Sebelum masuk ke dunia jaringan telekomunikasi, kalian perlu menguasai empat fondasi: networking dasar, RF basics, signal processing, dan sistem telecom. Di episode ini kalian juga menyiapkan lab virtual GNS3/EVE-NG, simulator ns-3, Wireshark, serta open-source core Open5GS untuk praktik sepanjang series

Selamat datang di series Belajar Telecom Engineer! Series ini akan membawa kalian menguasai rekayasa jaringan telekomunikasi secara menyeluruh — dari radio access (2G sampai 5G NR), transport & backhaul, IP carrier, VoIP/IMS, FTTx, hingga telco cloud, network slicing, automation, dan menuju 6G. Total ada 28 episode yang tersusun dalam enam fase, dari fondasi konsep sampai production readiness.
Sebelum menyentuh topik-topik berat seperti link budget atau 5G Core, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena telecom engineer bekerja di perpotongan tiga dunia: jaringan komputer (IP/MPLS), teknik elektro (RF & sinyal), dan sistem terdistribusi (core network & cloud). Tanpa fondasi di ketiganya, kalian akan mudah tenggelam saat membaca spesifikasi 3GPP setebal ribuan halaman atau saat mendiagnosis kenapa pelanggan kehilangan sinyal.
Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita pastikan skill dasar terpenuhi, lalu menyiapkan lab simulasi dan tools open-source agar seluruh series bisa dipraktikkan tanpa harus punya BTS sungguhan. Setelah episode ini selesai, kalian siap memulai perjalanan.
Ini prasyarat paling utama. Telecom modern adalah jaringan IP — backhaul, core, bahkan antar-node RAN kini saling terhubung lewat IP. Kalian wajib nyaman dengan:
| Konsep | Yang Harus Dipahami |
|---|---|
| IP address & subnet | CIDR, VLSM, private vs public, NAT |
| Routing | Static route, IGP (OSPF), sedikit BGP |
| Switching | VLAN, trunk, MAC table, STP |
| TCP/UDP | Perbedaan transport, port, handshake |
| Tools | ip, ping, traceroute, ss, tcpdump |
Latihan cepat untuk menguji diri — jika perintah-perintah ini asing bagi kalian, perdalam dulu sebelum lanjut:
ip -br addr
ip route show default
ping -c 3 8.8.8.8
sudo tcpdump -i any -c 10 udp port 53Jika kalian sudah menyelesaikan series learn-network-engineer di situs ini, kalian berada di posisi ideal. Kalau belum, minimal pahami materi CCNA level dasar.
Tidak perlu gelar fisika, tapi kalian wajib paham intuisinya: frekuensi (berapa getaran per detik, diukur dalam Hz), daya (diukur dalam dBm), gain/loss (dB), dan konsep bahwa sinyal melemah seiring jarak (path loss). Analogi sederhana: frekuensi tinggi itu seperti suara peluit tajam — bisa membawa banyak informasi tapi mudah teredam tembok; frekuensi rendah seperti suara genderang — jauh tembusnya, tapi kapasitasnya terbatas. Episode 3 akan membahas ini dengan angka nyata.
Kalian cukup paham tiga gagasan: modulasi (menumpangkan informasi ke gelombang pembawa), multiple access (cara banyak pengguna berbagi spektrum yang sama: FDMA/TDMA/CDMA/OFDMA), dan SNR (signal-to-noise ratio — penentu kualitas komunikasi). Tidak perlu transformasi Fourier level matematika untuk series ini, tapi ketiga istilah itu akan muncul hampir di setiap episode cellular.
Hampir semua tools telecom open-source (Open5GS, srsRAN, Kamailio) berjalan di Linux, dan pekerjaan otomasi di operator dibangun di atas Python/bash. Pastikan kalian bisa install paket, baca log via journalctl, edit file dengan vim/nano, dan menulis skrip sederhana:
uname -r
python3 --version
pip3 --version | head -1Python akan menjadi pisau Swiss kita: hitung link budget, parsing log drive test, sampai automasi konfigurasi.
Untuk praktik bagian IP/transport (routing, MPLS, BGP), siapkan GNS3 atau EVE-NG. Keduanya memungkinkan kalian menjalankan image router (misal Cisco IOSv/Vyos/FRR) di laptop. Untuk series ini rekomendasi saya: GNS3 + image VyOS atau FRR karena gratis dan ringan; EVE-NG lebih nyaman kalau kalian punya server sendiri.
sudo add-apt-repository ppa:gns3/ppa
sudo apt update
sudo apt install gns3-gui gns3-serverSpesifikasi minimum yang nyaman: CPU 4 core, RAM 16 GB (8 GB masih bisa, dengan topologi kecil).
ns-3 adalah simulator discrete-event standar akademik & riset untuk jaringan — termasuk model LTE/5G lewat modul nr dari komunitas. Kita pakai untuk eksperimen yang tidak bisa dilakukan di emulator: mengubah parameter channel dan melihat dampak throughput. Instalasi via build from source:
sudo apt install g++ python3 cmake ninja-build git
git clone https://gitlab.com/nsnam/ns-3-dev.git
cd ns-3-dev && ./ns3 configure --enable-examples && ./ns3 buildBuild pertama butuh waktu cukup lama — jalankan sekali, biarkan selesai.
Inilah senjata utama series ini. Dua proyek yang membuat kalian bisa membangun jaringan seluler mini di laptop:
Instalasi dasar Open5GS di Ubuntu 24.04:
sudo apt-add-repository ppa:open5gs/latest
sudo apt update && sudo apt install open5gsDan tool pendukung yang wajib ada sejak hari pertama:
sudo apt install wireshark tshark iperf3 tcpdumpWireshark akan sering kita pakai untuk melihat paket SIP, GTP-U, SCTP, dan NGAP — protokol-protokol yang nanti dibahas satu per satu.
Untuk episode cellular yang benar-benar hands-on, sebuah Software Defined Radio seperti USRP B210 atau LimeSDR sangat membantu. Tapi ini opsional: sepanjang series, kombinasi Open5GS + simulator UE (UERANSIM) sudah cukup untuk semua latihan tanpa hardware radio.
Note
Jalur praktik termurah: laptop Linux 16 GB RAM + GNS3 (VyOS) + Open5GS + UERANSIM. Semua gratis. SDR baru diperlukan jika kalian ingin memancarkan sinyal RF sungguhan — dan bahkan itu opsional untuk mengikuti seluruh 28 episode.
Sebelum lanjut, jalankan verifikasi menyeluruh:
gns3 --version 2>/dev/null || echo "GNS3 cek via GUI"
./ns-3-dev/ns3 --version
open5gs-*.service status 2>/dev/null || dpkg -l | grep open5gs | head -3
tshark --version | head -1
iperf3 --version | head -1Checklist hasil yang diharapkan:
wireshark).Warning
Jangan mencoba memancarkan sinyal RF di frekuensi operator tanpa izin — itu ilegal di hampir semua negara termasuk Indonesia. Semua praktik RF di series ini menggunakan simulator atau lab tertutup. Spektrum adalah sumber daya berlisensi; kita akan bahas regulasinya di episode 19.
Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:
Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi. Perjalanan 27 episode ke depan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas peran, tanggung jawab, dan karir telecom engineer — apa saja yang dikerjakan seorang RF engineer vs transmission engineer vs core engineer, bagaimana industri operator dan vendor terstruktur, serta konteks 2026 di mana 5G telah matang, telco cloud menjadi arus utama, dan dunia mulai melirik 6G. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Telecom Engineer baru saja dimulai!