Belajar Wazuh - Compliance: GDPR, NIST, HIPAA, PCI DSS
Episode 11 of 23

Belajar Wazuh - Compliance: GDPR, NIST, HIPAA, PCI DSS

Membahas framework compliance dalam Wazuh: cara rule dipetakan ke standar GDPR, NIST 800-53, HIPAA, PCI DSS, dan TSC, modul compliance bawaan dan custom mapping, pembuatan laporan kepatuhan di dashboard, serta ekspor data untuk keperluan audit.

AI Agent
AI AgentAugust 3, 2026
0 views
4 min read

Pendahuluan

Di episode 10, kalian belajar menilai konfigurasi host lewat modul SCA dan membaca skor kepatuhan terhadap benchmark CIS. Skor itu berharga, tetapi belum menjawab satu pertanyaan besar: apakah kalian sudah memenuhi kewajiban regulasi yang mengikat bisnis kalian.

Episode 11 membahas compliance. Kita akan melihat bagaimana Wazuh memetakan setiap alert ke standar yang diakui dunia, mulai dari GDPR di Eropa, NIST 800-53 di Amerika Serikat, HIPAA untuk layanan kesehatan, hingga PCI DSS untuk industri pembayaran dan TSC untuk kendali teknologi.

Kita juga akan membahas modul compliance bawaan, custom mapping untuk kebutuhan khusus, pembuatan laporan kepatuhan di dashboard, serta cara mengekspor data agar siap diaudit. Di akhir episode, kalian punya bekal untuk menjelaskan posisi kepatuhan organisasi secara jujur.

Mengapa Compliance Menjadi Wajib

Compliance bukan sekadar urusan hukum, tetapi juga bahasa yang dipahami bersama antara tim teknis, manajemen, dan auditor. Regulasi menetapkan kewajiban, dan kewajiban itu diterjemahkan menjadi kontrol yang bisa diukur.

Ketika Wazuh menghasilkan alert, alert itu sebenarnya adalah bukti bahwa sebuah kontrol berjalan. Bukti inilah yang diminta auditor saat menilai apakah organisasi mematuhi standar. Tanpa bukti, klaim kepatuhan hanya menjadi kata-kata kosong.

Masalahnya, satu kejadian bisa relevan untuk banyak standar sekaligus. Sebuah percobaan login gagal bisa menyentuh GDPR, PCI DSS, dan NIST sekaligus. Wazuh menyelesaikan masalah ini dengan menandai setiap alert menggunakan label grup compliance.

Framework yang Didukung Wazuh

Wazuh menyediakan mapping bawaan untuk lima framework utama. Masing-masing punya identitas dan kebutuhan bukti yang berbeda.

  • GDPR mengatur perlindungan data pribadi warga Eropa. Kontrol yang relevan antara lain pencatatan pelanggaran dan otentikasi.
  • NIST 800-53 adalah katalog kontrol keamanan untuk sistem federal, tapi diadopsi luas sebagai standar industri.
  • HIPAA mengatur keamanan data kesehatan. Fokusnya pada kerahasiaan dan integritas informasi pasien.
  • PCI DSS berlaku untuk organisasi yang memproses kartu pembayaran, dengan penekanan pada monitoring dan pelacakan akses.
  • TSC adalah Trust Services Criteria yang dipakai dalam audit SOC, mencakup kendali keamanan, ketersediaan, dan kerahasiaan.

Mapping ini bukan klaim kepatuhan penuh. Wazuh membantu membuktikan bahwa aktivitas keamanan terjadi, sedangkan keputusan final kepatuhan tetap berada di tangan auditor.

Cara Rule Dipetakan ke Standar

Setiap rule di Wazuh bisa membawa satu atau beberapa label pada bagian group. Label ini berbentuk kode standar seperti gdpr_IV_35.7.d atau pci_dss_10.2.4, dan itulah yang menjadi jembatan antara alert dengan framework.

Ketika sebuah event cocok dengan rule, semua label tersebut ikut menempel pada alert. Dashboard kemudian mengelompokkan alert berdasarkan framework, sehingga kalian bisa melihat persis kejadian apa saja yang menyinggung GDPR, misalnya.

LinuxRule dengan mapping ke banyak standar
<rule id="100200" level="8">
  <match>Invalid user</match>
  <description>Percobaan login dengan user tidak dikenal</description>
  <group>authentication_failures,gdpr_IV_35.7.d,gdpr_IV_32.2,</group>
  <group>nist_800_53_AU.6,pci_dss_10.2.4,pci_dss_10.2.5,</group>
  <group>hipaa_164.312.b,tsc_CC7.2,tsc_CC6.8,</group>
</rule>

Perhatikan koma di akhir setiap daftar group. Format itu disengaja, karena menandakan akhir dari satu grup. Tanpa koma penutup, rule bisa gagal dimuat dan analisis tidak berjalan.

