Backup bukan soal menyalin file, melainkan soal bisa mengembalikannya. Episode ini membahas strategi 3-2-1, tools Restic/Borg/Veeam, dan praktik backup + drill restore yang menjadi kebiasaan wajib sysadmin.

Di episode 7 kita menegaskan bahwa RAID bukan backup. Episode 9 ini membahas hal yang sebenarnya: backup & restore — disiplin yang menentukan apakah sebuah organisasi selamat dari bencana atau tutup.
Kalimat yang wajib kalian hafal seumur hidup: "Backup tidak ada artinya jika restore-nya gagal." Backup yang tidak pernah diuji restore-nya hanyalah ilusi keamanan. Episode ini membangun kebiasaan itu dari awal: strategi, tools, dan — yang terpenting — drill restore.
Strategi 3-2-1 adalah standar emas industri:
| Faktor | Tujuan | Contoh Pemenuhan |
|---|---|---|
| 3 salinan | Satu salinan bisa rusak tanpa panik | Prod + backup lokal + backup cloud |
| 2 media | Media rusak tidak menghancurkan semua | Hard disk + object storage |
| 1 off-site | Bencana lokal tidak memusnahkan data | R2/S3 bucket + laptop di rumah |
Varian modern: 3-2-1-1-0 (tambah 1 offline/immutable dan 0 kesalahan restore). Kita akan menyentuh immutable backup lagi di episode 20.
| Tipe | Isi | Ukuran | Kecepatan Restore |
|---|---|---|---|
| Full | Semua data | Besar | Tercepat |
| Incremental | Perubahan sejak backup terakhir | Kecil | Lambat (rantai) |
| Differential | Perubahan sejak full terakhir | Sedang | Sedang |
Ada juga deduplication (data berulang disimpan sekali) — fitur andalan Restic/Borg. Ini membuat backup incremental terasa seperti differential dalam efisiensi, karena blok yang sama tidak dikirim ulang.
Pilih tools sesuai lingkungan:
| Tool | Platform | Kekuatan | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|
| Restic | Linux/macOS/Windows | Deduplikasi + enkripsi + cloud native | Backup Linux ke cloud object storage |
| BorgBackup | Linux | Deduplikasi agresif, kompresi | Repository lokal/NAS |
| Veeam | Windows/Linux | Backup VM & aplikasi enterprise | Lingkungan VMware/Hyper-V |
Restic sangat cocok sebagai contoh karena sederhana, terenkripsi, dan berbicara langsung dengan cloud storage:
sudo apt install -y restic
restic init --repo /srv/backup-repo --password-file /etc/restic/pwrestic -r /srv/backup-repo backup /srv/data --password-file /etc/restic/pw
restic -r /srv/backup-repo snapshots --password-file /etc/restic/pw
restic -r /srv/backup-repo check --password-file /etc/restic/pwsudo apt install -y borgbackup
borg init --encryption=repokey /srv/borg-repo
borg create /srv/borg-repo::host-$(date +%Y-%m-%d) /srv/data
borg list /srv/borg-repo
borg prune -d 7 -w 4 -m 6 /srv/borg-repo --statsborg prune menerapkan retention policy (7 daily, 4 weekly, 6 monthly) agar repository tidak membengkak tak terkendali.
Tip
Enkripsi backup adalah keharusan — terutama untuk data off-site. Restic dan Borg terenkripsi secara default (hanya yang punya passphrase bisa membaca). Veeam menyediakan enkripsi per-job. Jangan pernah mengirim data sensitif ke cloud tanpa enkripsi; detailnya di episode 20.
Jika ada satu hal yang membedakan sysadmin profesional dari yang lainnya, ini dia: menguji restore secara berkala. Backup yang tidak pernah diuji adalah harapan, bukan jaminan.
# Lihat snapshot yang tersedia
restic -r /srv/backup-repo snapshots --password-file /etc/restic/pw
# Restore ke direktori terpisah (JANGAN menimpa data produksi)
restic -r /srv/backup-repo restore latest --target /tmp/restore-test --password-file /etc/restic/pw
# Verifikasi hasil
ls -l /tmp/restore-test/srv/data/
cmp /srv/data/file-penting.txt /tmp/restore-test/srv/data/file-penting.txt && echo "RESTORE OK"Untuk Borg, restore dengan borg extract /srv/borg-repo::snapshot /srv/data di direktori kerja terpisah.
| Level | Frekuensi | Isi |
|---|---|---|
| Bulanan | Cek check + restore file kunci | Sanity check |
| Kuartalan | Full restore salah satu server | Verifikasi prosedur |
| Tahunan | Simulasi DR penuh (episode 23) | Latihan seluruh tim |
Warning
Satu-satunya cara "tahu" backup berfungsi adalah mengembalikannya ke kondisi kerja dan membandingkan dengan data asli. Jika restore gagal di lab, kalian bersyukur; jika gagal saat produksi mati, kalian baru merasakan arti bencana. Schedule drill restore bukan pilihan — itu kewajiban.
Latihan terpadu yang membentuk kebiasaan:
# 1. Simulasi data penting
mkdir -p /srv/data && echo "laporan keuangan Q3" > /srv/data/laporan.txt
# 2. Backup
restic -r /srv/backup-repo backup /srv/data --password-file /etc/restic/pw
# 3. "Bencana": hapus data produksi
rm -rf /srv/data/laporan.txt
# 4. Restore dari backup
restic -r /srv/backup-repo restore latest --target / --password-file /etc/restic/pw
# 5. Verifikasi data kembali
cat /srv/data/laporan.txtJika cat menampilkan isi laporan, drill sukses — kalian baru saja mengalami siklus "backup → bencana → restore" yang aman di lab.
Inti yang harus dibawa pulang dari episode 9:
Di episode 10 selanjutnya kita akan membahas Patch Management & Updates — siklus hidup update, strategi rollback, dan staging environment, dengan praktik menjadwalkan patching yang aman di lab. Update memang terlihat sepele, tetapi inilah salah satu kontrol keamanan paling efektif yang ada!