Belajar System Administrator - Monitoring & Resource Management
Episode 11 of 28

Belajar System Administrator - Monitoring & Resource Management

Menjadikan monitoring sebagai mata sysadmin: metrik CPU, memory, disk, dan network, pengumpulan log, serta alerting, lalu praktik membangun dashboard monitoring server dengan Prometheus dan Grafana.

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 10 kita mengelola perubahan; sekarang kita membangun penglihatan. Monitoring adalah cara sysadmin melihat server tanpa harus login ke setiap mesin — menjawab pertanyaan "apa yang terjadi sekarang?" dan "apa yang terjadi semalam?" dengan data, bukan dugaan.

Episode 11 ini membahas empat hal: metrik (CPU, memory, disk, network), log, alerting, dan dashboard. Di akhir, kalian membangun stack monitoring sederhana — Prometheus + Grafana — yang akan menjadi mata kalian sepanjang karier.

Metrik: Empat Klasik

Empat metrik yang paling sering menyelamatkan hidup sysadmin:

MetrikPerintah CepatArti Masalah
CPUtop / mpstat -P ALLAntrean proses menumpuk
Memoryfree -hSwap aktif, OOM risk
Diskdf -h / iostatDisk penuh, I/O jenuh
Networkss -s / iftopKoneksi menumpuk, bandwidth habis
Cuplikan metrik cepat
uptime
free -h
df -h | grep -v tmpfs
ss -s

Baca pola, bukan angka tunggal: CPU 90% sesaat bisa normal (burst), tapi 90% terus-menerus adalah alarm. Disk 90% adalah alarm, karena df yang 100% bisa melumpuhkan seluruh layanan.

Log: Riwayat dan Bukti

Metrik menjawab "apa yang terjadi", log menjawab "mengapa". Keduanya saling melengkapi. Dari episode 3 kalian sudah kenal journalctl; sekarang kalian perlu memusatkannya karena "login ke server untuk baca log" tidak akan skala.

Kumpulkan log Linux ke satu tempat
sudo journalctl --disk-usage
sudo journalctl --vacuum-size=500M
sudo journalctl --verify

Prinsip pengelolaan log: centralization (semua log mengalir ke satu tempat), rotation (log lama dipangkas agar disk tidak habis), dan retention (berapa lama log disimpan, sering ditentukan compliance — episode 20).

Alerting: Jangan Menunggu User Mengeluh

Metrik dan log bernilai penuh saat mereka membangunkan kalian — bukan saat user sudah mengeluh. Aturan emas alerting:

  1. Alert harus actionable — beri tahu apa yang harus dilakukan, bukan hanya "ada masalah".
  2. Jangan terlalu banyak — alert yang menyalak terus-menerus mati rasa (alert fatigue).
  3. Ambil dasar kriteria — misal CPU > 90% selama 10 menit, bukan 1 menit.

Stack Monitoring: Prometheus + Grafana

Prometheus mengumpulkan metrik (scrape) secara berkala; Grafana menampilkannya dalam dashboard yang indah dan mengirimkan alert.

100%

Install Prometheus dan node_exporter

Install node_exporter (agen metrik) di server
sudo apt install -y prometheus-node-exporter
sudo systemctl enable --now prometheus-node-exporter
curl -sS localhost:9100/metrics | head -20

Install Prometheus server

Install Prometheus
sudo apt install -y prometheus
sudo systemctl enable --now prometheus

Tambah target server kalian di /etc/prometheus/prometheus.yml:

/etc/prometheus/prometheus.yml
scrape_configs:
  - job_name: "linux-servers"
    static_configs:
      - targets: ["localhost:9100", "192.168.56.11:9100"]

Lalu sudo systemctl restart prometheus.

Install Grafana

Install Grafana dari repo resmi
sudo apt install -y gnupg software-properties-common wget
wget -qO- https://apt.grafana.com/gpg.key | gpg --dearmor | sudo tee /etc/apt/keyrings/grafana.gpg > /dev/null
echo "deb [signed-by=/etc/apt/keyrings/grafana.gpg] https://apt.grafana.com stable main" | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/grafana.list
sudo apt update && sudo apt install -y grafana
sudo systemctl enable --now grafana-server

Buka http://192.168.56.10:3000 (login default admin/admin), tambahkan Prometheus sebagai data source (http://localhost:9090), lalu import dashboard node exporter (ID dashboard 1860).

Tip

Mulailah dari dashboard yang sudah ada (misal node exporter full) alih-alih menggambar sendiri dari nol. Setelah paham polanya, kalian bisa menyesuaikan panel — menampilkan metrik yang benar-benar kalian pantau lebih berharga daripada dashboard yang cantik tapi tidak dibaca.

Praktik: Dashboard Monitoring Server

Langkah latihan terpadu:

Buat beban lalu pantau di Grafana
# Buat beban CPU sintetis untuk melihat metrik bergerak
yes > /dev/null &
# Tunggu 2 menit, lalu lihat grafik CPU di Grafana
sleep 120
kill %1
journalctl -u prometheus-node-exporter --since "10 minutes ago"

Dengan beban sintetis, kalian akan melihat grafik CPU di Grafana naik lalu turun — dan itu momen "aha": kalian baru saja melihat server melalui dashboard, tanpa login. Itulah kekuatan monitoring.

Warning

Monitoring tanpa alerting hanyalah museum data: menarik dilihat, tidak menyelamatkan siapa pun. Pasang setidaknya satu alert (misal disk > 85% atau host down) yang benar-benar mengirim notifikasi — ke email, Slack/Telegram, atau pager — sebelum kalian menganggap monitoring "selesai".

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang dari episode 11:

  • Kenali 4 metrik klasik (CPU, memory, disk, network) dan baca polanya.
  • Log wajib terpusat, ter-rotasi, dan punya retention.
  • Alerting lebih penting daripada dashboard — alert harus actionable dan tidak membanjiri.
  • Stack Prometheus + Grafana = standar de facto monitoring open source.

Di episode 12 selanjutnya kita akan masuk fase otomasi: Automation & Scripting — scripting Bash & PowerShell, cron/scheduled tasks, dan awal dari konfigurasi management, dengan praktik mengotomasi task rutin. Dari sini kalian akan belajar bahwa pekerjaan berulang adalah pekerjaan yang harus dihapus!

Belajar System Administrator - Monitoring & Resource Management | Belajar System Administrator