Belajar Vitess (platform database skalabel untuk MySQL) dari dasar hingga production readiness: pre-requisites & setup environment, sejarah latar belakang & mengapa memilih vitess, konsep dasar & arsitektur utama, instalasi & deployment dasar, mengelola keyspaces & shards, query routing & vtgates, replikasi & failover, observability & debugging, schema management & vindexes, transaction & consistency models, schema change & online migrations, configuration management & secrets, secure connectivity, access control & audit, multi-region & disaster recovery, performance optimization, resharding & scaling workflows, hybrid workloads & OLAP integration, control plane & topology management, CI/CD & release management, disaster recovery & business continuity, observability at scale & SLOs, hingga production hardening & best practices dengan total 23 episode.
Sebelum menyentuh keyspace pertama, kalian perlu menguasai konsep database relasional dan MySQL, dasar sharding dan replikasi, plus Kubernetes untuk deployment modern. Di episode ini kalian juga menyiapkan kubectl, helm, vtctlclient, vtctld, dan mysql client.

Episode ini mengupas perjalanan Vitess dari solusi sharding internal MySQL YouTube menjadi proyek open source terakreditasi CNCF, lalu membandingkannya dengan MySQL tradisional, Galera Cluster, dan database cloud managed untuk menemukan use case yang paling cocok.

Episode ini membedah arsitektur inti Vitess: VTGate sebagai query serving layer, VTTablet sebagai storage layer, Topology Service sebagai sumber kebenaran, serta bagaimana keyspace, shard, dan vindex bekerja untuk merutekan query ke data yang tepat.

Episode ini memandu deploy Vitess minimal di Kubernetes menggunakan Helm chart resmi, mengkonfigurasi keyspace dan shard pertama, lalu memverifikasi komponen layanan dan koneksi MySQL lewat VTGate.

Episode ini membahas cara membuat keyspace dari nol, menentukan sharding key dan vindex yang tepat, menambah shard, hingga praktik terbaik partitioning untuk memastikan data tersebar merata dan query tetap cepat.

Episode ini mengupas bagaimana VTGate merencanakan dan merutekan query ke VTTablet yang tepat, perilaku query lintas shard dengan scatter-gather, dukungan SQL dan batasannya, serta mode kegagalan yang perlu kalian kenali.

Episode ini membahas topologi replika dan peran primary di Vitess, mekanisme failover otomatis berbasis pemantauan health, peran pseudo-GTID dalam mengikuti posisi replikasi, serta strategi backup dan recovery untuk MySQL di bawah Vitess.

Episode ini membekali kalian untuk melihat ke dalam cluster: metrics Prometheus dari VTGate, VTTablet, dan Topology Service, membaca log dan slow query, tracing query lintas komponen, serta diagnosa shard dan replikasi dengan vtctlclient.

Episode ini membedah vindexes sebagai kunci routing di Vitess: konfigurasi vindex untuk keyspace, perbedaan global dan local vindex beserta trade-off-nya, serta desain skema untuk tabel sharded dan unsharded dengan VSchema.

Episode ini membahas ACID dalam konteks Vitess: transaksi single-shard yang penuh jaminan, transaksi lintas shard dengan keterbatasannya, dukungan XA, perilaku locking, stale reads, serta praktik terbaik menjaga konsistensi di cluster terdistribusi.
