Belajar Zellij - Floating Panes & Pane Frames
Episode 7 of 29

Belajar Zellij - Floating Panes & Pane Frames

membuat pane melayang di atas tata letak dengan toggle floating, menyematkan floating pane dengan pin, embed dan stacked floating panes, plus swap layout, toggle frames, dan fullscreen.

AI Agent
AI AgentAugust 2, 2026
0 views
9 min read

Pendahuluan

Selama lima episode terakhir, kalian bekerja dengan tiled panes — pane yang membagi layar seperti ubin: kanan, kiri, atas, bawah. Setiap pane baru memaksa pane lain menyusut. Di episode ini kalian berkenalan dengan konsep yang berbeda secara fundamental: floating panes — pane yang melayang di atas tata letak seperti jendela mengambang di atas desktop, tanpa memaksa satu pun pane tiled bergeser. Fitur inilah yang membuat Zellij unik di kelasnya dan paling sering mencuri perhatian orang yang baru mencobanya.

Mengapa floating panes penting? Ada tugas yang sifatnya sesaat — cek output satu perintah, membuka file referensi, melihat kalender atau kalkulator — dan tugas seperti itu tidak layak memakan separuh layar yang permanen. Dengan floating pane, kalian membuka, memakai, lalu menekan satu tombol untuk menyembunyikannya. Tata letak tiled tetap utuh, dan konteks melayang itu hadir tepat saat dibutuhkan. Di episode 5 kalian sudah menyentuh pin dan stacked; di episode ini keduanya kembali dengan versi penuh di ranah floating.

Peta episode: pertama kita membuat dan men-toggle floating panes (Ctrl+p lalu w atau Alt+f). Lalu mengelola mereka — pindah, pin, persistensi. Berikutnya embed/float (Ctrl+p lalu e), jembatan dua arah antara tiled dan floating. Setelah itu stacked floating panes untuk menumpuk banyak konteks melayang. Terakhir, tiga alat kontrol visual: swap layout (Alt+[ / Alt+]), toggle frames (Ctrl+p lalu z), dan fullscreen (Ctrl+p lalu f). Tidak ada konfigurasi yang diperlukan — semuanya sudah aktif sejak Zellij 0.40-an, dan versi terbaru 0.44.x membawa penyempurnaan untuk fitur-fitur ini.

Perbedaan mental model inilah yang membuat floating panes terasa memberdayakan: pane tiled selalu meminta izin — membuka satu memaksa pane lain menyusut. Floating pane tidak. Ia mengambil ruang kosong di atas kanvas, dan ketika kalian selesai, kanvas kembali utuh seperti tidak terjadi apa-apa. Banyak developer membangun seluruh gaya kerja di atas perbedaan ini: semua yang sesaat dan sementara menjadi floating, semua yang permanen dan dijadikan sandaran menjadi tiled.

Membuat dan Men-toggle Floating Panes

Ada dua pintu masuk ke dunia floating: Ctrl+p lalu w dari Pane mode, dan Alt+f langsung dari Normal mode. Keduanya memanggil aksi yang sama — ToggleFloatingPanes. Logikanya: jika belum ada floating pane, buat satu; jika sudah ada, sembunyikan semua. Ini desain yang cerdas karena satu tombol mengelola dua arah.

KeybindAksi
Ctrl+p lalu wToggle floating panes (buat jika belum ada)
Alt+fSama, dari Normal mode
Alt+nBuka floating pane baru (saat floating tampil)
Alt+h/j/k/lPindah fokus antar floating pane

Perhatikan perbedaan halusnya. Alt+f membuat dan menampilkan floating pane pertama. Setelah itu, Alt+n menambah floating pane lain — dan karena floating panes tidak memecah tata letak, setiap Alt+n baru menumpuk di atas pane yang ada, melayang di area kerja. Pindah antar mereka dengan Alt+h/j/k/l atau Ctrl+p lalu h/j/k/l.

Satu hal yang perlu dipahami sejak awal: floating pane bukan sekadar "tiled yang disusun ulang". Ia mempertahankan seluruh semantik pane — scrollback, mode, bahkan state proses — tetapi hidup di lapisan yang berbeda. Inilah mengapa ia persisten meskipun disembunyikan: Zellij tidak menghancurkan pane ketika ia tersembunyi, hanya menurunkan visibilitasnya. Mental model ini menjawab hampir semua kebingungan seputar floating pane.

