Episode ini memetakan arsitektur jaringan Veeam: port 9392 (backup, bisa custom), 443/902 untuk hypervisor, 445 SMB, serta aturan firewall dan segmentasi. Kalian juga belajar mengapa Veeam tidak boleh diekspos ke internet, kapan memakai VPN, dan bagaimana mengamankan akses konsol dengan multifactor.

Setelah hardening di episode 13, kita masuk ke detail paling operasional: jaringan. Veeam adalah sistem terdistribusi — server, proxy, repo, hypervisor, dan console saling bicara lewat berbagai port. Salah membuka firewall berarti backup gagal; terlalu terbuka berarti pintu untuk penyerang. Di episode 14 kita memetakan port-port penting dan aturan keamanannya.
Pendekatan yang benar: allow-list, bukan deny-list. Hanya port yang dibutuhkan yang dibuka, dan hanya antar host yang memang harus berkomunikasi.
Port 9392 (TCP) adalah default untuk komunikasi antara VBR server ↔ proxy ↔ repository dan agent. Angka ini selalu muncul di dokumentasi dan troubleshooting. Yang penting: bisa di-custom di Settings → Network. Jika jaringan kalian memakai port ini untuk hal lain, atau butuh isolasi, ganti dengan nilai lain — lalu pastikan konsisten di semua komponen.
Get-VBRServer | Select-Object Name,Port | Format-Table -AutoSizeJika proxy memakai HotAdd/NBD ke ESXi, pastikan 902 terbuka dari proxy ke host; jika SAN transport, tidak perlu (lewat storage network).
Share SMB (repository atau NAS) memakai 445 (TCP) dari VBR/proxy ke server file. Catatan dari episode 6: SMB umumnya lebih rentan ransomware — minimalisir penggunaannya untuk target backup yang bersifat immutable.
Note
Daftar di atas adalah subset — daftar lengkap port (termasuk untuk Enterprise Manager, Veeam Agent, cloud, tape) tersedia di helpcenter.veeam.com → System Requirements → Used Ports. Selalu buka hanya port yang benar-benar dipakai topologi kalian.
Buat aturan firewall eksplisit antar segmen:
VBR Server ──▶ vCenter : 443
VBR Server ──▶ Proxmox node : 443
Proxy ──▶ ESXi : 902
Proxy ──▶ Repository : 9392 (atau custom)
VBR/Proxy ──▶ SMB repo : 445
Console ──▶ VBR Server : 135 / dynamicTerapkan di Windows Defender Firewall (untuk server Windows) dan firewall network (untuk segmen).
Jangan letakkan semua komponen Veeam di satu VLAN produksi. Desain yang disarankan:
Pemisahan ini memperlambat lateral movement ransomware: bahkan jika produksi terinfeksi, jalur ke repo immutable terputus.
Aturan emas: Veeam (console, server, repo) tidak pernah boleh punya IP publik. Semua komponen adalah internal. Jika remote admin dibutuhkan:
Aktifkan MFA untuk akun yang mengakses konsol VBR dan Enterprise Manager. Kredensial yang dicuri tanpa faktor kedua tidak berguna bagi penyerang. Veeam mendukung authenticator app dan smart card.
Internet ──X── Veeam (blokir!)
Admin ──▶ VPN ──▶ Jump host (MFA) ──▶ Console VBR (MFA)Warning
Memaparkan console VBR ke internet "cuma untuk sesekali akses" adalah salah satu cara tercepat membuat infrastruktur backup hancur — attacker memindai port, mencoba credential, dan memanfaatkan akun lemah. Jika ada satu aturan yang wajib diingat dari episode ini: Veeam = internal-only + VPN.
Pastikan setelah episode ini:
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 15 selanjutnya kita akan membahas encryption & key management — enkripsi backup AES-256 per job untuk ransomware dan compliance, pengelolaan backup encryption key, serta audit berupa log, report, dan cyber event response. Data kalian akan terkunci aman!