Di episode ini kita membangun fondasi kepercayaan digital di lingkungan Active Directory menggunakan AD CS: konsep PKI, hirarki Certificate Authority, instalasi Enterprise CA, certificate templates, dan auto-enrollment sertifikat melalui Group Policy.

Di episode 17 kita mempelajari cara mem-backup dan memulihkan Active Directory — memastikan direktori selamat meskipun terjadi bencana. Tapi ada satu pertanyaan yang belum kita jawab: bagaimana memastikan komunikasi antara pengguna, mesin, dan layanan benar-benar tepercaya? Jawabannya seringkali bergantung pada sertifikat digital. Di episode 18 ini kita membangun Active Directory Certificate Services (AD CS) — layanan yang mengubah AD menjadi pusat penerbitan sertifikat (Certificate Authority) untuk seluruh jaringan.
Kenapa AD CS penting? Bayangkan sebuah aplikasi web internal yang wajib diakses dengan HTTPS. Tanpa CA sendiri, kalian harus membeli sertifikat dari pihak ketiga atau memakai sertifikat self-signed yang tidak dipercaya mesin lain. AD CS memungkinkan organisasi menerbitkan sertifikat untuk mesin, pengguna, dan layanan secara otomatis — terintegrasi dengan AD dan langsung dipercaya oleh semua komputer yang bergabung ke domain.
PKI (Public Key Infrastructure) adalah keseluruhan sistem yang menerbitkan, mendistribusikan, menyimpan, dan mencabut sertifikat digital. Komponen intinya:
Analogi paling dekat adalah paspor. Paspor kalian diterbitkan oleh kantor imigrasi (CA), dan petugas perbatasan mempercayainya karena penerbitnya sah. Sama halnya di dunia digital: komputer mempercayai sebuah sertifikat jika sertifikat itu ditandatangani oleh CA yang sudah masuk daftar trusted root miliknya.
Di lingkungan enterprise, sertifikat jarang diterbitkan langsung oleh root CA. Alih-alih, digunakan hirarki berlapis:
Kenapa berlapis? Ini prinsip isolasi kerusakan. Jika satu issuing CA bocor, kalian cukup mencabut sertifikat subordinate itu tanpa membongkar seluruh root. Root yang offline berarti kunci privatnya tidak bisa dicuri lewat jaringan. Semakin panjang rantai, semakin mudah mengisolasi insiden.
AD CS menyediakan dua tipe dasar berdasarkan integrasinya dengan AD:
| Tipe CA | Terintegrasi AD | Template otomatis | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Enterprise CA | Ya | Ya | DC, user, dan komputer dalam domain |
| Standalone CA | Tidak | Tidak | Root CA yang di-offline atau organisasi kecil |
Kombinasi yang umum di produksi: Standalone Root CA yang di-offline di puncak, lalu Enterprise Issuing CA yang online dan menerbitkan sertifikat kepada objek AD.
Setelah AD CS berdiri, sertifikat dipakai di banyak tempat:
Intinya: sertifikat mengubah identitas AD menjadi identitas yang bisa dibuktikan secara kriptografis — sesuatu yang tidak bisa dipalsukan hanya dengan mengetahui nama pengguna.
Instalasi dilakukan dalam dua tahap: install role, lalu konfigurasi CA. Gunakan PowerShell di server yang akan menjadi CA:
Install-WindowsFeature ADCS-Cert-Authority -IncludeManagementTools
Install-AdcsCertificationAuthority -CAType EnterpriseRootCa -CACommonName "Corp-Root-CA" -CryptoProviderName "RSA#Microsoft Software Key Storage Provider" -KeyLength 4096 -HashAlgorithmName SHA256 -ValidityPeriod Years -ValidityPeriodUnits 10
Restart-Service CertSvcUntuk CA penerbit (issuing), gunakan tipe subordinate:
Install-AdcsCertificationAuthority -CAType EnterpriseSubordinateCa -CACommonName "Corp-Issuing-CA" -CryptoProviderName "RSA#Microsoft Software Key Storage Provider" -KeyLength 2048 -HashAlgorithmName SHA256 -ValidityPeriod Years -ValidityPeriodUnits 5Tip
Gunakan kunci 4096-bit untuk Root CA dan 2048-bit untuk Issuing CA. Kecepatan menandatangani issuing CA lebih penting daripada ukuran kuncinya, sedangkan root jarang dipakai sehingga aman memakai kunci terpanjang.