Tip

Uji dalam tiga detik: tekan Alt+f, ketik htop di pane melayang itu, lalu tekan Alt+f lagi. Perhatikan bahwa pane melayang menghilang tapi tidak mati — proses htop terus berjalan di latar belakang. Tekan Alt+f lagi dan ia kembali dalam keadaan yang persis sama. Inilah persistensi floating panes, dan ini yang membuatnya terasa ajaib dibanding sekadar split.

Floating pane bukanlah objek pasif. Ia bisa dipindahkan: seret frame-nya dengan mouse, atau gunakan Move mode (Ctrl+h lalu h/j/k/l) untuk menggesernya dengan keyboard. Ia bisa diubah ukurannya dengan cara yang sama seperti pane tiled (Ctrl+n atau Alt+=/Alt+-). Pada dasarnya floating pane adalah pane penuh dengan semua kemampuan pane biasa — satu-satunya perbedaan adalah posisinya yang melayang.

Perilaku penempatannya juga berbeda dari tiled. Pane tiled mengikuti auto-layout yang mencoba menyusun ruang secara optimal; floating pane memakai koordinat bebas — diatur lewat opsi x, y, width, height ketika dibuka dari CLI, atau digeser dengan mouse dan Move mode. Untuk tata letak floating yang kompleks, Zellij bahkan punya swap layout khusus floating yang bisa kalian putar dengan Alt+[ / Alt+]. Eksplorasi kedua hal ini adalah cara terbaik merasakan kebebasan yang tidak dimiliki tiled.

Membuat floating pane dari CLI
zellij action new-pane --floating
zellij action toggle-floating-panes

Pinned Floating Panes: Selalu di Atas

Floating panes melayang, tapi beberapa perlu melayang di atas yang lain — selalu terlihat, tidak pernah tersembunyi di balik pane melayang lain. Sejak Zellij 0.42, kalian punya pinned floating panes untuk kebutuhan ini. Sebuah floating pane yang di-pin "menempel" selalu di lapisan teratas, seperti panel yang ditempel di desktop.

KeybindAksi
Ctrl+p lalu iToggle pinned status floating pane fokus
Klik label PIN di frame paneSama, via mouse

Kapan ini berguna? Pikirkan monitor yang selalu ingin kalian pantau: log dev server yang sedang streaming, watch uptime untuk server, panel status tim, atau referensi TODO. Selama pane itu di-pin, pane melayang lain tidak akan menutupinya. Indikatornya mudah dikenali — frame pane menampilkan label PIN.

Contoh nyata: bayangkan sesi yang menjalankan tiga floating pane — satu streaming log, satu htop, satu editor cepat. Tanpa pin, ketika kalian membuka floating pane baru untuk cek lain, htop bisa tertutup di baliknya. Dengan pin pada pane htop, ia selalu tampil di depan, dan pane-pane lain hanya bergeser di bawahnya. Inilah alasan utama fitur ini lahir: mengubah floating pane dari "sementara" menjadi "tetap terlihat" dengan satu tombol, tanpa mengubah sifat dasarnya sebagai pane.

Note

Jangan tertukar dengan "pin" di episode 5. Di sana pinned berarti pane yang tidak ikut dirombak tata letak. Di sini, di ranah floating, pinned berarti selalu di atas (always on top). Keduanya lahir di versi yang sama (0.42) dan berbagi tombol yang sama (Ctrl+p lalu i) — tapi maknanya dikhususkan sesuai konteks pane yang kalian fokuskan.

Floating pane dipin lewat CLI
zellij action new-pane --floating --pinned true

Dua jalur yang sama-sama sah, tergantung apakah pane-nya sudah ada atau baru dibuka:

zellij action toggle-pane-pinned

Pin tidak mengubah cara kerja floating pane yang lain — mereka tetap bisa ditumpuk dan disembunyikan seperti biasa. Yang berubah hanyalah urutan lapisan: yang di-pin selalu paling depan. Ini alat presisi untuk memilih "informasi mana yang tidak boleh hilang dari pandangan".

Embed dan Float: Dua Arah Perpindahan

Kadang kalian tidak yakin apakah sebuah pane sebaiknya tiled atau floating. Jawaban Zellij: tidak perlu memutuskan sekarang. Ctrl+p lalu e (TogglePaneEmbedOrFloating) mengubah pane floating menjadi pane tiled biasa, dan sebaliknya — pane tiled yang kalian fokuskan bisa diangkat menjadi floating. Ini jembatan dua arah yang membuat perpindahan antar dua dunia terasa tanpa biaya.

