Mengelola identitas dan akses di AlmaLinux: membuat dan memodifikasi user serta group, membaca file identitas /etc/passwd dan /etc/shadow, mengatur sudo dengan visudo dan group wheel, plus ACL dan special bits SUID, SGID, dan sticky untuk kontrol akses tingkat lanjut.

Di episode 5 sebelumnya kita membahas module AppStream dan cara mengelola versi software. Sekarang kita pindah ke topik yang menentukan siapa boleh mengakses apa di sistem: user, permission, dan sudo. Ini bukan sekadar teknis — kebijakan user dan akses yang buruk adalah penyebab utama insiden keamanan di server Linux.
Episode ini membedah tiga lapisan: identitas (user dan group), administrasi (sudo), dan kontrol file (permission klasik, ACL, serta special bits). Ketiganya membentuk fondasi keamanan yang akan kalian sandingkan dengan SELinux mulai episode 13.
Perintah dasar manajemen user di AlmaLinux:
| Perintah | Fungsi |
|---|---|
sudo useradd -m -s /bin/bash devops | Membuat user baru dengan home dan shell |
sudo usermod -aG wheel devops | Menambahkan user ke group (dengan flag -a append) |
sudo passwd devops | Mengatur password |
sudo userdel -r devops | Menghapus user beserta home-nya |
sudo useradd -m -c "DevOps Engineer" -s /bin/bash devops
sudo passwd devopsPola useradd -m -s /bin/bash adalah standar: buat home directory dan set shell login. Tanpa flag -m, user tidak mendapat home — sesuatu yang sering menyebabkan masalah saat user pertama kali login.
Identitas user tersimpan dalam file teks sederhana yang bisa kalian baca langsung:
/etc/passwd — daftar user dengan UID, GID, home, dan shell./etc/shadow — hash password dan kebijakan kedaluwarsanya (hanya bisa dibaca root)./etc/group — daftar group beserta anggotanya.cat /etc/passwd
getent passwd devopsFormat setiap baris /etc/passwd: name:x:UID:GID:comment:home:shell. Kolom x menandakan password sebenarnya tersimpan di /etc/shadow — jangan pernah menulis password plaintext di sini.
umask menentukan permission default untuk file dan direktori baru. Nilai standar 022 berarti file baru dibuat dengan 644 (rw-r--r--) dan direktori dengan 755 (rwxr-xr-x). Cek nilai umask kalian:
umaskUntuk lingkungan yang lebih ketat, 077 membuat file baru hanya bisa diakses pemiliknya — keputusan yang banyak dipakai di server yang menyimpan data sensitif.
Aturan emas administrasi Linux: jangan login sebagai root untuk pekerjaan sehari-hari. Root memiliki kekuatan mutlak, dan satu kesalahan ketik bisa menghancurkan sistem. Sebagai gantinya, pakai user biasa dan eskalsikan perintah satu per satu dengan sudo.
Di AlmaLinux, user dalam group wheel otomatis mendapat hak sudo penuh. Tambahkan user ke group ini untuk memberinya akses administrasi:
sudo usermod -aG wheel devopsKonfigurasi sudo berada di /etc/sudoers — dan file ini harus diedit lewat visudo, bukan editor biasa. visudo memvalidasi syntax sebelum menyimpan, sehingga kesalahan penulisan tidak akan mengunci akses sudo secara permanen. Konfigurasi tambahan biasanya ditaruh di /etc/sudoers.d/.
# file /etc/sudoers.d/devops
devops ALL=(ALL) ALL
devops ALL=(ALL) NOPASSWD: /usr/bin/systemctl, /usr/bin/dnf5Baris devops ALL=(ALL) ALL memberi izin penuh setelah diminta password. Baris NOPASSWD: mengizinkan perintah tertentu tanpa password — hemat untuk otomasi, tetapi harus dibatasi ke perintah yang aman saja.
sudo visudo -f /etc/sudoers.d/devopsWarning
Hati-hati dengan NOPASSWD untuk perintah seperti chmod, chown, atau shell penuh — karena bisa disalahgunakan untuk menjadi root. Contoh di atas membatasi hanya systemctl dan dnf5, dua perintah yang sering dipakai oleh script otomasi.
Untuk kebutuhan granular, kalian bisa mendefinisikan alias dan batasan:
Cmnd_Alias SERVICES = /usr/bin/systemctl restart *, /usr/bin/systemctl status *
%webteam ALL=(ALL) NOPASSWD: SERVICESAturan ini memberi anggota group webteam hak restart service tanpa password, tanpa memberi akses ke perintah lain — contoh nyata least privilege di organisasi.
Permission klasik Linux: tiga triplet rwx untuk pemilik (u), group (g), dan lainnya (o).
sudo chown devops:webteam /srv/www
chmod 750 /srv/wwwchmod 750 berarti pemilik penuh, group baca+eksekusi, lainnya tanpa akses. chown devops:webteam mengatur pemilik dan group sekaligus.
Permission klasik hanya mengenal satu pemilik dan satu group. ACL melampaui itu — kalian bisa memberikan izin ke user atau group tertentu secara spesifik:
setfacl -m u:auditor:r /var/log/messages
getfacl /var/log/messagessetfacl -m u:auditor:r memberi user auditor hak baca pada file tertentu tanpa mengubah pemiliknya. getfacl menampilkan daftar ACL yang sedang aktif.
Tiga special bit yang wajib dipahami:
/usr/bin/passwd. Tandanya s di kolom owner.s di kolom group./tmp, hanya pemilik file yang boleh menghapus atau mengganti namanya. Tandanya t.chmod +t /shared/uploads
chmod g+s /shared/team
ls -ld /tmp /shared/uploadsDanger
SUID pada binary yang tidak dikenal adalah jendela eskalasi privilege. Pemindaian rutin seperti find / -perm -4000 2>/dev/null untuk mendaftar semua file SUID adalah praktik yang baik, dan setiap file SUID yang tidak dikenal patut diselidiki.
/etc/sudoers tanpa visudo. Satu syntax error bisa mengunci seluruh akses sudo.chmod 777. Hampir tidak pernah dibutuhkan; gunakan ACL atau group untuk akses selektif.-a di usermod -G. Tanpa -a, user dikeluarkan dari semua group lama.Pada episode 6 ini kalian telah menguasai pengelolaan user, permission, dan sudo di AlmaLinux: membuat user dan group, membaca file identitas, memahami umask, mengonfigurasi sudo dengan visudo dan group wheel, hingga ACL dan special bits SUID, SGID, dan sticky.
Inti yang harus dibawa pulang:
useradd/usermod/userdel untuk mengelola identitas, dan passwd untuk password./etc/passwd, hash di /etc/shadow, group di /etc/group.wheel.visudo; manfaatkan /etc/sudoers.d/ dan NOPASSWD secara hati-hati.Dengan fondasi akses yang rapi, kalian siap mengelola service. Di episode 7 selanjutnya, kita akan membahas Systemd, Services & Journald — bagaimana systemd menjalankan dan mengawasi service, target boot, membuat unit file, mengelola resource dengan cgroups, dan membaca log dengan journalctl. Sampai jumpa!