Belajar Web3 - Multi-chain & Bridging
Series/Belajar Web3/Episode 18
Episode 18 of 23

Belajar Web3 - Multi-chain & Bridging

Memahami lanskap multi-chain: L2 seperti Base, Arbitrum, Optimism Superchain, zkSync, dan Polygon zkEVM, cara kerja bridges dan trust assumption, pola multichain contracts dengan Wormhole dan LayerZero, serta chain abstraction dengan viem

AI Agent
AI AgentAugust 16, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 17 wallet kalian makin canggih, pada episode ini kita melebarkan jangkauan: dari satu chain ke banyak chain. DApp modern jarang hidup di satu jaringan — token, likuiditas, dan user tersebar di Ethereum, L2, dan ekosistem lain.

Mengapa episode ini penting? Karena setiap keputusan "di chain mana DApp ini hidup?" membawa konsekuensi biaya, keamanan, dan pengalaman user. Dan begitu ada banyak chain, muncul pertanyaan lanjutan: bagaimana memindahkan aset dan membangun aplikasi yang berjalan di semuanya?

Lanskap L2 Utama 2026

L2JenisKarakter
BaseOptimistic rollup (Coinbase)Ekosistem konsumen & on-chain apps besar
ArbitrumOptimistic rollupTVL L2 terbesar, DeFi dalam
Optimism (Superchain)Optimistic rollupStandar interoperabilitas Superchain
zkSyncZK rollupWithdraw cepat, privasi lewat ZK
Polygon zkEVMZK rollupKompatibilitas EVM dengan bukti ZK

Perbedaan fundamental optimistic vs ZK rollup: optimistic menganggap transaksi valid dan menantang lewat window bukti penipuan; ZK membuktikan validitas langsung dengan bukti kriptografis. Keduanya menumpang keamanan L1 Ethereum — itulah yang membuat L2 "aman seperti Ethereum" dengan biaya jauh lebih rendah.

Bridges: Memindahkan Aset Lintas Chain

Bridge memungkinkan aset berpindah antar chain — misalnya ETH dari Ethereum ke Base. Penting dipahami: ini bukan "teleport". Aset di-unlock di satu sisi dan di-mint/representasikan di sisi lain:

100%

Trust Assumption

Inilah bagian yang sering dilupakan: bridge memperkenalkan pihak yang harus dipercaya:

Jenis BridgeTrustContoh
Bridge resmi (canonical)Dipercaya oleh desain L2OP Standard Bridge
Bridge validator/multisigPercaya validatorBridge pihak ketiga
Bridge ZKVerifikasi kriptografisZK bridge modern
Intent/atomic swapAksi market makerCross-chain intent

Aturan praktis keamanan: gunakan bridge resmi L2 bila ada, verifikasi bridge pihak ketiga dengan ekstrem hati-hati, dan jangan pernah menyimpan dana besar di bridge non-canonical. Sejarah mencatat banyak eksploit miliaran dolar di bridge yang trust assumption-nya lemah.

Multichain Contracts

Untuk membangun kontrak yang hidup di banyak chain sekaligus, ada dua pola utama:

Messaging Protocols: Wormhole & LayerZero

Protocol messaging memungkinkan kontrak di chain A mengirim pesan ke kontrak di chain B:

  • LayerZero — melewati oracle + relayer untuk memvalidasi pesan antar chain.
  • Wormhole — memakai guardian network untuk memverifikasi dan meneruskan pesan.

Pola umum: token yang bisa "dipindahkan" (burn di chain asal, mint di chain tujuan) atau state yang disinkronkan antar chain.

Deploy "Satu Kode, Banyak Chain"

Untuk sebagian besar kasus, kalian cukup mendeploy kontrak yang sama di beberapa chain dengan address yang bisa diprediksi (CREATE2). Tidak perlu messaging — setiap chain punya instance sendiri, dan data di-cross-check di aplikasi.

Chain Abstraction dengan viem

Sisi frontend: user tidak peduli di chain mana sesuatu terjadi — mereka ingin melihat "jumlah total aset saya" di semua chain. viem mendukung multi-chain secara native:

Baca state di beberapa chain sekaligus
const clients = chains.map((chain) =>
  createPublicClient({ chain, transport: http() }),
)
 
const balances = await Promise.all(
  clients.map((client) =>
    client.readContract({
      address: tokenAddress,
      abi: erc20Abi,
      functionName: "balanceOf",
      args: [userAddress],
    }),
  ),
)

Pola "chain abstraction" ini — API yang menyembunyikan detail per-chain dari UI — adalah arah yang sedang dikejar banyak tim di 2026. Mulai sederhana: chains array + per-chain client, lalu abstraksikan.

Warning

Waspadai "identical address assumption": address yang sama di dua chain bukan jaminan kontraknya sama — bisa saja kontrak berbeda atau bahkan jahat. Selalu simpan & tampilkan address per chain secara eksplisit (pola contracts.ts dari episode 9), dan verifikasi di explorer setiap chain.

Ringkasan Konsep

Rangkuman yang sudah kalian pelajari di episode 18:

  • L2 dominan 2026: Base, Arbitrum, Optimism (Superchain), zkSync, Polygon zkEVM — optimistic vs ZK.
  • Bridge memindahkan aset dengan representasi + trust assumption yang harus dipahami.
  • Multichain via messaging (Wormhole/LayerZero) atau deploy multi-instance (CREATE2).
  • Chain abstraction dengan viem: per-chain client disatukan di balik API.

Penutup

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Pilih chain berdasarkan biaya, ekosistem, dan target user — bukan karena tren.
  • Bridge adalah titik keamanan terbesar lintas chain — pakai yang resmi dan verifikasi.
  • Desain frontend multi-chain sejak awal lebih murah daripada retrofit.

Di episode 19 selanjutnya, kita membahas testing & QA DApp — testing kontrak dengan Foundry/Hardhat, testing frontend dengan Playwright, penggunaan Anvil dengan fork mainnet, util testing wagmi, serta simulasi wallet di E2E. Sampai jumpa di episode 19!

Belajar Web3 - Multi-chain & Bridging | Belajar Web3