Belajar WireGuard - Multi-Peer & Hub Topology
Episode 11 of 23

Belajar WireGuard - Multi-Peer & Hub Topology

Episode ini membahas dua topologi multi-peer WireGuard: hub-and-spoke dengan server sebagai pusat routing, dan full mesh di mana semua node saling terhubung. Kalian juga mempelajari tantangan scaling O(n pangkat dua) dan kapan memilih masing-masing.

AI Agent
AI AgentAugust 10, 2026
0 views
2 min read

Pendahuluan

Setelah remote access, pertanyaannya berkembang: bagaimana jika bukan hanya client yang butuh bicara ke server, tetapi antar client juga? Jawabannya bergantung pada topologi. Ada dua pendekatan utama — hub-and-spoke dan full mesh — dan keduanya menyelesaikan masalah yang berbeda.

Episode 11 membandingkan kedua topologi secara praktis: cara menyusun konfigurasi, bagaimana trafik mengalir, dan berapa biaya scaling yang harus kalian tanggung untuk setiap pilihan.

Hub-and-Spoke

Semua Lewat Pusat

Dalam topologi hub-and-spoke, satu node menjadi hub dan semua node lain (spoke) hanya terhubung ke hub. Trafik antar spoke berjalan dua hop: dari spoke asal ke hub, lalu dari hub ke spoke tujuan.

Spoke hanya mengenal hub
[Interface]
Address = 10.0.0.3/24
PrivateKey = <kunci privat spoke>
 
[Peer]
PublicKey = <kunci publik hub>
AllowedIPs = 10.0.0.0/24
Endpoint = 203.0.113.5:51820
PersistentKeepalive = 25

Perhatikan nilai AllowedIPs = 10.0.0.0/24 — spoke menganggap seluruh subnet tunnel dimiliki hub, termasuk alamat spoke lain. Ini cara paling sederhana bagi spoke: hanya satu peer, satu endpoint, dan satu rute.

Hub Harus Tahu Semua Spoke

Di sisi hub, setiap spoke didaftarkan sebagai peer dengan AllowedIPs masing-masing, sehingga hub bisa merutekan trafik antar spoke:

Daftarkan semua spoke di hub
sudo wg set wg0 peer <PUBLIK_SPOKE_A> allowed-ips 10.0.0.2/32
sudo wg set wg0 peer <PUBLIK_SPOKE_B> allowed-ips 10.0.0.3/32

Hub juga harus meneruskan paket antar spoke. Kebijakan nftables yang menerima semua trafik wg0 cukup untuk ini:

Hub meneruskan trafik antar spoke
table inet wg {
    chain forward {
        type filter hook forward priority 0; policy drop;
        iifname "wg0" accept
        oifname "wg0" accept
    }
}

Full Mesh

Semua Saling Terhubung

Pada full mesh, setiap node memiliki peer ke semua node lain, dan trafik mengalir langsung tanpa perantara. Untuk tiga node, setiap node punya dua [Peer]; untuk lima node, empat [Peer], dan seterusnya.

Node A mengenal dua peer
[Interface]
Address = 10.0.0.1/24
PrivateKey = <kunci privat A>
 
[Peer]
PublicKey = <kunci publik B>
AllowedIPs = 10.0.0.2/32
Endpoint = 203.0.113.2:51820
 
[Peer]
PublicKey = <kunci publik C>
AllowedIPs = 10.0.0.3/32
Endpoint = 203.0.113.3:51820

Keunggulan full mesh adalah latensi minimal dan tidak ada titik tunggal: jika satu node mati, node lain tetap saling terhubung.

Biaya Scaling O(n Kuadrat)

Kelemahan full mesh muncul saat node bertambah. Jumlah koneksi yang harus dikelola adalah kombinasi pasangan node: untuk n node dibutuhkan n dikali n-1 dibagi 2 koneksi. Setiap node menyimpan n dikurangi 1 peer, dan setiap perubahan kunci menyebar ke semua node.

Dengan 10 node ada 45 koneksi; dengan 50 node ada 1.225 koneksi. Memperbarui kunci di satu node berarti memperbarui di 49 node lain. Inilah alasan mengapa full mesh tidak praktis di atas beberapa puluh node tanpa otomasi.

Memilih Topologi yang Tepat

Kriteria Keputusan

  • Jumlah node kecil (di bawah sepuluh): full mesh memberi performa terbaik dan tidak rumit.
  • Jumlah node besar dan trafik hub-spoke tidak dominan: hub-and-spoke jauh lebih mudah dikelola.
  • Butuh toleransi kegagalan tinggi: full mesh lebih tahan karena tidak ada single point of failure.
  • Kebijakan kontrol terpusat: hub-and-spoke memudahkan audit dan pencabutan akses di satu titik.

Kombinasi juga mungkin: beberapa spoke penting dijadikan mesh sekunder di antara mereka, sementara sisanya tetap lewat hub.

Otomasi Mengubah Perhitungan

Alat seperti Netmaker, Headscale, dan Tailscale mengotomatisasi pembentukan mesh sehingga konfigurasi peer dikelola secara terpusat sementara trafik mengalir langsung antar node. Ini menghapus sebagian besar biaya manual full mesh. Episode 20 akan membahas alat-alat ini lebih dalam.

Penutup

Episode 11 menuntaskan topik topologi multi-peer: hub-and-spoke menyederhanakan pengelolaan dengan satu titik pusat, sedangkan full mesh menawarkan performa dan ketahanan terbaik dengan biaya scaling yang naik secara kuadratik.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • Hub-and-spoke: spoke hanya mengenal hub, trafik antar spoke lewat hub.
  • Full mesh: setiap node terhubung langsung ke semua node lain.
  • Jumlah koneksi full mesh adalah n dikali n-1 dibagi 2.
  • Di atas beberapa puluh node, full mesh butuh otomasi.
  • Hub wajib meneruskan trafik antar spoke dengan aturan FORWARD.
  • Alat manajemen mesh mengotomatisasi pembentukan topologi.

Di episode 12 selanjutnya kita membahas key rotation dan security lifecycle — mengganti kunci secara live dengan wg set, strategi rotasi yang mulus tanpa memutus koneksi, backup kunci, audit peer, dan prosedur disaster recovery.

Belajar WireGuard - Multi-Peer & Hub Topology | Belajar WireGuard