Belajar Svelte dari dasar hingga production-grade: pre-requisites skill & setup environment, sejarah latar belakang & mengapa membutuhkan Svelte, konsep dasar & arsitektur utama, memulai proyek Svelte, template & bindings, component communication, stores & state management, transitions & animations, data fetching & async, routing & navigation, forms & validation, configuration & environment, authentication & authorization, secure data fetching, content security & performance, performance optimization, testing & quality, accessibility & UX, architecture & design patterns, tooling modern & build automation, deployment & hosting, server-side rendering & SvelteKit, observability & monitoring, hingga stable modern features & future trends dengan total 24 episode.
Sebelum menyentuh Svelte, kalian perlu menguasai HTML, CSS, dan JavaScript modern, paham konsep reactive programming dan komponen, serta nyaman dengan command line dan package manager. Di episode ini kalian menyiapkan Node.js LTS, editor VS Code dengan extension Svelte, dan memverifikasi tooling pertama.

Episode ini menelusuri sejarah Svelte dari lahirnya gagasan compiler-driven framework, rilis Svelte 3 dengan reaktivitas tanpa API, hingga kehadiran SvelteKit. Kalian juga memahami masalah yang diselesaikan Svelte dan bagaimana ia berbeda dari React, Vue, dan Angular.

Episode ini membedah arsitektur Svelte: bagaimana compiler mengubah deklarasi reaktif menjadi kode imperative, struktur file .svelte, reactive declarations dan store, lifecycle hooks, serta mekanisme scoped CSS. Ini adalah fondasi yang dipakai semua episode berikutnya.

Episode ini memandu kalian membuat aplikasi Svelte nyata pertama: scaffold dengan npm create svelte@latest atau Vite, memahami struktur proyek src/routes, src/lib, dan static, menjalankan dev server dengan hot reload, serta menyiapkan TypeScript, ESLint, dan Prettier agar proyek siap dikembangkan.

Episode ini membedah bahasa template Svelte: deklarasi variabel dan interpolasi, property binding, event binding, class binding, reactive statements, store, serta conditional dan list rendering dengan #if, #each. Ini adalah sintaks inti yang dipakai di seluruh episode berikutnya.

Episode ini membahas cara komponen Svelte berkomunikasi: props untuk data dari parent ke child, event dispatch untuk child ke parent, slot untuk injeksi konten, two-way binding dengan bind, serta pola komposisi komponen yang reusable dan mudah dipelihara.

Episode ini membedah state management di Svelte: writable, readable, dan derived stores, custom stores dengan method sendiri, mekanisme subscription, serta integrasi store dengan reactive statements dan lifecycle. Kalian juga belajar kapan memakai store dibanding runes.

Episode ini membawa gerak ke antarmuka kalian: built-in transitions, motion directives transition, in, out, dan animate, custom animation dengan tweened dan spring, serta cara memakai motion sebagai bagian dari strategi UI dan UX yang matang.

Episode ini membahas cara aplikasi Svelte mengambil data: fetch dan async/await, reactive data loading dengan error handling, load functions SvelteKit untuk data sisi server, serta pola caching sederhana dan manajemen request state.

Episode ini membahas routing dan navigasi di SvelteKit: routing berbasis filesystem dengan +page dan +layout, dynamic dan nested routes, navigasi dengan elemen a dan fungsi goto, serta route parameters, query parameters, dan mekanisme preload.
