Di episode ini kita menghubungkan Active Directory lokal ke cloud dengan Azure AD Connect: tiga model autentikasi hybrid, cara kerja sinkronisasi, password hash sync, pass-through authentication, federation dengan AD FS, serta fitur password writeback dan seamless SSO.

Di episode 19 kita menempatkan RODC di kantor cabang dan belajar membatasi keamanannya. Sekarang kita melangkah lebih jauh: tidak hanya ke cabang fisik, tapi ke cloud. Di episode 20 ini kita membahas Azure AD Connect dan hybrid identity — cara menyatukan identitas on-premises Active Directory dengan Microsoft Entra ID sehingga satu identitas berlaku di dua dunia.
Mengapa ini relevan? Aplikasi cloud seperti Microsoft 365, Salesforce, atau ratusan SaaS lain tidak mengenal Kerberos dan tidak membaca database AD lokal. Mereka butuh identitas di cloud. Kalau setiap aplikasi membuat akun sendiri, kalian akan menghadapi masalah yang persis sama seperti sebelum AD ada: akun ganda, password berbeda, dan laporan audit yang terpecah. Hybrid identity mengatasinya dengan sinkronisasi.
Hybrid identity adalah kondisi di mana satu identitas pengguna hidup di dua tempat — on-premises dan cloud — dan tetap dianggap sebagai orang yang sama. Keuntungannya:
Pola ini menjadi standar modern: on-premises AD bukan ditinggalkan, melainkan diperluas.
Azure AD Connect mendukung tiga metode autentikasi. Perbedaannya ada di di mana password divalidasi:
| Metode | Validasi password | Kebutuhan agent di on-prem | Kompleksitas |
|---|---|---|---|
| Password Hash Sync | Di Azure AD | Tidak | Rendah |
| Pass-through Authentication | Di AD lokal | Ya (agent) | Sedang |
| Federation (AD FS) | Di AD FS | Ya (AD FS + WAP) | Tinggi |
Pilih yang paling sederhana yang memenuhi kebutuhan. Jangan sampai memakai federation hanya karena tren — setiap tingkat kompleksitas menambah titik gagal.
Password Hash Sync adalah metode paling populer dan paling mudah. Azure AD Connect menghitung hash dari password AD (yang sudah berupa hash MD4), lalu menambah salt dan meng-hash ulang sebelum dikirim ke cloud melalui TLS. Artinya, password asli atau hash asli AD tidak pernah dikirim dalam bentuk yang bisa digunakan ulang.
Cara kerjanya:
Pass-through Authentication memvalidasi password langsung di AD lokal melalui agen autentikasi. Cloud tidak pernah menyimpan hash; setiap kali pengguna login ke aplikasi cloud, permintaan diteruskan ke agen, yang mengecek password terhadap AD on-premises, lalu mengembalikan hasilnya.
Karena validasi tetap terjadi di AD, kebijakan seperti masa berlaku password, status akun disabled, dan lockout langsung berlaku tanpa perlu sinkronisasi. Pasang minimal dua agen di server berbeda untuk high availability — jika satu server mati, autentikasi tetap berjalan.
Tip
PTA cocok jika organisasi punya aturan ketat "password tidak boleh meninggalkan jaringan" atau jika kebutuhan real-time status akun sangat penting. Untuk organisasi yang ingin sesederhana mungkin, PHS sudah cukup.
Active Directory Federation Services (AD FS) adalah model paling kompleks: autentikasi dilakukan di on-premises oleh AD FS, dan cloud mempercayai klaim yang dikeluarkan AD FS. Ini memungkinkan aturan klaim khusus, MFA on-premises, dan integrasi dengan aplikasi yang tidak mendukung protokol modern.
Harga dari fleksibilitas itu mahal: AD FS dan Web Application Proxy (WAP) harus dikelola, dimonitor, dan di-backup. AD FS menjadi komponen kritis — jika mati, login cloud ikut mati. Gunakan hanya jika ada kebutuhan yang benar-benar menuntut, seperti aturan claims khusus atau kewajiban regulasi.
Azure AD Connect adalah jembatan sinkronisasi antara AD dan cloud. Prasyaratnya: tenant Entra ID, domain on-premises yang bisa diakses, dan akun admin untuk kedua sisi. Setelah mengunduh installer, jalankan:
msiexec /i AzureADConnect.msi /quiet
Import-Module "C:\Program Files\Microsoft Azure AD Sync\Tools\ADSync"
Get-ADSyncConnector | Select-Object Name, Type
Start-ADSyncSyncCycle -PolicyType DeltaDi balik installer ada sync engine: komponen yang membaca objek dari AD melalui connector, memetakannya ke ruang metaverse, lalu meneruskan perubahan ke cloud. Aturan konektor (connector rules) menentukan transformasi — misalnya memetakan sAMAccountName lokal ke userPrincipalName cloud, atau meng-exclude atribut tertentu agar tidak tersinkron.
Note
Sinkronisasi default bersifat delta: hanya perubahan yang dikirim, bukan seluruh direktori setiap saat. Kalian bisa memicu siklus penuh hanya jika diperlukan, misalnya setelah mengubah aturan konektor.
Dua fitur yang memperlengkapi hybrid identity:
Di episode ini kalian memahami lanskap hybrid identity:
Dengan hybrid identity, AD tidak lagi terbatas pada ruang server. Di episode 21, kita menyiapkan kotak peralatan untuk saat-saat semuanya bermasalah: Active Directory troubleshooting tools — dcdiag, repadmin, ntdsutil, dsquery, nltest, netdom, dan klist. Sampai jumpa!