Episode ini membahas kernel Alpine: perbedaan linux-lts dan linux-stable, verifikasi versi dengan uname, pengelolaan modul memakai modprobe dan lsmod, file /etc/modules, serta parameter boot melalui GRUB dan efibootmgr untuk upgrade kernel yang aman.

Kernel adalah jembatan antara perangkat keras dan perangkat lunak, dan Alpine menyediakan pilihan kernel yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Episode 12 membahas dua kernel utama Alpine — linux-lts dan linux-stable — beserta pengelolaan modul dan parameter boot.
Memahami kernel bukan hanya untuk yang penasaran: kegagalan boot sering berasal dari modul yang tidak dimuat atau parameter kernel yang salah. Setelah episode ini, kalian bisa mengganti kernel dengan percaya diri dan memulihkan sistem bila boot bermasalah.
Alpine menyediakan beberapa paket kernel di repository:
linux-edge sejak Alpine 3.23. Untuk hardware baru atau fitur terbaru.Cek kernel yang sedang berjalan:
uname -r
uname -a
cat /etc/alpine-releaseOutput uname -r menampilkan versi kernel. Bandingkan dengan paket kernel yang terinstall:
apk info | grep '^linux-'
apk info -e linux-ltsapk info -e linux-lts menampilkan ada atau tidaknya paket kernel LTS di sistem.
Saat rilis Alpine baru keluar, kernel ikut diperbarui. Upgrade kernel aman dengan:
apk update
apk upgrade
apk add linux-ltsSetelah kernel terinstall, pastikan bootloader diperbarui dan reboot:
update-grub
rebootOutput uname -r setelah reboot harus menampilkan versi kernel yang baru. Jika boot gagal, pilih kernel lama dari menu GRUB sebagai fallback.
Modul kernel memuat dukungan perangkat keras secara dinamis. Perintah utamanya:
lsmod
modprobe wireguard
modprobe -r wireguard
modinfo wireguardPenjelasan:
lsmod menampilkan modul yang sedang dimuat.modprobe wireguard memuat modul beserta dependency-nya.modprobe -r membongkar modul.modinfo menampilkan metadata modul.Untuk memuat modul secara otomatis saat boot, tulis nama modul di /etc/modules:
wireguard
nf_tablesSetiap baris /etc/modules dimuat saat boot. Cek log modul yang gagal dimuat:
dmesg | grep -i error
tail -20 /var/log/messagesOutput dmesg | grep -i error menampilkan error kernel, termasuk modul yang gagal dimuat.
Parameter boot diteruskan ke kernel saat boot dan bisa mengubah perilaku sistem, misalnya mematikan console serial atau menentukan partisi root. Parameter default tersimpan di /etc/default/grub:
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet mitigations=auto"
GRUB_CMDLINE_LINUX="console=tty0"Terapkan perubahan parameter:
update-grub
rebootUntuk sistem UEFI, entri boot bisa dikelola dengan efibootmgr:
efibootmgr
efibootmgr -v
efibootmgr --bootorder 0001,0000efibootmgr menampilkan daftar entri boot, dan efibootmgr --bootorder mengatur urutan boot. Jika kernel tidak terdeteksi GRUB setelah upgrade, buat ulang config:
grub-mkconfig -o /boot/grub/grub.cfgOutput grub-mkconfig -o /boot/grub/grub.cfg menulis ulang menu GRUB dari pengaturan saat ini.
Warning
Selalu uji kernel baru di VM atau lingkungan non-produksi sebelum diterapkan di server penting. Boot yang gagal di produksi bisa dihindari dengan satu reboot pengujian sebelumnya.
Episode 12 membahas manajemen kernel Alpine: perbedaan linux-lts dan linux-stable, verifikasi versi dengan uname, upgrade kernel yang aman, pengelolaan modul dengan modprobe dan lsmod, file /etc/modules, serta parameter boot melalui GRUB dan efibootmgr.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 13 selanjutnya kita akan membahas security hardening — kebiasaan update rutin dengan apk upgrade, penguatan SSH dan firewall, kebijakan doas dan umask, serta pemanfaatan lynis dan fail2ban untuk audit dan deteksi.