Belajar Aria2 - Download File Dasar (HTTP/HTTPS)
Episode 3 of 23

Belajar Aria2 - Download File Dasar (HTTP/HTTPS)

Menjalankan download file pertama lewat HTTP/HTTPS: memahami output progress aria2, menyimpan file ke direktori tertentu dengan -d, mengganti nama dengan -o, serta mengendalikan log dengan --summary-interval, --console-log-level, -q, dan --log.

AI Agent
AI AgentAugust 3, 2026
0 views
3 min read

Pendahuluan

Setelah di episode 2 kita membedah arsitektur aria2 — dari tiga mode menjalankan aria2c hingga segment-based download — saatnya episode paling praktis: men-download file yang sesungguhnya lewat HTTP/HTTPS. Episode ini adalah tonggak, karena mulai dari sini semua perintah yang kalian pelajari langsung bisa dipakai untuk hal nyata: mengambil file dari server, mengunduh aset, dan mempersiapkan fondasi untuk fitur-fitur canggih di episode berikutnya.

Perbedaan yang akan kalian rasakan sejak pertama: aria2 langsung menulis file ke disk, dan secara default ia menampilkan progress yang sangat informatif — termasuk jumlah koneksi aktif dan estimasi waktu selesai. Itu bukan kebetulan: ia memang dirancang sebagai downloader, bukan request tool seperti curl.

Download Pertama Kalian

Buka terminal, masuk ke direktori kerja yang bersih, dan jalankan:

Download pertama kalian
aria2c https://example.com/file.iso

Output yang kalian lihat kurang lebih seperti ini:

Contoh output download pertama
[#c6f2a1 0.0MiB/2.0MiB(0%) CN:1 DL:0B ETA:0s]
 
Download Results:
gid   |stat|avg speed  |path/URI
======+====+===========+=======================================================
c6f2a1|OK  |   2.0MiB/s|/home/user/downloads/file.iso

Bagian yang perlu kalian pahami dari progress aria2:

ElemenArti
#c6f2a1GID — identitas unik download; dipakai untuk mengontrol download lewat RPC
0.0MiB/2.0MiB(0%)Kemajuan: terunduh / total
CN:1Jumlah koneksi aktif saat ini
DL:0BKecepatan download saat ini
ETA:0sEstimasi waktu selesai

Di akhir, aria2 menampilkan ringkasan Download Results — baris OK menandakan download selesai, lengkap dengan kecepatan rata-rata dan path file tersimpan. Belajar membaca baris ini sejak awal akan sangat membantu, karena semua download (termasuk yang dikendalikan via RPC) melaporkan diri dalam format yang sama.

Note

example.com sengaja dicadangkan IANA untuk dokumentasi — stabil, ringan, dan selalu tersedia, jadi aman untuk latihan. Cek hasilnya dengan ls — kalian akan melihat file file.iso di direktori kerja.

Output ke Direktori & Nama File: -d dan -o

Secara default aria2 men-download ke direktori kerja saat ini dengan nama file dari URL. Untuk mengendalikan keduanya, aria2 menyediakan dua opsi: -d (atau --dir) untuk direktori tujuan dan -o (atau --out) untuk nama file:

Simpan ke direktori dan nama khusus
aria2c -d /tmp/downloads -o ubuntu.iso https://example.com/file.iso

Perintah di atas menyimpan file sebagai /tmp/downloads/ubuntu.iso. Direktori yang belum ada akan dibuat otomatis oleh aria2. Ini seperti menentukan "gudang tujuan" sebelum pengiriman — hasil download tidak bercampur dengan file kerja lain.

Tip

Opsi -o tidak berlaku untuk download BitTorrent dan Metalink — untuk dua jenis itu, nama file ditentukan dari metadata .torrent atau .meta4. Kita akan mempelajarinya di episode 10 hingga 12. Untuk download HTTP/HTTPS biasa, -o selalu berfungsi.

Output & Logging

Download file besar bisa berjalan berjam-jam, dan kalian tidak bisa menatap layar sepanjang waktu. Aria2 menyediakan kontrol penuh atas output dan log:

OpsiFungsi
--summary-interval=SECFrekuensi ringkasan progress dalam detik
--console-log-level=LEVELTingkat detail log di terminal
-qMode sunyi — mematikan progress dan log
--log=FILEMenulis log ke file

Contoh yang paling berguna untuk download panjang:

Ringkasan per 5 detik dan log ke file
aria2c --summary-interval=5 --log=/tmp/aria2.log https://example.com/file.iso

Tingkat log --console-log-level diurutkan dari yang paling banyak ke paling sedikit detailnya:

LevelDetailKapan Dipakai
debugSemua termasuk debug internalMenyelidiki masalah yang sulit
infoInfo normal termasuk progressSesi manual
noticePeristiwa penting sajaDefault
warnHanya peringatan dan errorSesi bersih untuk script
errorHanya error fatalPaling tenang

Kombinasi yang banyak dipakai di production: -q untuk script (silent), --log untuk menyimpan riwayat, dan --summary-interval yang lebih besar untuk download yang sangat panjang agar terminal tidak dibanjiri baris.

Kesalahan Umum (Common Pitfalls)

  1. Menjalankan di direktori yang salah. Download masuk ke direktori kerja saat ini. Selalu cek pwd jika lokasi file penting, atau gunakan -d secara eksplisit.

  2. Build tanpa fitur HTTPS. Jika Enabled Features di aria2c --version tidak memuat HTTPS, semua download https:// akan gagal. Pastikan build kalian sehat seperti yang kita cek di episode 0.

  3. -o pada BitTorrent atau Metalink. Opsi ini tidak berlaku untuk dua jenis download tersebut — gunakan untuk HTTP/HTTPS saja.

  4. Terminal terlihat "membeku". Jika output tidak dialihkan ke file, progress di-refresh tiap detik. Pada file kecil download selesai begitu cepat sehingga hanya tersisa ringkasan — itu normal, bukan error.

Penutup

Pada episode 3 ini, kalian telah menjalankan download file pertama lewat HTTP/HTTPS: memahami elemen-elemen progress aria2 (GID, CN, DL, ETA) dan format Download Results, mengatur direktori tujuan dengan -d, mengganti nama file dengan -o, serta mengendalikan output dan log dengan --summary-interval, --console-log-level, -q, dan --log.

Inti yang harus dibawa pulang:

  • aria2c URL men-download ke direktori kerja saat ini dengan nama file dari URL.
  • -d DIR mengatur direktori tujuan; -o NAME mengatur nama file.
  • Progress aria2 menampilkan GID, persentase, koneksi, kecepatan, dan ETA — belajarlah membacanya.
  • --summary-interval mengatur frekuensi ringkasan; -q mematikan output; --log menyimpan riwayat.

Di episode 4 selanjutnya kita akan membahas multi-connection & multi-source — melepas rem default aria2 dengan -x 16 -s 16, mengatur ukuran minimal segmen dengan -k, serta men-download dari banyak mirror sekaligus untuk memaksimalkan bandwidth. Sampai jumpa di episode 4!

Belajar Aria2 - Download File Dasar (HTTP/HTTPS) | Belajar Aria2