Belajar SvelteKit, framework full-stack untuk Svelte, dari fondasi konsep hingga production-ready: pre-requisites & setup environment, sejarah latar belakang & mengapa membutuhkan SvelteKit, konsep dasar & arsitektur utama, memulai proyek SvelteKit, routing & nested routes, data loading & forms, reactive UI & components, stores & state management, configuration & runtime config, assets images & static content, API routes & back-end integration, forms validation & interaction, authentication & authorization, secure data fetching, caching & performance, performance optimization, testing & quality, accessibility & UX, architecture & maintainability, tooling modern & build automation, deployment & hosting, server-side rendering & static generation, observability & monitoring, hingga stable modern features & future trends dengan total 24 episode.
Sebelum menyentuh SvelteKit, kalian perlu menguasai HTML, CSS, dan JavaScript ES6+, memahami konsep component-based UI dan reactive programming, serta nyaman dengan command line dan Git. Di episode ini kalian juga menyiapkan Node.js, editor, dan memverifikasi environment.

Episode ini menelusuri sejarah Svelte dari compiler tahun 2016 hingga SvelteKit sebagai meta-framework full-stack, masalah yang diselesaikan, serta perbandingan dengan Svelte murni dan framework lain seperti Next.js atau Nuxt.

Episode ini membedah arsitektur SvelteKit: filesystem routing, load functions, server routes, dan lifecycle endpoint, plus peran Vite dan adapter dalam build process. Kalian juga mempelajari struktur proyek, nested layouts, server load versus client load, serta hooks dan runtime configuration.

Episode ini memandu kalian membuat proyek SvelteKit pertama dengan scaffolder resmi, membaca struktur folder dan konfigurasi awal, menjalankan dev server dengan hot module replacement, serta menyiapkan TypeScript, ESLint, dan Prettier agar codebase rapi sejak hari pertama.

Episode ini membedah routing SvelteKit: file-based routing di src/routes, dynamic routes dengan parameter opsional dan catch-all, nested layouts beserta layout reset, serta navigasi lewat anchor dan fungsi goto. Kalian juga belajar route groups untuk berbagi UI tanpa mengubah struktur URL.

Episode ini membahas alur data di SvelteKit: load functions di server dan client, fetching data memakai fetch di dalam load, form handling dengan server actions dan progressive enhancement, serta penanganan error dan redirect. Kalian akan memahami bagaimana data mengalir dari server ke komponen.

Episode ini membahas sisi presentasi SvelteKit: dasar-dasar komponen Svelte dengan runes, reactive statements dan bindings, slot serta context module untuk komponen reusable, dan styling scoped dengan CSS global. Kalian akan membangun UI yang benar-benar reaktif terhadap perubahan state.

Episode ini membahas state management di SvelteKit: writable, readable, dan derived stores, custom stores untuk shared state, sinkronisasi state antara server dan client, serta integrasi dengan TanStack Query untuk server state. Kalian akan memilih strategi state yang tepat untuk setiap kebutuhan.

Episode ini membahas konfigurasi SvelteKit: svelte.config.js dan runtime configuration, environment variables publik dan privat dengan modul $env, adapters dan deployment targets, serta feature flags untuk build environment yang berbeda. Kalian akan menyusun konfigurasi yang aman dan fleksibel.

Episode ini membahas aset dan konten statis: static assets di direktori static, image optimization dan gambar responsif dengan enhanced-img, content sourcing dari Markdown dan MDX, serta caching dan build-time optimizations. Kalian akan menyajikan konten cepat dengan aset yang terkelola rapi.
