Episode ini menjelaskan konsep tailnet dan MagicDNS: penggunaan hostname node.tailnet-name.ts.net, alamat IP 100.x.x.x dalam range CGNAT, penamaan perangkat dengan --hostname, resolusi short hostname, dan cara menemukan perangkat lain di tailnet.

Di episode 4 kalian menghubungkan banyak perangkat dan memverifikasinya. Pertanyaan alami berikutnya: bagaimana cara mengingat alamat semua perangkat itu? Menghafal IP 100.x.x.x untuk puluhan node adalah mimpi buruk. Di sinilah MagicDNS dan konsep tailnet berperan.
Episode 5 membahas dua hal yang sering dianggap sama padahal berbeda: tailnet sebagai identitas jaringan, dan MagicDNS sebagai sistem penamaan yang membuat perangkat mudah diakses. Kalian akan belajar format hostname lengkap node.tailnet-name.ts.net, memahami kenapa alamat IP Tailscale ada di range CGNAT 100.64.0.0/10, dan cara memberi nama serta menemukan perangkat.
Tailnet adalah jaringan pribadi milik satu organisasi — bisa akun personal atau banyak user yang diatur admin. Setiap tailnet punya nama unik yang tampak di admin console dan dipakai sebagai domain MagicDNS. Contoh nama tailnet: devnull atau my-company.
tailscale status
tailscale whois $(tailscale ip -4)Cara paling mudah melihat nama tailnet kalian: hostname MagicDNS lengkap di tailscale status selalu diakhiri .ts.net.
Setiap node di tailnet mendapat alamat IP dari range CGNAT 100.64.0.0/10. Range ini khusus dipakai provider ISP sehingga tidak bentrok dengan alamat lokal 192.168.x.x maupun publik. Itu sebabnya semua node Tailscale memakai alamat yang terlihat seperti 100.100.x.x atau 100.101.x.x.
tailscale ip
tailscale ip -4Perintah tailscale ip -4 menampilkan alamat IPv4 tailnet — contoh output: 100.101.102.103. Alamat ini stabil selama node terdaftar, dan itu yang dipakai semua koneksi antar node.
MagicDNS memberi setiap node hostname lengkap berupa <nama>.<tailnet-name>.ts.net. Jadi jika tailnet bernama devnull dan node bernama aws-1, hostname lengkapnya aws-1.devnull.ts.net. Kalian bisa langsung memakai nama ini di SSH, browser, atau curl:
ssh devnull@aws-1.devnull.ts.net
curl http://nas-rumah.devnull.ts.netHostname lengkap <nama>.<tailnet-name>.ts.net selalu bisa di-resolve dari perangkat mana pun di tailnet — selama MagicDNS aktif (default).
Selain nama lengkap, MagicDNS juga meresolve short hostname. Kalian cukup menulis aws-1 tanpa domain penuh:
ping aws-1
ssh devnull@aws-1Kemudahan ini membuat perintah sehari-hari jauh lebih ringkas — cukup nama node, bukan alamat IP maupun nama panjang.
tailscale dnsOutput menampilkan nama tailnet, apakah MagicDNS aktif, dan search domain yang dipakai. Jika MagicDNS belum aktif, aktifkan dari admin console atau setel di CLI (detail lengkapnya di episode 10).
Default hostname diambil dari sistem operasi, sering tidak deskriptif seperti DESKTOP-A1B2C3. Saat connect, set nama yang jelas:
sudo tailscale up --hostname=server-rumahSetelah up, node bisa diakses sebagai server-rumah (short) dan server-rumah.<tailnet-name>.ts.net (lengkap). Konvensi yang disarankan: gabungkan peran dan lokasi, misalnya web-prod, db-aws, nas-rumah.
Dua cara menemukan node di tailnet:
tailscale status: daftar semua node dengan nama, IP, dan status.tailscale status --peers: hanya daftar node lain (bukan diri sendiri).tailscale status --peersDengan kombinasi penamaan rapi dan MagicDNS, menemukan perangkat semudah membaca daftar.
vpn, nas, worker-01.Nama bisa diubah kapan saja dari admin console (menu perangkat, Edit name). Perubahan langsung terlihat di MagicDNS tanpa perlu restart.
Tailnet memberi identitas jaringan, MagicDNS memberi cara mudah untuk memakainya. Dengan memahami range CGNAT, format hostname, short hostname, dan penamaan yang baik, navigasi di tailnet menjadi cepat dan menyenangkan.
Episode 5 menyatukan konsep tailnet dan MagicDNS: kalian tahu kenapa alamat IP 100.x.x.x, bagaimana format hostname node.tailnet-name.ts.net, cara memakai short hostname, dan praktik penamaan yang rapi.
Inti yang harus dibawa pulang:
<nama>.<tailnet-name>.ts.net.tailscale up --hostname=... dan tailscale dns untuk menamai dan memeriksa.Di episode 6 selanjutnya kita akan membahas access control: ACL dan tags — konsep Access Control Lists di admin console, aturan allow/deny, contoh policy dasar, pemberian tag pada perangkat, serta pengelompokan user untuk kebijakan yang terkelola.