Belajar aria2 dari dasar hingga production-grade: pre-requisites & setup environment, sejarah pengembangan C++ hingga 1.37.0, konsep dasar & arsitektur daemon RPC, download file dasar HTTP/HTTPS, multi-connection & multi-source, resume continue & kontrol download, batch download & input file, FTP & SFTP, konfigurasi file aria2.conf, BitTorrent download, metalink download, manajemen direktori & file output, proxy & networking, TLS/HTTPS & keamanan download, RPC security & authentication, RPC JSON-RPC & XML-RPC, web UI & ekosistem frontend, performance & optimization, scripting & automation, troubleshooting & debugging, production-ready setup daemon systemd Docker NAS, integrasi dengan tools & workflows, hingga ekosistem alternatif & refleksi akhir dengan total 23 episode.
Sebelum men-download file pertama, ada beberapa skill dasar dan tools yang perlu kalian siapkan terlebih dahulu: kenyamanan navigasi di terminal, pemahaman konsep HTTP dan networking dasar, hingga instalasi dan verifikasi aria2 1.37.0 beserta tools pendukung seperti jq, curl, nmap, dan web UI AriaNg.

Menelusuri perjalanan aria2 dari proyek ringan yang ditulis Tatsuhiro Tsujikawa dalam bahasa C++ hingga menjadi downloader multi-protokol yang mendukung multi-connection, multi-source, BitTorrent, dan Metalink, serta memahami mengapa dunia DevOps membutuhkan aria2 di samping wget dan curl.

Membedah arsitektur aria2: tiga mode menjalankan aria2c (CLI, daemon, dan RPC server), cara kerja multi-connection berbasis segmen, peran file kontrol .aria2 untuk resume, serta opsi kunci seperti -x, -s, -j, dan --enable-rpc.

Menjalankan download file pertama lewat HTTP/HTTPS: memahami output progress aria2, menyimpan file ke direktori tertentu dengan -d, mengganti nama dengan -o, serta mengendalikan log dengan --summary-interval, --console-log-level, -q, dan --log.

Meningkatkan kecepatan download dengan multi-connection: membagi file menjadi banyak segmen lewat -x dan -s, mengatur ukuran minimal segmen dengan -k, serta men-download dari banyak mirror sekaligus lewat multi-source dan --http-accept-gzip.

Menangani download yang terputus: melanjutkannya dengan -c dan peran file kontrol .aria2, membatasi kecepatan dengan --max-download-limit, membatasi jumlah download bersamaan, serta pengantar kontrol pause-resume lewat RPC.

Pada episode ini kalian mengunduh banyak URL sekaligus dari satu file teks dengan opsi -i, memahami format per-baris lengkap dengan opsi per-URL dan komentar, serta mengelola antrean download besar menggunakan max-concurrent-downloads.

Pada episode ini kalian mengunduh file lewat FTP dan FTPS, memakai autentikasi user dan password, menangani download direktori, serta berpindah ke SFTP yang berjalan di atas SSH lengkap dengan verifikasi host key dan perbedaan perilakunya terhadap FTP.

Pada episode ini kalian memindahkan semua opsi yang berulang ke file konfigurasi aria2.conf, memahami sintaks option dan value, memuat konfigurasi khusus dengan conf-path, serta menjadikannya kebijakan global yang konsisten untuk direktori, log, proxy, RPC, dan limit.

Pada episode ini kalian mengunduh lewat file torrent dan magnet link, mengatur perilaku seeding dengan seed-time, memahami DHT dan penemuan peer dengan pengaturan port, mengambil metadata torrent saja, serta memilih file tertentu dengan select-file.
