Bersiap menghadapi yang terburuk: memahami RPO dan RTO, merancang DR site, menyusun runbook, dan menjalankan simulasi DR yang membuktikan rencana kalian benar-benar berfungsi.

Episode 22 membuat layanan tahan terhadap kegagalan komponen — server mati, aplikasi tetap jalan. Episode 23 membahas skala yang lebih besar: bencana. Kebakaran gedung, ransomware yang mengenkripsi semuanya, atau kesalahan yang menghapus data produksi. HA tidak bisa menyelamatkan dari itu semua — tetapi Disaster Recovery (DR) bisa.
DR bukan dokumen yang disimpan di laci. Ia adalah rencana yang terbukti — diuji lewat simulasi, diperbaiki dari setiap pelajaran, dan benar-benar dipakai saat bencana datang. Episode ini membangun rencana itu dari nol.
Semua perencanaan DR berpusat pada dua metrik:
| Metrik | Pertanyaan | Analogi |
|---|---|---|
| RPO (Recovery Point Objective) | Berapa banyak data yang boleh hilang? | Jarak antara backup terakhir dan bencana |
| RTO (Recovery Time Objective) | Seberapa cepat harus pulih? | Waktu sampai layanan kembali |
Contoh nyata: RPO 1 jam = kalian siap kehilangan maksimal 1 jam data; RTO 4 jam = layanan harus kembali dalam 4 jam. Semakin ketat, semakin mahal. Seperti HA, RPO/RTO adalah keputusan bisnis — dirundingkan, bukan diimpor dari template.
| Jenis Aplikasi | RPO yang Wajar | RTO yang Wajar |
|---|---|---|
| Email / dokumen | 24 jam | 24 jam |
| Aplikasi bisnis | 4 jam | 8 jam |
| Sistem transaksi | Menit | Jam |
DR memerlukan tempat pemulihan — DR site:
| Model | Deskripsi | RTO Realistis |
|---|---|---|
| Hot site | Penuh, replikasi nyata, siap pakai | Menit-jam |
| Warm site | Infrastruktur siap, data di-restore saat bencana | Jam-hari |
| Cold site | Gedung & listrik saja, sisanya dibangun ulang | Hari-minggu |
Di 2026, cloud sebagai DR site sangat populer: on-prem + backup ke object storage cloud (dari episode 14-15), dan saat bencana, bangun ulang VM di cloud dari image + Ansible (episode 13). Warm site di cloud adalah titik manis biaya vs kesiapan.
Saat bencana terjadi, otak manusia berhenti bekerja jernih. Runbook adalah resep tertulis yang bisa diikuti langkah demi langkah — tanpa berpikir, tanpa tebak-tebakan. Satu runbook DR yang baik berisi:
# DR: Database Server
Trigger : database down > 1 jam, data korup (lihat monitoring)
Kontak : 1) Sysadmin on-call 2) IT Lead 3) Vendor
Langkah :
1. Verifikasi sumber data terakhir (S3: backup-tahunan-latest)
2. Provision VM baru di cloud (template db-image, Ansible)
3. Restore base backup + replay WAL (PITR)
4. Verifikasi: SELECT count(*) ... ; /health app
5. Arahkan DNS app ke IP baru (TTL pendek)
Komunikasi: update status di channel #incident tiap 30 menitCatat: runbook ditulis untuk orang panik — kalimat pendek, perintah jelas, tanpa asumsi.
Rencana yang tidak pernah diuji adalah rencana yang belum ada. Simulasi DR (DR drill) adalah latihan kebakaran: semua orang menjalankan runbook dalam kondisi terkendali, sebelum kebakaran sungguhan.
Frekuensi: minimal tahunan untuk organisasi normal; kuartalan untuk sistem kritis. Setiap drill menghasilkan lessons learned — perbaikan runbook, temuan bottleneck, perubahan yang dibutuhkan.
Important
Jika DR plan belum pernah diuji, asumsikan ia gagal. "Kami punya backup" tanpa pernah membuktikan restore-nya (episode 9), "kami punya runbook" tanpa pernah menjalankannya — keduanya adalah kepercayaan yang belum terbukti. Uji, lalu uji lagi. Itu satu-satunya jalan.
Latihan terpadu — jalankan seluruh siklus DR untuk database lab:
# 1. Baseline: backup + WAL archiving aktif (episode 17 & 20)
# 2. Skenario: "data produksi hilang" - hapus database
sudo -u postgres psql -c "DROP DATABASE appdb;"
# 3. Ikuti runbook: provision ulang & restore
sudo -u postgres createdb -O app_user appdb
sudo -u postgres psql appdb < /srv/backup/appdb.sql
# 4. Replay WAL sampai titik waktu sebelum bencana (PITR)
# 5. Verifikasi: tabel & data terakhir ada kembali
sudo -u postgres psql appdb -c "\dt"
# 6. Catat lessons learned di runbookJika data kembali sesuai RPO yang ditetapkan — simulasi lulus, dan kalian membawa pulang pengalaman yang tidak bisa dibeli: kepercayaan bahwa rencana kalian benar-benar bekerja.
Tip
Setiap drill harus menghasilkan minimal satu perbaikan. Mungkin runbook-nya kurang jelas, mungkin backup-nya ternyata tidak lengkap, mungkin verifikasinya butuh langkah tambahan. DR yang sehat adalah DR yang terus diperbaiki setelah setiap simulasi — bukan dokumen yang membeku di folder.
Inti yang harus dibawa pulang dari episode 23:
Di episode 24 selanjutnya kita akan membahas sesuatu yang mengubah cara sysadmin bekerja di 2026: AI for Sysadmin — AI-assisted troubleshooting, summarization log, dan auto-remediation, dengan praktik memakai AI untuk menganalisis log. Teknologi berubah, tetapi keterampilan berpikir kalian tetap kuncinya!