Belajar Telecom Engineer - Pre-Requisites Skill & Setup Environment
Episode 0 of 28

Belajar Telecom Engineer - Pre-Requisites Skill & Setup Environment

Sebelum masuk ke dunia jaringan telekomunikasi, kalian perlu menguasai empat fondasi: networking dasar, RF basics, signal processing, dan sistem telecom. Di episode ini kalian juga menyiapkan lab virtual GNS3/EVE-NG, simulator ns-3, Wireshark, serta open-source core Open5GS untuk praktik sepanjang series

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

Selamat datang di series Belajar Telecom Engineer! Series ini akan membawa kalian menguasai rekayasa jaringan telekomunikasi secara menyeluruh — dari radio access (2G sampai 5G NR), transport & backhaul, IP carrier, VoIP/IMS, FTTx, hingga telco cloud, network slicing, automation, dan menuju 6G. Total ada 28 episode yang tersusun dalam enam fase, dari fondasi konsep sampai production readiness.

Sebelum menyentuh topik-topik berat seperti link budget atau 5G Core, ada skill dasar dan perangkat yang wajib kalian siapkan. Mengapa prasyarat ini penting? Karena telecom engineer bekerja di perpotongan tiga dunia: jaringan komputer (IP/MPLS), teknik elektro (RF & sinyal), dan sistem terdistribusi (core network & cloud). Tanpa fondasi di ketiganya, kalian akan mudah tenggelam saat membaca spesifikasi 3GPP setebal ribuan halaman atau saat mendiagnosis kenapa pelanggan kehilangan sinyal.

Episode 0 ini adalah peta jalan kalian: kita pastikan skill dasar terpenuhi, lalu menyiapkan lab simulasi dan tools open-source agar seluruh series bisa dipraktikkan tanpa harus punya BTS sungguhan. Setelah episode ini selesai, kalian siap memulai perjalanan.

Skill Dasar yang Wajib Dimiliki

Networking Dasar

Ini prasyarat paling utama. Telecom modern adalah jaringan IP — backhaul, core, bahkan antar-node RAN kini saling terhubung lewat IP. Kalian wajib nyaman dengan:

KonsepYang Harus Dipahami
IP address & subnetCIDR, VLSM, private vs public, NAT
RoutingStatic route, IGP (OSPF), sedikit BGP
SwitchingVLAN, trunk, MAC table, STP
TCP/UDPPerbedaan transport, port, handshake
Toolsip, ping, traceroute, ss, tcpdump

Latihan cepat untuk menguji diri — jika perintah-perintah ini asing bagi kalian, perdalam dulu sebelum lanjut:

Uji skill networking dasar
ip -br addr
ip route show default
ping -c 3 8.8.8.8
sudo tcpdump -i any -c 10 udp port 53

Jika kalian sudah menyelesaikan series learn-network-engineer di situs ini, kalian berada di posisi ideal. Kalau belum, minimal pahami materi CCNA level dasar.

RF Basics (Radio Frequency)

Tidak perlu gelar fisika, tapi kalian wajib paham intuisinya: frekuensi (berapa getaran per detik, diukur dalam Hz), daya (diukur dalam dBm), gain/loss (dB), dan konsep bahwa sinyal melemah seiring jarak (path loss). Analogi sederhana: frekuensi tinggi itu seperti suara peluit tajam — bisa membawa banyak informasi tapi mudah teredam tembok; frekuensi rendah seperti suara genderang — jauh tembusnya, tapi kapasitasnya terbatas. Episode 3 akan membahas ini dengan angka nyata.

Signal Processing Dasar

Kalian cukup paham tiga gagasan: modulasi (menumpangkan informasi ke gelombang pembawa), multiple access (cara banyak pengguna berbagi spektrum yang sama: FDMA/TDMA/CDMA/OFDMA), dan SNR (signal-to-noise ratio — penentu kualitas komunikasi). Tidak perlu transformasi Fourier level matematika untuk series ini, tapi ketiga istilah itu akan muncul hampir di setiap episode cellular.

Linux dan Scripting

Hampir semua tools telecom open-source (Open5GS, srsRAN, Kamailio) berjalan di Linux, dan pekerjaan otomasi di operator dibangun di atas Python/bash. Pastikan kalian bisa install paket, baca log via journalctl, edit file dengan vim/nano, dan menulis skrip sederhana:

Cek kesiapan Linux
uname -r
python3 --version
pip3 --version | head -1

Python akan menjadi pisau Swiss kita: hitung link budget, parsing log drive test, sampai automasi konfigurasi.

Perangkat Software dan Hardware yang Disiapkan

Lab Virtual: GNS3 atau EVE-NG

Untuk praktik bagian IP/transport (routing, MPLS, BGP), siapkan GNS3 atau EVE-NG. Keduanya memungkinkan kalian menjalankan image router (misal Cisco IOSv/Vyos/FRR) di laptop. Untuk series ini rekomendasi saya: GNS3 + image VyOS atau FRR karena gratis dan ringan; EVE-NG lebih nyaman kalau kalian punya server sendiri.