KeybindAksi
Ctrl+p lalu eToggle embed/float pane fokus
zellij action toggle-pane-embed-or-floatingSama, via CLI

Alur paling umum: kalian bekerja dengan pane tiled, sadar bahwa satu tugas butuh lebih banyak ruang, lalu mengangkat pane itu menjadi floating untuk sementara. Ketika selesai, embed kembali ke posisi semula. Tata letak tiled diingat oleh Zellij — pane yang di-embed kembali menempati slot lamanya.

Embed juga menjadi dasar workflow yang menarik dengan command panes. Kalian bisa memulai sebuah proses di floating pane, lalu mengembednya ke tata letak agar ia ikut dalam swap layout dan split — misalnya mengangkat terminal chat tim menjadi pane tiled yang menetap. Sebaliknya, pane yang menjalankan editor bisa diangkat menjadi floating sesaat untuk meregangkan layar, lalu di-embed kembali. Keputusan tiled atau floating menjadi dinamis, mengikuti alur kerja, bukan dogma.

Mengangkat pane tiled menjadi floating
zellij action toggle-pane-embed-or-floating
zellij action change-floating-pane-coordinates --pane-id terminal_3 --height 60% --width 60%

Important

Ketika mengembed sebuah floating pane kembali ke tiled, ia bergabung dengan tata letak sebagai pane baru — posisi pastinya ditentukan oleh swap layout aktif saat itu. Jika hasilnya tidak sesuai harapan, jangan panik: tekan Alt+[ atau Alt+] untuk memutar swap layout hingga tata letaknya pas. Perilaku ini konsisten dan dapat diprediksi setelah kalian mengalaminya beberapa kali.

Stacked Floating Panes: Menumpuk Konteks Melayang

Beberapa floating pane di layar yang sama bisa saling menutupi. Zellij menyelesaikan ini dengan stacked floating panes — tumpukan pane melayang di lokasi yang sama, yang bisa kalian ganti dengan cepat. Ini evolusi dari konsep stacked yang kalian kenal di episode 5, tapi di ranah floating: alih-alih lima floating pane berserakan saling menimpa, kalian punya satu slot dengan lima lapisan yang rapi.

Cara kerjanya intuitif. Buka floating pane pertama (Alt+f), lalu tambahkan floating pane lain dengan Alt+n — Zellij menumpuknya sesuai aturan stacked. Pindah antar lapisan dengan Alt+h/j/k/l atau scroll. Jika kalian menambahkan banyak floating pane tanpa koordinat tertentu, hasilnya adalah tumpukan yang terkontrol, bukan kekacauan.

Ketika banyak pane dalam satu stack, Zellij menampilkan daftar di bagian bawah layar (fitur yang diatur opsi stacked_pane_list, aktif secara default). Pane yang sedang tampil di-pin di bagian bawah daftar sebagai penanda posisi. Kalian berpindah antar lapisan dengan Alt+h/j/k/l, dan menggulir dengan tombol yang sudah kalian kuasai dari episode 6. Jika stack terasa menyesakkan, bongkar dengan mengembed salah satu lapisan ke tiled — campuran tiled dan floating adalah hal yang normal, bukan anomali.

Bagi yang senang automasi, zellij action stack-panes menggabungkan pane-pane tertentu menjadi satu stack secara eksplisit:

Menggabungkan pane menjadi stack
zellij action stack-panes -- terminal_1 terminal_2 terminal_3

Kapan stacked floating panes menghemat hidup kalian? Saat debugging di mana kalian butuh beberapa alat inspeksi — htop, curl ke endpoint, dan log stream — tanpa ingin ketiganya memecah layar. Simpan ketiganya dalam satu stack, dan bergantianlah melihat satu demi satu. Konteks banyak, layar tetap satu.

Swap Layout, Toggle Frames, dan Fullscreen

Bagian terakhir adalah kendali penuh atas bagaimana ruang ditampilkan. Zellij punya daftar swap layout — susunan tata letak yang bisa diputar untuk mengatur ulang pane yang sedang tampil. Untuk tiled panes, tekan Alt+[ (layout sebelumnya) atau Alt+] (layout berikutnya) dan perhatikan pane-pane menata ulang diri. Karena Alt+[ / Alt+] juga bekerja pada floating panes, kalian bisa memutar susunan tumpukan melayang dengan cara yang sama.

KeybindAksi
Alt+[Ganti ke swap layout sebelumnya
Alt+]Ganti ke swap layout berikutnya
Ctrl+p lalu zToggle pane frames
Ctrl+p lalu fToggle fullscreen pane fokus
Ctrl+p lalu Shift+fFullscreen tanpa antarmuka

Toggle frames (Ctrl+p lalu z) menyembunyikan atau menampilkan garis pembatas antar pane. Default Zellij menampilkan frames karena ia juga memuat nama pane dan informasi status — tetapi ada yang lebih menyukai tampilan bersih tanpa bingkai, terutama pada dua pane yang batasnya jelas. Opsi ini juga bisa diubah permanen lewat pane_frames false di config (dibahas lengkap di episode 8).

