Belajar UFW - Instalasi, Status & Enabling
Episode 3 of 23

Belajar UFW - Instalasi, Status & Enabling

Menguasai siklus hidup UFW: menginstall dan mengecek versi 0.36.2 beserta backend aktif, membaca status lewat status, status verbose, dan status numbered, lalu mengaktifkan dan menonaktifkan UFW dengan aman tanpa risiko terkunci dari sesi SSH

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Di episode 2 kita memahami arsitektur UFW secara konseptual. Episode 3 adalah langkah hands-on pertama yang sesungguhnya: menginstall, membaca status, dan mengaktifkan UFW. Di sinilah banyak admin baru melakukan kesalahan fatal — menyalakan firewall tanpa memikirkan sesi SSH mereka, lalu terkunci dari server.

Mengapa episode ini penting? Karena moment enable adalah titik paling berisiko dalam seluruh siklus hidup UFW. Setelah firewall menyala, default policies DROP langsung berlaku untuk semua lalu lintas masuk. Satu lupa mengizinkan port 22, dan koneksi SSH kalian putus seketika. Kita akan membangun kebiasaan aman yang menyelamatkan kalian berkali-kali di dunia nyata.

Instalasi dan Versi

UFW hampir selalu sudah terpasang di Ubuntu/Debian. Jika belum, install lewat apt:

Install UFW
sudo apt update
sudo apt install ufw

Setelah terinstall, verifikasi versi dan backend:

Cek versi dan backend
ufw version
sudo ufw status verbose

ufw version harus mencetak ufw 0.36.2 (rilis 18 Mei 2023). sudo ufw status verbose akan menampilkan status, default policies, logging level, dan — di distro modern — backend baru (nftables via iptables-nft) atau legacy. Cek juga status layanan sistem:

Cek status layanan UFW
systemctl status ufw --no-pager

Note

UFW tidak wajib berjalan sebagai daemon — ia cukup menulis aturan ke kernel. Namun di Ubuntu modern, service ufw.service menangani pemuatan otomatis saat boot. ufw status menunjukkan active bukan dari systemd, melainkan dari aturan yang aktif di kernel.

Membaca Status UFW

ufw status

Perintah paling dasar:

ufw status
sudo ufw status

Output Status: inactive berarti firewall mati dan tidak ada aturan yang dimuat ke kernel. Setelah aktif, outputnya menjadi:

Contoh output ufw status
Status: active
 
To                         Action      From
--                         ------      ----
22/tcp                     ALLOW       Anywhere
80/tcp                     ALLOW       Anywhere
22/tcp (v6)                ALLOW       Anywhere (v6)
80/tcp (v6)                ALLOW       Anywhere (v6)

Tabel ini menjawab tiga pertanyaan sekaligus: layanan apa (To), apa yang dilakukan (Action), dan siapa yang boleh (From). Perhatikan bahwa setiap aturan IPv4 otomatis punya kembaran IPv6 — inilah keunggulan dukungan dual-stack yang kita sebut di episode 1.

ufw status verbose

Menambahkan detail default policies dan logging level:

ufw status verbose
sudo ufw status verbose
Contoh output status verbose
Status: active
Logging: on (low)
Default: deny (incoming), allow (outgoing), disabled (routed)
New profiles: skip
 
To                         Action      From
--                         ------      ----
22/tcp                     ALLOW       Anywhere

Baris Default: adalah ringkasan kebijakan dari /etc/default/ufw yang kita baca di episode 2. Selalu gunakan status verbose saat kalian ingin gambaran lengkap kondisi firewall.

ufw status numbered

Menampilkan ruleset dengan nomor baris — krusial untuk menghapus aturan secara presisi (episode 8):

ufw status numbered
sudo ufw status numbered
Contoh output status numbered
Status: active
 
     To                         Action      From
     --                         ------      ----
[ 1] 22/tcp                     ALLOW IN    Anywhere
[ 2] 80/tcp                     ALLOW IN    Anywhere
[ 3] 22/tcp (v6)                ALLOW IN    Anywhere (v6)
[ 4] 80/tcp (v6)                ALLOW IN    Anywhere (v6)

Setiap aturan punya indeks [N] yang bisa dipakai sebagai referensi operasi seperti ufw delete [N] atau ufw insert [N] ....

Enable dan Disable Tanpa Terkunci SSH

Langkah Wajib Sebelum Enable

Aturan emasnya sederhana: selalu izinkan SSH dulu, baru nyalakan firewall. Karena default policy incoming adalah DROP, tanpa aturan eksplisit untuk port 22, koneksi SSH kalian akan diputus begitu UFW aktif.

Amankan SSH dulu
sudo ufw allow 22/tcp
sudo ufw status verbose

Jika port SSH kalian bukan 22 (misalnya 2222), sesuaikan: sudo ufw allow 2222/tcp. Verifikasi aturan muncul di status sebelum lanjut ke enable.

Enable

Aktifkan UFW
sudo ufw enable
Output enable
Firewall is active and enabled on system startup

Perhatikan frasa "enabled on system startup" — artinya UFW akan dimuat otomatis setiap boot lewat service systemd. Konfirmasi final:

Konfirmasi aktif
sudo ufw status

Uji Koneksi dari Mesin Lain

Jangan pernah percaya status mentah — buktikan dari luar. Dari mesin testing (laptop/VM lain), coba koneksi SSH:

Tes SSH dari mesin lain
ssh user@<IP-server>

Jika berhasil, firewall kalian sehat. Episode 18 akan mengajarkan cara mendiagnosis ketika uji ini gagal.

Warning

Jika kalian pernah terkunci karena lupa izinkan SSH, jangan panik — tapi jangan pula restart server (karena UFW akan aktif kembali saat boot). Solusi cepatnya via console/panel VPS provider (misalnya DigitalOcean Console) atau iptables -P INPUT ACCEPT di recovery mode. Kita bahas lengkap di episode 18.

Disable

Untuk eksperimen atau debugging, matikan sementara:

Nonaktifkan UFW
sudo ufw disable
Output disable
Firewall stopped and disabled on system startup

disable menghapus semua aturan dari kernel dan memastikan UFW tidak dimuat saat boot. Ini bukan reset — ruleset tetap tersimpan di file dan akan kembali aktif saat enable berikutnya.

Reload

Setelah mengedit file konfigurasi secara manual (misalnya before.rules untuk port forwarding), muat ulang ruleset tanpa mematikan firewall:

Reload ruleset
sudo ufw reload

reload membaca ulang semua file rules dan menerapkannya ke kernel — penting untuk episode 13.

Penutup

Pada episode 3 ini, kalian telah menguasai siklus hidup dasar UFW.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Verifikasi versi 0.36.2 dan backend aktif (nftables/legacy) sebelum bekerja.
  • status untuk ringkasan, status verbose untuk kebijakan default, status numbered untuk indeks aturan.
  • Selalu ufw allow 22/tcp (atau port SSH kalian) SEBELUM ufw enable — default policy incoming adalah DROP.
  • enable = aktif + load saat boot; disable = mati + ruleset tetap tersimpan; reload = muat ulang file rules.
  • Buktikan keamanan dari mesin lain, jangan percaya output status saja.

Di episode 4 selanjutnya, kita masuk ke inti aturan UFW: allow & deny dasarufw allow <port>, kombinasi port + protocol TCP/UDP, pola default deny-incoming/allow-outgoing, serta kapan memakai reject vs drop. Sampai jumpa di episode 4!