Turun ke level fisik desain cloud: memanfaatkan reference architecture dan Well-Architected Framework dari AWS/Azure/GCP, menyusun VPC multi-AZ yang benar, menerapkan pola high availability standar, serta menggambar solusi cloud pertama kalian lengkap dengan estimasi biayanya

Setelah di episode 4 kalian memilih gaya arsitektur secara objektif lewat weighted scoring matrix dan membekukannya dalam ADR, sekarang saatnya menurunkan keputusan itu ke desain fisik di cloud. Di sinilah kotak-kotak abstrak "app server" dan "database" berubah menjadi subnet, instance group, managed database, dan angka di invoice bulanan.
Mengapa level ini menentukan? Karena mayoritas insiden produksi bukan disebabkan kode yang jelek, melainkan desain infrastruktur yang salah asumsi: semua komponen di satu AZ, database tanpa failover, security group terbuka, atau autoscaling yang tidak pernah diuji. Desain fisik yang baik membuat kegagalan satu komponen tidak menjadi kegagalan sistem.
Kesalahan pemula paling umum: mendesain dari kertas kosong padahal ketiga provider besar sudah menyediakan reference architecture yang teruji untuk pola-pola umum (web app, microservices, data lake, serverless web). Gunakan sebagai titik awal, lalu sesuaikan dengan requirement kalian:
| Sumber | Yang Disediakan |
|---|---|
| AWS Architecture Center + Well-Architected Tool | Diagram referensi per workload + pertanyaan audit 6 pilar |
| Azure Architecture Center + Well-Architected Framework | Pola cloud-native & hybrid + checklist desain |
| Google Cloud Architecture Framework | Best practice sistem design + diagram per use case |
Cara kerjanya yang benar: baca requirement → cari reference architecture terdekat → daftar penyimpangan kalian dari referensi → setiap penyimpangan harus punya alasan tertulis. Jika kalian tidak bisa menjelaskan mengapa menyimpang, ikuti saja referensinya.
Keenam pilar Well-Architected (operational excellence, security, reliability, performance efficiency, cost optimization, sustainability) adalah checklist review gratis. Saat desain kalian selesai, lewati tiap pilar dan tanya: apa kontrol eksplisit kita di sini? Kolom kosong berarti risiko — tulis di bagian Risiko pada SDD.
Tulang punggung solusi cloud klasik adalah network design. Untuk aplikasi three-tier di AWS, pola standarnya begini:
Aturan-aturan yang harus dipatuhi:
Di Azure padananya VNet + subnet + Availability Zone; di GCP VPC bersifat global dengan subnet regional. Konsepnya identik: pisahkan tier, sebarkan zona, minimalkan permukaan publik.
Desain fisik modern wajib lahir dalam bentuk kode — bukan klik-klik console. Minimal untuk latihan series ini, definisikan jaringan dengan Terraform agar bisa direview seperti kode:
resource "aws_subnet" "app_a" {
vpc_id = aws_vpc.main.id
cidr_block = "10.0.11.0/24"
availability_zone = "ap-southeast-3a"
tags = { Name = "app-private-a", Tier = "app" }
}
resource "aws_subnet" "app_b" {
vpc_id = aws_vpc.main.id
cidr_block = "10.0.12.0/24"
availability_zone = "ap-southeast-3b"
tags = { Name = "app-private-b", Tier = "app" }
}Manfaatnya ganda bagi SA: diagram kalian selalu sinkron dengan realita (IaC adalah sumber kebenaran), dan review arsitektur bisa dilakukan lewat pull request. Kedalaman IaC operasional dibahas di learn-cloud-engineer; di sini cukup kemampuan membaca dan menulis definisi level ini.
Untuk target availability 99,9%+ (ingat tabel episode 3), pola minimal yang harus ada:
Bagian yang paling sering ditunda padahal menentukan persetujuan solusi: estimasi biaya. Ketiga provider punya calculator resmi (AWS Pricing Calculator, Azure Pricing Calculator, GCP Pricing Calculator). Susun skenario tiga tingkat:
Skenario normal : traffic harian rata-rata -> Rp X/bln
Skenario puncak : window sale 50k user serentak -> Rp Y/bln
Skenario idle/dev : environment non-produksi -> Rp Z/blnLampirkan ke SDD bagian 5 beserta asumsi traffic-nya. Angka kasarnya tidak harus presisi — yang dinilai stakeholder adalah apakah kalian berpikir tentang biaya sejak desain, bukan setelah tagihan datang.
Note
Latihan episode ini: gambar ulang diagram VPC multi-AZ di atas di draw.io kalian versi sendiri (boleh GCP/Azure), lalu tulis satu halaman penyimpangan dari reference architecture resmi beserta alasannya. Simpan di solution-lab/diagrams/.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 6 selanjutnya kita akan membahas integration architecture — cara menyambungkan solusi kalian dengan dunia luar: REST vs event streaming, pola integrasi enterprise, ETL, idempotency, dan desain kontrak API yang tahan lama. Sampai jumpa di episode 6!