Contoh instalasi GNS3 di Ubuntu
sudo add-apt-repository ppa:gns3/ppa
sudo apt update
sudo apt install gns3-gui gns3-server

Spesifikasi minimum yang nyaman: CPU 4 core, RAM 16 GB (8 GB masih bisa, dengan topologi kecil).

Simulator Jaringan: ns-3

ns-3 adalah simulator discrete-event standar akademik & riset untuk jaringan — termasuk model LTE/5G lewat modul nr dari komunitas. Kita pakai untuk eksperimen yang tidak bisa dilakukan di emulator: mengubah parameter channel dan melihat dampak throughput. Instalasi via build from source:

Instalasi ns-3 (ringkas)
sudo apt install g++ python3 cmake ninja-build git
git clone https://gitlab.com/nsnam/ns-3-dev.git
cd ns-3-dev && ./ns3 configure --enable-examples && ./ns3 build

Build pertama butuh waktu cukup lama — jalankan sekali, biarkan selesai.

Open-Source Telecom Stack

Inilah senjata utama series ini. Dua proyek yang membuat kalian bisa membangun jaringan seluler mini di laptop:

  • Open5GS: implementasi 4G EPC + 5G Core (SBA) open-source. Kita pakai mulai episode 5.
  • srsRAN Project: software radio access network (gNB/eNB) yang berjalan dengan SDR hardware.

Instalasi dasar Open5GS di Ubuntu 24.04:

Install Open5GS
sudo apt-add-repository ppa:open5gs/latest
sudo apt update && sudo apt install open5gs

Dan tool pendukung yang wajib ada sejak hari pertama:

Tools analisis & pengujian
sudo apt install wireshark tshark iperf3 tcpdump

Wireshark akan sering kita pakai untuk melihat paket SIP, GTP-U, SCTP, dan NGAP — protokol-protokol yang nanti dibahas satu per satu.

Hardware Opsional: SDR

Untuk episode cellular yang benar-benar hands-on, sebuah Software Defined Radio seperti USRP B210 atau LimeSDR sangat membantu. Tapi ini opsional: sepanjang series, kombinasi Open5GS + simulator UE (UERANSIM) sudah cukup untuk semua latihan tanpa hardware radio.

Note

Jalur praktik termurah: laptop Linux 16 GB RAM + GNS3 (VyOS) + Open5GS + UERANSIM. Semua gratis. SDR baru diperlukan jika kalian ingin memancarkan sinyal RF sungguhan — dan bahkan itu opsional untuk mengikuti seluruh 28 episode.

Verifikasi Environment

Sebelum lanjut, jalankan verifikasi menyeluruh:

Verifikasi environment
gns3 --version 2>/dev/null || echo "GNS3 cek via GUI"
./ns-3-dev/ns3 --version
open5gs-*.service status 2>/dev/null || dpkg -l | grep open5gs | head -3
tshark --version | head -1
iperf3 --version | head -1

Checklist hasil yang diharapkan:

  • GNS3 terinstall dan bisa menjalankan satu node VyOS.
  • ns-3 berhasil build; contoh script bisa dieksekusi.
  • Open5GS terinstall; service WebUI bisa diakses.
  • Wireshark/tshark bisa capture interface apa pun (pastikan user kalian anggota grup wireshark).
  • iperf3 siap untuk tes throughput antar node lab.

Warning

Jangan mencoba memancarkan sinyal RF di frekuensi operator tanpa izin — itu ilegal di hampir semua negara termasuk Indonesia. Semua praktik RF di series ini menggunakan simulator atau lab tertutup. Spektrum adalah sumber daya berlisensi; kita akan bahas regulasinya di episode 19.

Ringkasan Prasyarat

Rangkuman yang sudah kalian siapkan di episode 0:

  • Skill: networking IP dasar, RF intuition, signal processing konseptual, Linux + Python.
  • Lab virtual: GNS3/EVE-NG dengan image router untuk sisi IP.
  • Telecom stack: ns-3 untuk simulasi, Open5GS + UERANSIM untuk core network, srsRAN opsional untuk SDR.
  • Tools analisis: Wireshark/tshark, iperf3, tcpdump.

Jika ada yang belum terpenuhi, berhenti dulu dan lengkapi. Perjalanan 27 episode ke depan jauh lebih lancar dengan pijakan yang kuat.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Telecom engineer hidup di perpotongan networking, RF, dan sistem terdistribusi — tiga fondasi yang harus kalian kuasai bertahap.
  • Lab tidak harus mahal: GNS3 + Open5GS + UERANSIM sudah cukup membangun jaringan seluler mini di laptop.
  • Wireshark dan iperf3 adalah dua tools yang akan kalian pakai berulang-ulang sepanjang series.
  • Verifikasi environment sekarang, bukan di tengah jalan.

Di episode 1 selanjutnya kita akan membahas peran, tanggung jawab, dan karir telecom engineer — apa saja yang dikerjakan seorang RF engineer vs transmission engineer vs core engineer, bagaimana industri operator dan vendor terstruktur, serta konteks 2026 di mana 5G telah matang, telco cloud menjadi arus utama, dan dunia mulai melirik 6G. Pastikan environment kalian sudah siap, karena perjalanan Belajar Telecom Engineer baru saja dimulai!