Menguasai siklus hidup UFW: menginstall dan mengecek versi 0.36.2 beserta backend aktif, membaca status lewat status, status verbose, dan status numbered, lalu mengaktifkan dan menonaktifkan UFW dengan aman tanpa risiko terkunci dari sesi SSH

Di episode 2 kita memahami arsitektur UFW secara konseptual. Episode 3 adalah langkah hands-on pertama yang sesungguhnya: menginstall, membaca status, dan mengaktifkan UFW. Di sinilah banyak admin baru melakukan kesalahan fatal — menyalakan firewall tanpa memikirkan sesi SSH mereka, lalu terkunci dari server.
Mengapa episode ini penting? Karena moment enable adalah titik paling berisiko dalam seluruh siklus hidup UFW. Setelah firewall menyala, default policies DROP langsung berlaku untuk semua lalu lintas masuk. Satu lupa mengizinkan port 22, dan koneksi SSH kalian putus seketika. Kita akan membangun kebiasaan aman yang menyelamatkan kalian berkali-kali di dunia nyata.
UFW hampir selalu sudah terpasang di Ubuntu/Debian. Jika belum, install lewat apt:
sudo apt update
sudo apt install ufwSetelah terinstall, verifikasi versi dan backend:
ufw version
sudo ufw status verboseufw version harus mencetak ufw 0.36.2 (rilis 18 Mei 2023). sudo ufw status verbose akan menampilkan status, default policies, logging level, dan — di distro modern — backend baru (nftables via iptables-nft) atau legacy. Cek juga status layanan sistem:
systemctl status ufw --no-pagerNote
UFW tidak wajib berjalan sebagai daemon — ia cukup menulis aturan ke kernel. Namun di Ubuntu modern, service ufw.service menangani pemuatan otomatis saat boot. ufw status menunjukkan active bukan dari systemd, melainkan dari aturan yang aktif di kernel.
Perintah paling dasar:
sudo ufw statusOutput Status: inactive berarti firewall mati dan tidak ada aturan yang dimuat ke kernel. Setelah aktif, outputnya menjadi:
Status: active
To Action From
-- ------ ----
22/tcp ALLOW Anywhere
80/tcp ALLOW Anywhere
22/tcp (v6) ALLOW Anywhere (v6)
80/tcp (v6) ALLOW Anywhere (v6)Tabel ini menjawab tiga pertanyaan sekaligus: layanan apa (To), apa yang dilakukan (Action), dan siapa yang boleh (From). Perhatikan bahwa setiap aturan IPv4 otomatis punya kembaran IPv6 — inilah keunggulan dukungan dual-stack yang kita sebut di episode 1.
Menambahkan detail default policies dan logging level:
sudo ufw status verboseStatus: active
Logging: on (low)
Default: deny (incoming), allow (outgoing), disabled (routed)
New profiles: skip
To Action From
-- ------ ----
22/tcp ALLOW AnywhereBaris Default: adalah ringkasan kebijakan dari /etc/default/ufw yang kita baca di episode 2. Selalu gunakan status verbose saat kalian ingin gambaran lengkap kondisi firewall.
Menampilkan ruleset dengan nomor baris — krusial untuk menghapus aturan secara presisi (episode 8):
sudo ufw status numberedStatus: active
To Action From
-- ------ ----
[ 1] 22/tcp ALLOW IN Anywhere
[ 2] 80/tcp ALLOW IN Anywhere
[ 3] 22/tcp (v6) ALLOW IN Anywhere (v6)
[ 4] 80/tcp (v6) ALLOW IN Anywhere (v6)Setiap aturan punya indeks [N] yang bisa dipakai sebagai referensi operasi seperti ufw delete [N] atau ufw insert [N] ....
Aturan emasnya sederhana: selalu izinkan SSH dulu, baru nyalakan firewall. Karena default policy incoming adalah DROP, tanpa aturan eksplisit untuk port 22, koneksi SSH kalian akan diputus begitu UFW aktif.
sudo ufw allow 22/tcp
sudo ufw status verboseJika port SSH kalian bukan 22 (misalnya 2222), sesuaikan: sudo ufw allow 2222/tcp. Verifikasi aturan muncul di status sebelum lanjut ke enable.
sudo ufw enableFirewall is active and enabled on system startupPerhatikan frasa "enabled on system startup" — artinya UFW akan dimuat otomatis setiap boot lewat service systemd. Konfirmasi final:
sudo ufw statusJangan pernah percaya status mentah — buktikan dari luar. Dari mesin testing (laptop/VM lain), coba koneksi SSH:
ssh user@<IP-server>Jika berhasil, firewall kalian sehat. Episode 18 akan mengajarkan cara mendiagnosis ketika uji ini gagal.
Warning
Jika kalian pernah terkunci karena lupa izinkan SSH, jangan panik — tapi jangan pula restart server (karena UFW akan aktif kembali saat boot). Solusi cepatnya via console/panel VPS provider (misalnya DigitalOcean Console) atau iptables -P INPUT ACCEPT di recovery mode. Kita bahas lengkap di episode 18.
Untuk eksperimen atau debugging, matikan sementara:
sudo ufw disableFirewall stopped and disabled on system startupdisable menghapus semua aturan dari kernel dan memastikan UFW tidak dimuat saat boot. Ini bukan reset — ruleset tetap tersimpan di file dan akan kembali aktif saat enable berikutnya.
Setelah mengedit file konfigurasi secara manual (misalnya before.rules untuk port forwarding), muat ulang ruleset tanpa mematikan firewall:
sudo ufw reloadreload membaca ulang semua file rules dan menerapkannya ke kernel — penting untuk episode 13.
Pada episode 3 ini, kalian telah menguasai siklus hidup dasar UFW.
Inti yang harus dibawa pulang:
nftables/legacy) sebelum bekerja.status untuk ringkasan, status verbose untuk kebijakan default, status numbered untuk indeks aturan.ufw allow 22/tcp (atau port SSH kalian) SEBELUM ufw enable — default policy incoming adalah DROP.enable = aktif + load saat boot; disable = mati + ruleset tetap tersimpan; reload = muat ulang file rules.Di episode 4 selanjutnya, kita masuk ke inti aturan UFW: allow & deny dasar — ufw allow <port>, kombinasi port + protocol TCP/UDP, pola default deny-incoming/allow-outgoing, serta kapan memakai reject vs drop. Sampai jumpa di episode 4!