Menguasai fitur paling ikonik 5G: konsep network slicing dari S-NSSAI dan NSSAI hingga pemilihan slice oleh NSSF, perbedaan slicing vs QoS bearer, mekanisme QoS flow 5G dengan 5QI, serta praktik mengonfigurasi dua slice eMBB dan URLLC di lab Open5GS lengkap dengan pengujian SLA-nya

Setelah di episode 12 kita belajar menghitung kapasitas jaringan dengan Erlang dan dimensioning, kini kita menyentuh fitur yang paling sering disebut dalam presentasi 5G di mana pun: network slicing. Janjinya menarik — satu jaringan fisik, banyak "jaringan virtual" dengan karakter berbeda: satu untuk gaming latency-rendah, satu untuk IoT hemat daya, satu untuk misi kritis pabrik.
Mengapa topik ini penting dipahami dengan benar? Karena slicing sering diperdagangkan secara berlebihan di pasar. Engineer yang paham anatomi sebenarnya — apa yang diisolasi, apa yang tetap dibagi — bisa membedakan penawaran slicing sungguhan dari sekadar APN premium dengan nama keren.
Sebelum bicara isolasi jaringan, pahami dulu bagaimana 5G memberi perlakuan diferensial dalam satu jaringan: QoS Flow.
Setiap PDU session terdiri dari satu atau lebih QoS flow, masing-masing diidentifikasi 5QI (5G QoS Identifier). Beberapa 5QI standar:
| 5QI | Tipe | Kebutuhan | Contoh Layanan |
|---|---|---|---|
| 1 | GBR | Voice: delay 100 ms, PELR 10⁻² | VoNR |
| 2 | GBR | Video call | ViNR |
| 7 | Non-GBR | Interactive video/streaming | YouTube |
| 9 | Non-GBR | Default internet best effort | Browsing |
| 82-85 | Delay critical GBR | ~10 ms, sangat ketat | AR/industrial |
Perbedaan kunci GBR vs Non-GBR: GBR mendapat resource dicadangkan (bandwidth guaranteed) — jika tak muat, sesi ditolak; Non-GBR bersaing memakai resource tersisa. Operator menagih lebih mahal layanan GBR karena benar-benar membayar kapasitas cadangan.
Mekanisme enforcement tersebar: PCF menerbitkan kebijakan → SMF setup flow → UPF marking/enforcement di N6 + gNB scheduling di udara. QoS adalah janji end-to-end, bukan setting satu titik.
Slicing melangkah lebih jauh dari QoS: ia mengisolasi fungsi jaringan itu sendiri. Identitas utamanya S-NSSAI (Single Network Slice Selection Assistance Information):
S-NSSAI = SST + SD
SST (8 bit) : jenis slice standar
1 = eMBB (broadband)
2 = URLLC (latency kritis)
3 = mMTC (massive IoT)
SD (24 bit): pembeda operator bebas (misal "enterprise-A")Alur pemilihan slice saat UE menyala:
Poin-poin penting arsitektur:
Tabel yang menenangkan diskusi rapat:
| Aspek | APN/DNN premium (LTE-style) | Slice sungguhan |
|---|---|---|
| Isolasi core | Logis saja (APN routing) | NF instance/segment terpisah |
| Isolasi radio | Tidak ada — semua berebut PRB | Scheduler per-slice |
| Isolasi transport | QoS marking saja | VPN/segment atau sharding |
| SLA end-to-end | Best effort + prioritas | Dapat dikontrak & diaudit |
Environment episode 0. Langkah 1 — daftarkan dua slice di konfigurasi NSSF:
nssf:
sbi:
server:
- address: 127.0.0.5
port: 7777
nsi:
- slice:
sst: 1 # eMBB
nsi_information:
nrf_amf_set: amf-set-embb
- slice:
sst: 2 # URLLC
sd: "000002"
nsi_information:
nrf_amf_set: amf-set-urllcDi WebUI Open5GS, tambahkan pada langganan UERANSIM field slice (sst/sd) sesuai kebutuhan uji.
Langkah 2 — sisi gNB simulator harus mengumumkan slice yang sama:
slices:
- sst: 1 # eMBB default
sd: ""Langkah 3 — jalankan UE dengan requested NSSAI spesifik:
sessions:
- type: "ipv4"
apn: "internet"
s-nssai:
sst: 2 # minta masuk slice URLLC
sd: "000002"Langkah 4 — verifikasi slice mana yang melayani kita:
journalctl -u open5gs-smfd -n 30 --no-pager | grep -iE "sst|sd|pdu"
ping -I uesimtun -c 3 8.8.8.8Log SMF akan menampilkan SST/SD yang dipilih — bukti NSSF+AMF+SMF bekerja sesuai desain.
Note
Di lab ini isolasinya logis (instance sama, identitas beda). Isolasi fisik sungguhan — UPF dedicated, VLAN/MPLS terpisah, scheduler RAN per-slice — dilakukan di produksi dengan orkestrasi; pola datanya persis seperti yang baru kalian jalankan.
Slice enterprise dijual dengan SLA — kontrak teknis. Metrik standar dan cara uji lab-nya:
| Metrik | Target contoh URLLC | Alat ukur |
|---|---|---|
| Latency RTT | ≤ 20 ms | ping, hping3 |
| Jitter | ≤ 5 ms | iperf3 UDP |
| Packet loss | ≤ 0.01% | iperf3 UDP |
| Availability | ≥ 99.99% | monitoring uptime |
iperf3 -c 10.0.0.100 -u -b 10M -t 30 # loss & jitter
ping -i 0.01 -c 100 -I uesimtun 8.8.8.8 # latensi distribusiDokumentasikan hasil sebagai baseline; audit SLA periodik membandingkan angka kontrak dengan realita.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 14 kita masuk ke rumah tempat semua NF modern tinggal: telco cloud — NFV, containerized network functions, dan MANO. Sampai jumpa!