Mengamankan infrastruktur yang tidak boleh gagal: arsitektur keamanan 5G dari SUCI dan kunci 256-bit hingga NDS/IP antar elemen jaringan, peran SecGW sebagai penjaga backhaul RAN, keamanan IMS, serta praktik melakukan security assessment terhadap lab Open5GS sendiri

Setelah di episode 17 kita mendesain konektivitas untuk miliaran perangkat IoT, kini kita bicarakan lapisan yang menentukan kepercayaan publik terhadap seluruh sistem ini: keamanan jaringan telecom. Jaringan telecom bukan sekadar infrastruktur komersial — ia adalah infrastruktur kritis nasional; gangguannya berdampak ke layanan darurat, perbankan, hingga pemerintahan.
Mengapa episode ini wajib untuk semua spesialisasi? Karena ancaman sudah berpindah: dulu penyadap radio analog, kini serangan datang lewat IP — backhaul, core, bahkan rantai pasok software. Engineer transport, RF, maupun cloud sama-sama berada di garis depan. Kabar baiknya 5G punya arsitektur keamanan paling matang dalam sejarah telecom — asalkan dikonfigurasi benar.
5G memperbaiki dua kelemahan fatal LTE:
Di LTE, IMSI dikirim plaintext saat attach — bisa dipotret oleh IMSI catcher murah. 5G menggantinya dengan SUCI (Subscription Concealed Identifier): IMSI dienkripsi dengan public key operator (ECIES) sebelum keluar dari perangkat. Hanya UDM dengan private key yang bisa membukanya.
SUPI : identitas sejati (IMSI/nama) → rahasia
SUCI : SUPI terenkripsi ECIES → yang dikirim over-the-airKumpulan algoritma NEA/NIA (encryption/integrity) dengan kunci 256-bit, key hierarchy yang memisahkan kunci per-domain (kunci udara ≠ kunci N2 ≠ kunci user plane), dan autentikasi 5G-AKA atau EAP-AKA'.
Important
Catatan jujur soal udara: enkripsi user plane 5G (NEA0 = tanpa enkripsi) tetap opsional sesuai negosiasi. Integritas user plane baru wajib di Rel-16+. Artinya "5G pasti aman" adalah mitos — konfigurasi policy operator-lah penentu.
Di dalam jaringan, signaling antar fungsi (N2 NGAP, N4 PFCP, interface roaming) dilindungi kerangka NDS/IP (Network Domain Security): IPsec ESP + IKEv2 dengan PKI internal operator. Titik-titik yang wajib diamankan:
| Segmen | Ancaman | Perlindungan |
|---|---|---|
| RAN ↔ Core (N2/N3) | Intersepsi backhaul, spoofing gNB | IPsec mandatory |
| Roaming inter-PLMN | SS7/Diameter attack dari jaringan asing | IPX firewall, filtering Diameter |
| SBA internal | Lateral movement antar NF | mTLS, network policy |
| OAM/Management | Akses admin tak sah | Bastion, MFA, jump host |
SecGW (Security Gateway) adalah titik terminasi IPsec di tepi core untuk ribuan tunnel dari site RAN. Pola desainnya:
Praktik penting operasional SecGW:
Verifikasi tunnel di sisi site:
show vpn ike status | head -5
show vpn ipsec sa | include Site|Encrypt
ping -c 3 -I <ipsec-if> <amf-ip> # uji jalur terlindungiSuara punya permukaan serangannya sendiri:
Fraud klasik yang harus dipahami engineer (bukan cuma tim revenue): IRSF (International Revenue Share Fraud), Wangiri (missed call premium), dan SIM swap abuse. Deteksi mereka adalah kombinasi CDR analytics + enforcement di edge.
Mari kita audit environment Open5GS kita — latihan yang membuat konsep jadi nyata.
sudo ss -tulpn | grep open5gs
sudo ss -ulnp | grep -E '38412|2152' # SCTP NGAP & GTP-UPertanyaan audit: apakah port NGAP/SCTP dan GTP-U hanya dapat dicapai dari subnet gNB yang sah? Di produksi, jawabannya harus ya via ACL/VRF.
# Dari host yang BUKAN subnet gNB resmi:
./nr-gnb -c config/gnb-fake.yaml # gunakan tac/plmn salah
journalctl -u open5gs-amfd -n 20 | grep -i rejectJika AMF menerima setup dari siapa saja — temuan kritikal. Perbaikan: whitelist IP/TAC di AMF + ACL jaringan.
grep -R "security" /etc/open5gs/*.yaml | grep -i order
openssl s_client -connect 127.0.0.10:7777 </dev/null 2>/dev/null | grep ProtocolPastikan urutan integrity/cipher tidak memimpin dengan NIA0/NEA0 di produksi, dan trafik SBI lintas-host menggunakan TLS.
Tip
Kerangka assessment yang bisa kalian pakai ulang: petakan permukaan (port/protokol), uji autentikasi (siapa boleh connect), audit kriptografi (cipher/key length), cek logging (insiden terlihat?), lalu uji resilience (apa yang terjadi saat satu komponen diserang/dimatikan). Lima kotak ini mencakup mayoritas temuan nyata.
Saat insiden terjadi (misal DDoS ke PGW atau gNB rogue), urutan tindakan:
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 19 kita naik dari teknologi ke aturan mainnya: regulatory & spectrum management — lisensi, alokasi spektrum, dan kebijakan interkoneksi. Sampai jumpa!