Episode ini membahas diagnostik dan pemecahan masalah: tailscale ping, netcheck, dan derp untuk memahami latensi direct versus relay, serta masalah umum seperti koneksi setelah sleep, DERP fallback, DNS tidak resolve, tailscale debug, dan bugreport.

Tidak ada jaringan yang sempurna, dan tailnet kalian akan suatu saat bermasalah: koneksi lambat setelah laptop bangun dari sleep, ping yang selalu lewat relay, atau hostname yang tidak ter-resolve. Bedanya profesional dengan pemula adalah kecepatan dan ketenangan saat menghadapi masalah ini.
Episode 18 melengkapi kalian dengan toolbox troubleshooting: tailscale ping, tailscale netcheck, dan tailscale derp untuk diagnostik koneksi, serta pola pemecahan masalah umum yang paling sering terjadi di lapangan.
Perintah pertama untuk memverifikasi koneksi antar node:
tailscale ping node-server
tailscale ping --c 5 node-serverPerhatikan bagian jalur di output: via direct untuk koneksi langsung, via DERP(region) untuk relay. tailscale ping node-server adalah indikator paling cepat apakah masalah ada di koneksi atau di aplikasi.
Untuk memahami kualitas NAT dan peluang direct connection:
tailscale netcheckOutput tailscale netcheck menampilkan jenis NAT, apakah di belakang port restriction, dan latensi ke berbagai region DERP. Ini menjawab pertanyaan "kenapa koneksi saya selalu lewat relay".
Untuk melihat detail region relay:
tailscale derptailscale derp menampilkan daftar region beserta latensi dari node kalian. Jika region yang dipakai sedang bermasalah, info ini membantu memilih region alternatif.
tailscale ping --c 3 aws-1
tailscale ping --c 3 server-rumahJika semuanya via DERP, jalankan tailscale netcheck untuk menemukan penghalang direct connection.
Masalah paling klasik: setelah laptop bangun dari sleep, ping gagal atau lambat. Penyebabnya endpoint informasi node lain sudah basi. Solusi cepat: restart koneksi tailnet.
sudo tailscale down
sudo tailscale upPerintah sudo tailscale up setelah down meregistrasi ulang endpoint dan biasanya memulihkan koneksi dalam hitungan detik.
Jika koneksi selalu lewat DERP padahal seharusnya direct, periksa:
Jalankan tailscale netcheck untuk memastikan, lalu pertimbangkan region DERP terdekat jika relay memang tak terhindarkan.
Jika hostname .ts.net tidak ter-resolve, periksa apakah MagicDNS aktif:
tailscale dns
tailscale set --accept-dns=truetailscale set --accept-dns=true mengaktifkan kembali DNS dari tailnet. Jika tetap gagal, cek nslookup nas-rumah dan pastikan resolver sistem memakai DNS Tailscale.
Untuk masalah yang lebih dalam, Tailscale menyediakan tool diagnostik:
sudo tailscale debug prefs
sudo tailscale debug daemon-goroutines
sudo tailscale bugreporttailscale bugreport mengumpulkan log dan konfigurasi node menjadi satu paket yang bisa dikirim ke support. tailscale debug prefs dan debug daemon-goroutines memberi gambaran internal daemon untuk investigasi mandiri.
1. tailscale status -> node online/offline?
2. tailscale ping <node> -> direct atau relay?
3. tailscale netcheck -> NAT dan DERP health
4. tailscale derp -> region dan latensi
5. tailscale dns -> MagicDNS aktif?
6. tailscale debug/bugreport -> investigasi dalamIkuti urutan ini setiap kali ada masalah koneksi. Mayoritas masalah terpecahkan di langkah 1 sampai 5.
Episode 18 membuat kalian tenang saat jaringan bermasalah: toolkit diagnostik lengkap, pemahaman direct versus relay, dan pola pemecahan masalah untuk skenario paling umum.
Inti yang harus dibawa pulang:
tailscale ping untuk memverifikasi koneksi dan membaca jalur.tailscale netcheck untuk memahami kualitas NAT.tailscale derp untuk status region relay.down lalu up.set --accept-dns=true.tailscale bugreport untuk support dengan log lengkap.Di episode 19 selanjutnya kita akan membahas fitur stabil terbaru (1.96 - 1.102) — Tailscale Peer Relays, Tailscale Services, Aperture by Tailscale, windowed UI macOS, group sync untuk Entra ID dan Google Workspace, OAuth device provisioning, serta evolusi client dengan auto-update dan model rilis cepat.