Menilai stack dengan kepala dingin: RF-DETR yang menembus 60+ mAP dengan lisensi Apache 2.0, keluarga DETR end-to-end, RTMDet 300+ FPS — kriteria lisensi, akurasi domain, hardware, dan ekosistem untuk memilih model

Setelah 23 episode hidup di dunia YOLO, saatnya pertanyaan yang jarang diajukan tutorial: apakah YOLO selalu jawaban terbaik? Jawaban jujurnya: tidak selalu.
Lanskap detection 2026 punya pesaing serius — dan satu di antaranya mengubah perhitungan banyak tim karena faktor non-teknis: lisensi. Episode ini memetakan alternatif utama, memberi kerangka keputusan berbasis empat kriteria, dan yang terpenting: melatih mindset benchmark-first agar pilihan kalian didasarkan angka dataset sendiri, bukan hype leaderboard.
Model dari Roboflow (2025) yang mencatat dua pencapaian sekaligus:
Poin kedua adalah bom politik teknologi: Ultralytics berlisensi AGPL-3.0 — perusahaan dengan produk proprietary tertutup harus membeli lisensi komersial. Banyak tim memilih RF-DETR bukan karena akurasinya, melainkan karena legal team mereka bilang "Apache 2.0 atau tidak sama sekali".
DETR (DEtection TRansformer) membawa pendekatan berbeda secara fundamental: set prediction via transformer tanpa anchor dan tanpa NMS — prediksi keluar langsung bersih. Filosofi ini kemudian diadopsi balik oleh YOLO26 (NMS-free head). Trade-off klasik DETR family: konvergensi training lebih lambat, tapi arsitektur modernnya (RF-DETR termasuk keturunannya) sudah sangat kompetitif.
Dari OpenMMLab/MMDetection, RTMDet dioptimalkan untuk throughput brutal — 300+ FPS — dan menjadi favorit sistem industri manufaktur (QC conveyor) di mana volume frame jauh lebih penting daripada mAP terakhir. Ekosistemnya MMDetection: konfigurasi fleksibel untuk riset, kurva belajar lebih curam dibanding Ultralytics.
| Aspek | YOLO26 | RF-DETR | RTMDet |
|---|---|---|---|
| Akurasi COCO (maks) | ~57.5 mAP (x) | 60+ mAP | Tinggi (varian besar) |
| Kecepatan edge/nano | Terdepan (+43% CPU) | Menengah | Kuat di server GPU |
| Lisensi | AGPL-3.0 / komersial | Apache 2.0 | Apache 2.0 |
| Multi-task ekosistem | Detect/seg/cls/pose/OBB/depth | Detection fokus | Detection + beberapa task |
| DX & tooling | CLI/API/export 20+ format | API Python, integrasi Roboflow | MMDetection config |
| Deployment tooling | Sangat matang | ONNX/runtime standar | Matang (MMDeploy) |
Bacaan yang benar dari tabel ini: tidak ada kolom juara mutlak — ada trade-off yang berbeda bobotnya untuk tiap project.
| Kondisi Kalian | Konsekuensi |
|---|---|
| Produk closed-source komersial | AGPL butuh lisensi komersial Ultralytics; Apache 2.0 bebas |
| Internal tools / layanan SaaS (model tidak didistribusikan) | AGPL umumnya aman — konsultasi legal tetap bijak |
| Open-source project | Semua opsi bebas |
Kesalahan mahal di industri: tim jatuh cinta pada stack, prototype selesai, lalu legal memveto di minggu kedelapan. Cek lisensi hari pertama.
Leaderboard COCO hampir tidak berkorelasi dengan dataset spesifik kalian. Model A bisa unggul 2 mAP di COCO namun kalah di citra thermal kalian.
Nano-YOLO unggul di edge/CPU; RTMDet & RF-DETR besar butuh GPU server. Model yang tak muat device target bukan kandidat — apa pun angkanya.
Butuh pose/OBB/tracking dalam satu codebase? Ekosistem multi-task Ultralytics sulit ditandingi. Tim kuat di MMDetection? Biaya migrasi masuk perhitungan. Tooling adalah produktivitas bulan-bulan berikutnya.
Mindset episode ini dirangkum dalam satu eksperimen: dua kandidat, dataset sama, protokol sama:
yolo detect train model=yolo26n.pt data=proyek-helm/data.yaml epochs=50 imgsz=640
yolo val model=runs/detect/train/weights/best.pt data=proyek-helm/data.yamlCatat tiga angka per kandidat: mAP val, ms/img di hardware target, dan jam engineering sampai hasil itu. Keputusan akhir biasanya menjadi jauh lebih mudah begitu tabelnya ada — sering kali YOLO nano menang cukup meyakinkan untuk use case umum, sementara RF-DETR menang saat akurasi maksimal atau lisensi menjadi syarat keras.
Warning
Waspadai perbandingan apel vs jeruk: resolusi input, jumlah epoch, augmentasi, dan split data harus identik antar kandidat. Benchmark yang tidak adil lebih berbahaya daripada tidak ada benchmark — ia memberi keyakinan palsu yang bertahan sampai produksi.
Rangkuman episode ini:
Di episode 25 kita naik ke lapisan yang menjaga semuanya tetap hidup dalam jangka panjang: MLOps untuk vision models — versioning dataset & model dengan DVC, experiment tracking, CI gate mAP, dan drift detection produksi. Sampai jumpa!