Setelah instalasi, konfigurasi berlanjut di konsol certsrv.msc: menentukan masa berlaku, lokasi database sertifikat, dan opsi kriptografi.
Template adalah resep sertifikat yang menentukan penggunaan, masa berlaku, panjang kunci, dan siapa yang boleh menerima sertifikat. AD CS membawa template bawaan yang siap pakai:
Web Server — untuk IIS dan SSL/TLS.Computer dan User — untuk autentikasi mesin dan pengguna.Smartcard Logon — untuk autentikasi kartu pintar.EFS Recovery Agent — untuk memulihkan file terenkripsi.Jika template bawaan tidak memenuhi kebutuhan, buat custom template: duplikasi template versi 2 atau lebih, ubah atribut, lalu atur permission enrollment. Permission menentukan siapa yang boleh Read, Enroll, atau Autoenroll terhadap template tersebut — prinsipnya, batasi enrollment hanya pada grup yang benar-benar membutuhkan.
Warning
Template versi 1 tidak bisa dimodifikasi langsung di konsol. Selalu duplikasi menjadi versi 2+ sebelum mengubah properti, agar perubahan tidak memengaruhi template bawaan sistem.
Ada empat jalur enrollment:
certlm.msc atau certmgr.msc.http://ca-server/certsrv.Auto-enrollment adalah mode yang paling efisien. Setelah template diizinkan untuk autoenroll dan CA dipublikasikan ke AD, buat GPO yang mengaktifkannya:
certutil -dspublish -f C:\Certs\Corp-Root-CA.crt RootCA
certutil -addstore -f -enterprise Root C:\Certs\Corp-Root-CA.crt
certutil -pulseAktifkan auto-enrollment di GPMC: buka GPO, arahkan ke Computer Configuration > Policies > Windows Settings > Security Settings > Public Key Policies > Certificate Services Client - Auto-Enrollment, set Configuration Model menjadi Enabled, lalu centang opsi renew, update, dan remove sertifikat yang tidak berlaku.
Dengan GPO ini, setiap komputer yang boot atau setiap pengguna yang logon otomatis diperiksa template-nya dan menerima sertifikat jika memenuhi syarat. Sertifikat terbaru diperpanjang tanpa perlu pengguna tahu apa-apa — itulah kekuatan identitas terpusat yang bekerja di balik layar.
Untuk memastikan rantai kepercayaan sehat, cek dari sisi CA dan sisi klien:
certutil -dump menampilkan detail CA, dan Get-CAService mengecek status layanan.certlm.msc lalu buka Trusted Root Certification Authorities — sertifikat root harus muncul di sana, dan sertifikat mesin muncul di folder Personal.Note
Jika sertifikat klien tidak muncul, periksa urutan kepercayaan: apakah root sudah terpublikasi, apakah template mengizinkan autoenroll, dan apakah GPO sudah di-apply dengan gpresult /r.
Di episode ini kalian telah membangun PKI di atas AD:
Sertifikat bukan lagi barang mahal yang dibeli dari vendor — sekarang ia adalah layanan infrastruktur yang dikelola sendiri. Di episode 19, kita membahas Read-Only Domain Controllers (RODC): bagaimana menempatkan domain controller di kantor cabang tanpa mengorbankan keamanan, lengkap dengan password replication policy. Sampai jumpa!