalur: staging sebagai tempat release candidate berakhiran rc dan main sebagai cabang stabil tanpa akhiran. Termasuk perbandingan dry run dengan actual release serta workflow yang melayani kedua jalur sekaligus.

Membongkar commit analyzer, otak semantic-release yang mengubah setiap pesan commit menjadi keputusan versi. Termasuk pemetaan default preset angular, kustomisasi release rules dan parserOpts, serta urutan evaluasi aturan yang menentukan hasil akhir.

Menyusun pipeline lint dan build yang terpisah sebagai gerbang kualitas sebelum rilis. Menghubungkan status check ke validasi pull request serta menerapkan stage gate agar hanya kode yang lolos lint dan build yang boleh digabungkan ke branch utama.
