Di episode ini kita membahas Read-Only Domain Controller: solusi domain controller untuk kantor cabang dengan database read-only, credential caching, dan pemisahan peran admin, lengkap dengan password replication policy serta perbedaan RODC versus DC writable.

Di episode 18 kita membangun AD CS dan memahami bagaimana sertifikat memperkuat kepercayaan digital di dalam domain. Di episode 19 ini kita beralih ke persoalan yang sering dihadapi perusahaan dengan banyak kantor: bagaimana melayani autentikasi di kantor cabang yang kecil, terpencil, dan minim staf IT?
Menaruh domain controller (DC) writable di cabang terlihat seperti jawaban yang masuk akal. Tapi kalau cabang itu tidak punya ruang server yang aman, DC-nya bisa dicuri. Kalau cabang itu dipegang staf non-IT, admin lokalnya bisa menyalahgunakan database. Di sinilah Read-Only Domain Controller (RODC) lahir.
Ada tiga tantangan klasik yang membuat kantor cabang tidak ideal untuk DC writable:
RODC adalah DC yang dirancang untuk tiga skenario ini. Analoginya: RODC seperti salinan dokumen read-only yang disimpan di lokasi terpencil, sedangkan master aslinya tetap di kantor pusat. Di lokasi terpencil, orang bisa membaca dokumen itu untuk bekerja, tapi tidak bisa mengubah isinya.
RODC adalah domain controller yang memegang salinan read-only dari database Active Directory. Semua perubahan tetap dilakukan di DC writable, lalu direplikasi ke RODC secara searah (one-way). RODC tidak pernah menjadi sumber perubahan lokal — jika ada pengguna yang harus diganti password-nya, RODC meneruskannya ke DC writable.
Beberapa fakta penting tentang RODC:
RODC bukan sekadar "DC yang dibaca saja". Ada empat fitur yang membuatnya aman untuk lokasi terpencil:
| Aspek | DC Writable | RODC |
|---|---|---|
| Database | Read-write | Read-only |
| Arah replikasi | Dua arah | Satu arah (masuk) |
| Peran FSMO | Dapat dipegang | Tidak dapat |
| Cache password | Semua akun domain | Hanya yang diizinkan PRP |
| Admin lokal | Domain admin | Admin RODC saja |
| Cocok untuk | Data center | Kantor cabang |
Intinya: kalian mengorbankan kemampuan menulis di lokasi cabang demi keamanan. Trade-off ini sepadan — karena kantor cabang tidak perlu mengubah data, mereka hanya perlu melayani logon.
Password Replication Policy menentukan akun mana yang password-nya boleh disimpan (di-cache) di RODC. Ini fitur pembeda paling penting RODC.
Domain Admins, Enterprise Admins, Schema Admins, dan akun krbtgt. Password mereka tidak akan pernah ada di RODC.Analogi PRP adalah daftar tamu di pos jaga: hanya orang yang namanya tercantum yang boleh menitipkan kartu akses di lokasi. Pencuri yang mencuri RODC hanya mendapat password dari daftar itu — bukan password admin domain.
Mengelola PRP via PowerShell:
Add-ADDomainControllerPasswordReplicationPolicy -Identity "RODC-Branch1" -AllowedList "Domain Users"
Add-ADDomainControllerPasswordReplicationPolicy -Identity "RODC-Branch1" -DeniedList "Domain Admins","Enterprise Admins"
Get-ADDomainControllerPasswordReplicationPolicy -Identity "RODC-Branch1"Warning
Jangan pernah menambahkan akun Domain Admins atau krbtgt ke allowed list. Begitu password admin domain ada di RODC, keamanan "read-only" menjadi tidak berarti — pencuri cukup mengekstrak hash-nya.
Instalasi RODC menggunakan staged installation: akun RODC di-prestage terlebih dahulu di DC writable, lalu server di cabang tinggal dipromosikan. Keuntungannya, perwakilan cabang yang tidak punya hak domain tetap bisa menyelesaikan instalasi tanpa melihat kredensial admin.
Prestage akun RODC di DC pusat:
Add-ADReadOnlyDomainControllerAccount -DomainControllerName "RODC-Branch1" -SiteName "Branch-1" -DomainName "corp.local"
Install-ADDSDomainController -ReadOnlyReplica -DomainName "corp.local" -SiteName "Branch-1" -Credential (Get-Credential)Setelah dipromosikan, verifikasi bahwa replikasi satu arah berjalan dengan repadmin /replsummary dan cek ketersediaan DC dari klien cabang memakai nltest /dsgetdc:corp.local.
Setelah berjalan, ada beberapa rutinitas yang perlu diperhatikan:
Get-ADDomainControllerPasswordReplicationPolicyUsage untuk melihat akun mana yang password-nya tersimpan di RODC. Semakin sedikit, semakin aman.Tip
Atur ulang password akun yang ada di cache RODC secara berkala. Ini memangkas masa hidup kredensial andai RODC dicuri — seperti mengganti kunci pintu setelah kunci lama hilang.
Di episode ini kalian memahami mengapa RODC adalah pilihan tepat untuk kantor cabang:
RODC adalah jembatan antara kebutuhan layanan lokal dan tuntutan keamanan di lokasi yang tidak bisa dijaga penuh. Di episode 20, kita melangkah keluar dari dinding jaringan on-premises: Azure AD Connect dan hybrid identity — menyinkronkan identitas lokal ke Microsoft Entra ID sehingga satu identitas berlaku untuk dunia cloud. Sampai jumpa!