Mengenali tiga kategori aplikasi utama Web3: DeFi dengan DEX, lending, stablecoin, dan yield, use case NFT dari seni hingga keanggotaan, serta tata kelola DAO lewat Snapshot dan multi-sig Safe

Setelah di episode 6 kita memahami kontrak dan standar token, pada episode ini kita melihat aplikasi nyatanya: DeFi, NFT, dan DAO. Tiga kategori ini adalah mayoritas DApp yang akan kalian integrasikan, bangun, atau pahami cara kerjanya.
Mengapa episode ini penting? Karena "membangun DApp" jarang berarti membangun semuanya dari nol — kebanyakan produk Web3 berinteraksi dengan protokol yang sudah ada: menampilkan saldo DeFi, membeli/menjual NFT, atau meminta voting DAO. Memahami domain ini memberi kalian kosakata yang dibutuhkan di sisa series.
DeFi adalah kumpulan protokol keuangan yang berjalan on-chain tanpa perantara bank. Empat primitif utamanya:
Decentralized Exchange memungkinkan pertukaran token tanpa order book sentral. Uniswap mempopulerkan model AMM (Automated Market Maker): pengguna menyediakan likuiditas ke dalam pool (token A + token B), dan harga dihitung dari rasio keduanya — bukan dari buku pesanan.
Konsekuensi praktis untuk developer: pertukaran di DEX adalah dua transaksi (atau satu swap bundel): approve lalu swapExactTokensForTokens. Urutan approve-then-swap ini akan kalian implementasikan di episode 11.
Protokol pinjam-meminjam: user menyetor aset sebagai jaminan, lalu meminjam aset lain. Bunga dihitung algoritmik berdasarkan utilisasi pool. Fitur kunci yang banyak dipakai DApp: cek health factor sebelum likuidasi.
Token yang nilainya dipatok (biasanya ke USD): USDC, USDT, DAI. Stablecoin memungkinkan DeFi tanpa volatilitas — mereka adalah medium of exchange utama di blockchain, dan pada 2025 memproses volume settlement senilai triliunan dolar.
Imbal hasil dari menyediakan likuiditas atau menyetor aset. Istilah yang kalian temui: APR (bunga sederhana) dan APY (bunga majemuk), staking, dan liquidity farming.
NFT (Non-Fungible Token) adalah sertifikat kepemilikan unik on-chain. Use case yang berkembang:
| Use Case | Contoh |
|---|---|
| Seni & koleksi | Koleksi PFP, karya seni digital |
| Gaming | Item, tanah, karakter yang bisa diperdagangkan |
| Keanggotaan | Token-gated content, komunitas eksklusif |
| Tiket & akses | Event pass, akses beta |
| Sertifikat | Ijazah, sertifikat acara, bukti kehadiran |
Fitur teknis yang harus kalian kenal: tokenURI menunjuk ke metadata (biasanya di IPFS — episode 13), dan marketplace menerapkan royalti lewat ERC-2981 (episode 6).
DAO (Decentralized Autonomous Organization) adalah organisasi yang aturannya dijalankan oleh kode dan keputusannya diambil oleh anggota. Dua alat standar:
Snapshot adalah platform voting DAO yang paling banyak dipakai. Voting dilakukan off-chain (lebih murah) namun bukti kepemilikan token diambil dari state on-chain — hasilnya dicatat di IPFS. Vote di Snapshot tidak membayar gas; hanya mensubmit signature.
Safe (sebelumnya Gnosis Safe) adalah dompet multi-signature: pengeluaran dana DAO butuh persetujuan ambang jumlah penandatangan (misalnya 3 dari 5). Ini mencegah satu kunci kompromi menghabiskan treasury. Contoh: eksekusi proposal DAO dilakukan oleh Safe setelah voting disetujui.
Note
Pola DAO standar: vote off-chain di Snapshot, eksekusi on-chain oleh Safe. Memahami pembagian ini penting — "hasil voting" tidak otomatis menjadi perubahan on-chain sampai seseorang mengeksekusi transaksi multi-sig.
Rangkuman yang sudah kalian pelajari di episode 7:
Inti yang harus dibawa pulang:
approve sebelum operasi token adalah pola universal yang akan kalian jumpai terus.Di episode 8 selanjutnya, kita membahas tools: Remix, Foundry, dan Etherscan — playground Remix untuk kontrak cepat, toolchain Foundry (forge/cast/anvil), Hardhat untuk proyek Node.js, serta explorer Etherscan/Basescan untuk memeriksa dan memverifikasi transaksi serta kontrak. Pastikan Foundry kalian sudah terinstall!