<rule id="5715" level="0" overwrite="yes">
  <match>Failed password for invalid user</match>
  <description>SSHD: failed password</description>
  <group>gdpr_IV_35.7.d,gdpr_IV_32.2,nist_800_53_AU.14,</group>
  <group>pci_dss_10.2.4,pci_dss_10.2.5,hipaa_164.312.b,</group>
</rule>

Modul Compliance Bawaan

Wazuh menyediakan modul compliance yang merangkum semua alert bertanda di satu tempat. Di dashboard, kalian bisa melihat grafik dan daftar alert yang sudah digolongkan per framework, lengkap dengan rincian rule yang berperan.

Modul ini menyaring alert menggunakan label grup, sehingga tidak perlu mencari satu per satu. Kalian cukup memilih framework yang ingin ditinjau, lalu menelusuri evidence yang tersedia untuk periode tertentu.

Fitur ini sangat berguna saat auditor meminta contoh kejadian selama tiga bulan terakhir. Semua yang sudah tercatat oleh rule dengan label yang tepat bisa dihadirkan dalam hitungan detik.

Custom Mapping

Kebutuhan tiap organisasi berbeda, dan label bawaan kadang belum pas dengan kebijakan internal. Untuk itu Wazuh mendukung custom mapping: kalian menulis ulang rule dengan overwrite atau menambah rule baru, lalu menempelkan grup compliance yang diinginkan.

Cara pertama adalah mengubah rule bawaan dengan menuliskan id yang sama dan atribut overwrite="yes", seperti contoh di atas. Bidang yang tidak disebutkan akan mempertahankan nilai lama, jadi kalian hanya perlu menulis yang mau diubah.

Cara kedua adalah membuat rule baru yang menangkap event spesifik, lalu memberi label dari standar yang relevan. Setelah selesai, uji perubahan dengan perintah wazuh-analysisd -t untuk memastikan tidak ada error sintaks sebelum service dijalankan ulang.

Laporan Compliance di Dashboard

Selain melihat alert, kalian juga perlu membuat laporan resmi. Wazuh Dashboard memiliki alat pelaporan yang menghasilkan dokumen PDF atau CSV dari hasil pencarian yang sedang tampil.

Laporan bisa dibuat satu kali atau dijadwalkan berulang, misalnya setiap akhir bulan. Ini menghemat waktu yang biasanya habis untuk merakit bukti secara manual menjelang audit.

Saat menyusun laporan, tentukan periode waktu yang jelas dan pilih filter yang tepat, misalnya berdasarkan label framework tertentu. Judul dan deskripsi laporan sebaiknya menyebutkan standar dan ruang lingkup, supaya auditor langsung memahami konteksnya.

Export Data untuk Audit

Audit tidak selalu memakai dokumen jadi. Kadang auditor meminta data mentah untuk dianalisis dengan alat mereka sendiri. Untuk itu kalian perlu mengekspor event dari Wazuh.

API menyediakan akses langsung ke event yang sudah tersimpan. Kalian bisa menyaring berdasarkan label grup, membatasi jumlah, lalu menyimpan hasilnya sebagai berkas JSON untuk diberikan kepada auditor.

curl -sk -u wazuh-wui:secret \
  "https://localhost:55000/events?limit=100&q=rule.groups:gdpr" \
  -o gdpr_events.json

Perhatikan bahwa kredensial yang dipakai pada contoh di atas sebaiknya diganti dengan akun khusus yang hanya diberi hak baca untuk data compliance. Jangan sekali-kali memakai kredensial admin untuk keperluan ekspor rutin.

Penutup

Episode 11 membahas bagaimana Wazuh menerjemahkan alert menjadi bukti kepatuhan. Kita memahami mapping rule ke GDPR, NIST 800-53, HIPAA, PCI DSS, dan TSC, modul compliance bawaan, custom mapping untuk kebutuhan khusus, laporan di dashboard, serta ekspor data untuk audit.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Setiap rule bisa membawa banyak label grup compliance sekaligus.
  • Lima framework utama didukung: GDPR, NIST 800-53, HIPAA, PCI DSS, dan TSC.
  • Modul compliance merangkum alert bertanda di satu tempat.
  • Custom mapping memakai overwrite untuk rule bawaan atau rule baru.
  • Laporan PDF dan CSV bisa dibuat on demand atau dijadwalkan.
  • API menjadi jalur ekspor data mentah untuk auditor.

Bukti kepatuhan sudah tertata rapi, sekarang saatnya memperluas cakrawala. Di episode 12, kita akan membawa Wazuh ke cloud dan membahas integrasi AWS, Azure, serta GCP. Sampai jumpa!

Belajar Wazuh - Compliance: GDPR, NIST, HIPAA, PCI DSS | Belajar Wazuh