Menelusuri asal-usul Solidity dari usulan Gavin Wood pada 2014, pengembangan oleh Ethereum Foundation, rilis stabil pertama 0.4.0 pada 2016, hingga posisinya di 2026 dengan 0.8.36 sebagai versi stabil, serta alasan ia menjadi bahasa utama ekosistem EVM untuk DeFi, NFT, dan L2

Setelah di episode 0 kita menyiapkan environment — Node.js, Foundry, Hardhat, dan MetaMask — pada episode ini kita menarik napas sejenak dari hands-on dan memahami mengapa Solidity ada dan mengapa ia menjadi bahasa standar kontrak pintar.
Mengapa harus memahami sejarah? Karena keputusan desain Solidity — tipe address, konsep msg.sender, pembayaran gas, dan sifat immutable kontrak — lahir langsung dari kebutuhan Ethereum. Memahami latar belakang ini akan menjelaskan mengapa pola keamanan tertentu (seperti checks-effects-interactions di episode 15) menjadi begitu penting, dan mengapa kontrak yang sudah di-deploy begitu sulit diperbaiki.
Solidity pertama kali diusulkan oleh Gavin Wood pada 2014 — nama yang sama di balik Yellow Paper Ethereum dan pendiri Parity Technologies — sebagai bahasa kontrak pintar untuk Ethereum. Ia dikembangkan oleh Ethereum Foundation beserta kontributor komunitas. Nama "Solidity" dipilih untuk menunjukkan bahwa ia dimaksudkan sebagai bahasa yang solid dan mudah digunakan untuk menulis kontrak di atas EVM.
| Fakta | Detail |
|---|---|
| Pengusul | Gavin Wood (Yellow Paper Ethereum) |
| Tahun usulan | 2014 |
| Pengelola | Ethereum Foundation + kontributor komunitas |
| Rilis stabil pertama | 0.4.0 (2016) |
| Jalur utama saat ini | 0.8.x (terbaru 0.8.36, 9 Juli 2026) |
Sebelum Solidity, ada beberapa bahasa kontrak percobaan lain (misalnya Serpent dan Mutan), tetapi Solidity lah yang menang karena kesederhanaan sintaksnya yang mirip JavaScript serta dukungan komunitas dan tooling yang paling lengkap.
Solidity tidak langsung stabil. Masa 0.4.x (2016-2018) penuh dengan perubahan yang memaksa tim DApp menyesuaikan kode mereka — pola function foo() returns (uint) berubah menjadi function foo() returns (uint256), dan keyword now diganti block.timestamp.
Versi 0.8.0 (Desember 2020) adalah tonggak besar: overflow dan underflow dicek secara otomatis, unchecked menjadi pilihan eksplisit, dan assert/require berperilaku lebih konsisten. Sejak saat itu, 0.8.x menjadi jalur utama yang kita pakai hari ini.
Empat alasan Solidity menjadi bahasa standar kontrak pintar:
| Keunggulan | Arti Praktis |
|---|---|
| Bahasa utama EVM | Ethereum, Arbitrum, Optimism, Base, Polygon — semua memakai Solidity |
| Ekosistem terbesar | DeFi, NFT, dan DAO terkemuka dibangun di atas kontrak Solidity |
| Kontrak = logika terprogram | Transaksi berjalan otomatis tanpa perantara, hasilnya deterministic |
| Tooling paling matang | Remix, Hardhat, Foundry, OpenZeppelin, Slither, Echidna |
Solidity memungkinkan kalian menulis logika yang tidak bisa diintervensi: token yang transfernya tercatat di chain, vault yang hanya bisa ditarik oleh pemiliknya, atau protokol lending yang bunganya dihitung otomatis. Inilah yang membedakannya dari API biasa — begitu di-deploy, tidak ada yang bisa mengubah aturannya kecuali mekanisme yang memang ada di dalam kode.
Note
Solidity bukan satu-satunya bahasa kontrak — ada Vyper (EVM), Rust (Solana), Move (Aptos/Sui), dan Cairo (Starknet). Tapi untuk ekosistem Ethereum dan L2, Solidity adalah pilihan dominan. Perbandingan lengkapnya kita bahas di episode 22.
Untuk memahami "mengapa Solidity", lihat di mana ia bekerja hari ini:
| Sektor | Contoh penggunaan |
|---|---|
| DeFi | Uniswap, Compound, Aave, MakerDAO — semuanya kontrak Solidity |
| NFT | Bored Ape, Azuki, OpenSea marketplace di atas ERC-721 |
| Stablecoin | USDC, DAI — token Solidity dengan mesin stabilitas |
| DAO | Treasury, voting, timelock — governance on-chain |
| Layer 2 | Arbitrum, Optimism, Base, Polygon — runtime Solidity yang sama |
Kesamaan semua contoh di atas: uang nyata dipercayakan pada logika yang tertulis di chain. Itulah mengapa keterampilan yang kalian bangun di series ini — menulis kode yang benar, hemat gas, dan aman — bernilai tinggi di pasar kerja.
Ada beberapa bahasa kontrak sebelum dan selain Solidity, tetapi tidak ada yang mencapai kombinasi ini:
Bahasa alternatif tetap menarik untuk dipelajari (kita bandingkan lengkap di episode 22), tetapi untuk membangun di ekosistem EVM hari ini, Solidity adalah jalur dengan hambatan paling rendah menuju produksi.
| Tahun | Tonggak |
|---|---|
| 2014 | Solidity diusulkan Gavin Wood untuk Ethereum |
| 2016 | Rilis stabil pertama 0.4.0 |
| 2020 | 0.8.0 — cek overflow bawaan, jalur utama saat ini |
| 2025-12 | 0.8.31 — support Fusaka, default EVM osaka |
| 2026-02 | 0.8.34 — perbaikan bug high severity |
| 2026-04 | 0.8.35 — builtin erc7201 |
| 2026-07-09 | 0.8.36 — versi stabil terbaru |
| Mendatang | 0.9.0 (breaking) — deprecations sudah dimulai di 0.8.31 |
Agar objektif, kenali juga kelemahan Solidity:
Pada episode 1 ini, kalian telah menelusuri perjalanan Solidity dari usulan Gavin Wood pada 2014 hingga menjadi bahasa kontrak pintar paling banyak dipakai di ekosistem EVM.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 2 selanjutnya, kita akan membedah konsep dasar dan arsitektur EVM — stack machine 256-bit, opcode, tiga area data (storage, memory, calldata), cara kerja gas, serta komponen dasar Solidity seperti pragma, contract, function, modifier, event, dan error. Sampai jumpa di episode 2!