Belajar AlmaLinux dari dasar hingga production-grade: pre-requisites & setup environment, sejarah & latar belakang, konsep dasar & arsitektur utama, instalasi & deployment, package management dnf5 & repositori, modules AppStream & software collections, user permissions & sudo, systemd & journald, storage LVM & filesystems, networking & firewalld, kernel boot & modules, Cockpit & monitoring, logging time sync & automation, SELinux & MAC, SSH hardening, TLS certificates & PKI, security compliance & hardening, performance tuning, container & virtualisasi, cloud WSL & Raspberry Pi, ELevate & migrasi antar versi, AlmaLinux 10 lifecycle & roadmap, hingga ekosistem alternatif & refleksi akhir dengan total 23 episode.
Episode pembuka series Belajar AlmaLinux: memastikan skill dasar Linux (CLI, dnf/rpm, systemd, dan networking) sudah siap, lalu menyiapkan environment lab berupa VM atau VPS dengan spesifikasi 2 vCPU, 2 GB RAM, dan 20 GB storage, termasuk sumber download image ISO dan cloud image resmi AlmaLinux.

Menelusuri lahirnya AlmaLinux sebagai rebuild RHEL yang gratis dan community-owned: dari penghentian CentOS Linux pada Desember 2020, berdirinya AlmaLinux OS Foundation, rilis 8.0 hingga 10.2, sampai alasan mengapa 1:1 bug-for-bug compatibility dan lifecycle 10 tahun membuatnya layak dipakai di produksi.

Membedah arsitektur AlmaLinux dari dalam: bagaimana rebuild dibangun dari SRPM RHEL menjadi repositori AlmaLinux, kompatibilitas kernel dan ABI, serta komponen-komponen utama seperti kernel, GNU userland, dnf5, systemd, SELinux, firewalld, Cockpit, dan repositori BaseOS dengan AppStream.

Memandu instalasi AlmaLinux dari awal hingga siap pakai: menggunakan installer Anaconda dalam mode graphical, text, maupun Kickstart, memilih software set Server atau Minimal, menyiapkan partisi LVM, Btrfs, atau encrypted, mengaktifkan Secure Boot, lalu menutup dengan deployment otomatis lewat cloud-init dan image khusus.

Menguasai jantung administrasi AlmaLinux: package manager dnf5 dengan perintah dasar, konfigurasi dnf5.conf, riwayat dan rollback, ditambah pengelolaan repositori BaseOS, AppStream, CRB, Extras, EPEL, hingga plugin resmi dnf-almalinux.

Memahami konsep module AppStream yang memungkinkan satu repositori menawarkan banyak versi aplikasi sekaligus: mendaftar, mengaktifkan, dan beralih module stream seperti Python, Node.js, dan PostgreSQL, plus perbandingannya dengan Software Collections warisan di era 8.x.

Mengelola identitas dan akses di AlmaLinux: membuat dan memodifikasi user serta group, membaca file identitas /etc/passwd dan /etc/shadow, mengatur sudo dengan visudo dan group wheel, plus ACL dan special bits SUID, SGID, dan sticky untuk kontrol akses tingkat lanjut.

Menguasai systemd sebagai service manager AlmaLinux: siklus hidup unit, target boot, membuat unit service dengan override, kontrol resource memakai cgroups v2, serta membaca dan memfilter log sistem lewat journalctl secara efektif.

Mengelola penyimpanan di AlmaLinux secara utuh: memetakan disk dengan lsblk, membuat partisi GPT dengan parted, memformat dengan ext4 dan XFS, memasang mount lewat /etc/fstab, mengelola LVM dengan lvextend dan snapshot, hingga mengenal Btrfs dan Stratis sebagai opsi modern.

Mengelola jaringan dan firewall AlmaLinux: konfigurasi koneksi dengan NetworkManager dan nmcli, IP statis dan DNS, bonding, VLAN, dan bridge, lalu menyusun pertahanan perimeter dengan firewalld berbasis zona, rich rules, dan masquerade untuk NAT.
