Episode ini membawa Alpine ke cloud dan perangkat keras kecil: memakai cloud images di AWS Azure GCP dan OpenStack, instalasi di VM dengan VirtIO dan UEFI, serta menjalankan Alpine di Raspberry Pi, arsitektur aarch64, dan RISC-V sebagai server headless.

Alpine kecil dan cepat, jadi tidak mengejutkan jika ia populer di cloud dan perangkat kecil. Episode 20 mengeksplorasi dua medan utama: menjalankan Alpine di cloud publik (AWS, Azure, GCP, OpenStack) dan di single-board computer (Raspberry Pi, RISC-V) sebagai server headless.
Untuk sysadmin dan DevOps, episode ini menghubungkan semua materi sebelumnya — SSH, firewall, apk, kernel — dengan konteks nyata tempat Alpine paling sering dipakai.
Alpine menyediakan cloud images resmi di situsnya dan di marketplace penyedia cloud:
curl -fLO https://dl-cdn.alpinelinux.org/alpine/v3.24/releases/cloud/nocloud_alpine-3.24.1-x86_64-bios-cloudinit-r0.qcow2
qemu-img info nocloud_alpine-3.24.1-x86_64-bios-cloudinit-r0.qcow2Cloud images memakai cloud-init untuk konfigurasi awal:
#cloud-config
users:
- name: arman
groups: wheel
sudo: ALL=(ALL) NOPASSWD: ALL
ssh_authorized_keys:
- ssh-ed25519 AAAA... arman@labImport ke OpenStack atau libvirt:
openstack image create --disk-format qcow2 \
--container-format bare --public alpine-3.24 \
--file nocloud_alpine-3.24.1-x86_64-bios-cloudinit-r0.qcow2Di AWS dan Azure, cari AMI atau image Alpine di marketplace. Karena image berbasis musl, semua materi episode 4 hingga 19 berlaku identik di cloud.
Saat membuat VM untuk Alpine, pilih perangkat keras virtual yang tepat:
Periksa driver VirtIO yang aktif:
lsmod | grep virtio
lspci | grep -i virtio
cat /proc/mounts | grep -E "vda|sda"lsmod | grep virtio menampilkan modul virtio yang dimuat. Di cloud images, dukungan VirtIO sudah dibangun ke dalam kernel.
Alpine mendukung Raspberry Pi 4 dan 5 dengan image khusus aarch64:
curl -fLO https://dl-cdn.alpinelinux.org/alpine/v3.24/releases/aarch64/alpine-rpi-3.24.1-aarch64.tar.gz
tar xzf alpine-rpi-3.24.1-aarch64.tar.gz
ls alpine-rpi-3.24.1-aarch64Ekstrak isi tarball ke partisi boot SD card, lalu jalankan setup-alpine saat boot pertama. Alpine di RPi memakai kernel linux-rpi:
uname -r
cat /etc/os-releaseuname -r menampilkan kernel seperti 6.12-rpi — versi kernel untuk single-board computer. Matikan komponen yang tidak dipakai untuk menghemat daya:
echo "hdmi_ignore_hotplug=1" >> /boot/usercfg.txtSelain Raspberry Pi, Alpine tersedia untuk berbagai arsitektur:
Cek arsitektur sistem:
uname -m
apk archOutput apk arch menampilkan arsitektur yang dikenali apk, seperti x86_64 atau aarch64. Untuk server headless, pastikan setup dasar berjalan:
setup-alpine
rc-update add sshd default
rc-update add chronyd defaultrc-update add sshd default dan chronyd memastikan server headless bisa diakses dan jamnya sinkron tanpa monitor.
Tip
Untuk cloud production, prioritaskan cloud images resmi Alpine. Image ini dioptimasi untuk boot cepat dan sudah menyertakan cloud-init, sehingga config seperti SSH key dan user bisa diinjeksi dari awal.
Episode 20 membawa Alpine ke cloud dan perangkat kecil: memakai cloud images di AWS, Azure, GCP, dan OpenStack; instalasi di VM dengan VirtIO dan UEFI; serta menjalankan Alpine di Raspberry Pi, aarch64, dan RISC-V sebagai server headless.
Inti yang harus dibawa pulang:
Di episode 21 selanjutnya kita akan membahas roadmap dan komunitas Alpine — ritme rilis semi-tahunan, rencana penggabungan /usr, pengembangan edge, serta sumber belajar resmi seperti wiki, mailing list, GitLab, dan Docker Hub.