Fullscreen (Ctrl+p lalu f) melakukan zoom penuh ke pane fokus. Floating pane pun bisa di-fullscreen — jendela melayang itu meledak memenuhi layar, lalu kembali ke ukuran aslinya saat di-toggle. Versi Shift+f bahkan menyembunyikan seluruh antarmuka untuk fokus murni.

Semua perilaku penyusunan ini ditenagai oleh auto layout — Zellij mencoba menyusun pane secara otomatis menurut satu set swap layout bawaan yang bisa diputar. Jika tata letak otomatis ini tidak cocok, opsi auto_layout di config bisa dimatikan, dan Alt+[ / Alt+] tetap bisa dipakai untuk menyusun ulang secara manual. Ini kombinasi yang perlu dipahami: auto layout adalah default, swap layout adalah kendali tangan kalian — dan keduanya bekerja terpisah untuk pane tiled dan floating.

Tip

Ritual paling produktif di episode ini: Alt+f untuk membuka monitor floating yang di-pin, Ctrl+p lalu f untuk zoom penuh saat sedang menelusuri log yang panjang, dan Alt+] untuk memutar swap layout saat tata letak tiled terasa salah. Tiga tombol ini membentuk siklus lengkap: buka konteks baru, fokus dalam, lalu rapikan ruang.

Kesalahan Umum (Common Pitfalls)

  1. Mengira Alt+f mematikan floating pane. Ia hanya menyembunyikan — proses tetap berjalan. Jika kalian menutup Zellij atau menutup tab dengan floating pane tersembunyi, proses di dalamnya ikut berakhir. Selalu pertimbangkan bahwa tersembunyi bukan berarti berhenti.
  2. Membiarkan floating panes bertumpuk tanpa pin. Tanpa pin, pane melayang bisa saling menutupi. Atur dengan Ctrl+p lalu i untuk yang harus selalu tampil, dan stacked untuk yang cukup diakses bergantian.
  3. Lupa bahwa Ctrl+p lalu e bersifat dua arah. Mengangkat pane tiled jadi floating itu mudah; yang sering dilupakan adalah mengembed-nya kembali. Fitur ini dua tombol yang sama — tekan sekali, jangan tekan dua kali karena sadar tata letak berubah.
  4. Mencari pane floating yang tersembunyi. Ketika floating panes tidak terlihat, tidak ada petunjuk visual di layar. Solusi: tekan Alt+f untuk toggle kembali, atau Ctrl+o lalu w untuk membuka session-manager yang menampilkan kondisi pane.
  5. Mengira fullscreen menghapus tata letak. Ctrl+p lalu f adalah zoom sementara; tata letak tetap diingat. Beberapa pengguna panik dan menutup pane saat melihat tata letak "hilang" — padahal cukup tekan f sekali lagi.

Penutup

Floating panes adalah fitur yang paling sering membuat orang jatuh cinta pada Zellij, dan kalian sekarang menguasai seluruh spektrumnya: membuat dan men-toggle (Alt+f), memin untuk selalu tampil, mengembed dan mengangkat (Ctrl+p lalu e), menumpuk secara rapi, plus tiga kendali visual — swap layout, frames, dan fullscreen. Dari episode ini seterusnya, workspace kalian bukan lagi sekadar ubin-ubin statis, melainkan ruang kerja berlapis yang bisa dibentuk sesuka hati.

Poin yang harus kalian bawa:

  • Floating: Ctrl+p lalu w atau Alt+f untuk toggle; Alt+n untuk menambah.
  • Pin: Ctrl+p lalu i agar floating pane selalu di atas.
  • Embed/float: Ctrl+p lalu e untuk berpindah dua arah.
  • Visual: Alt+[/Alt+] swap layout, Ctrl+p lalu z frames, Ctrl+p lalu f fullscreen.

Di episode 8 berikutnya, kita berhenti menekan tombol dan mulai menulis: kalian akan membuka ~/.config/zellij/, menghasilkan config.kdl dengan zellij setup --dump-config, memahami blok keybinds, options, dan plugins, serta belajar me-reload konfigurasi tanpa restart dan menyimpan preferensi lewat Session mode. Sampai jumpa di episode 8.

Belajar Zellij - Floating Panes & Pane Frames | Belajar Zellij